Sabtu, 16 April 2016

[ REVIEW ] Mobile Suit Gundam Thunderbolt Episode 3 : Hell at Thunderbolt

"Kematian seseorang adalah sebuah tragedi; kematian sejuta orang adalah angka statistik." - Joseph Stalin
x  x  x






Federasi mengirimkan bantuan 40 unit mobile suit untuk mensukseskan serangan terakhir untuk merebut Side 4. Masalahnya, semua pilot unit ini adalah anak-anak yang tidak memiliki pengalaman perang. Mereka hanyalah anak-anak yang mendapatkan pelatihan mengoperasikan mobile suit. Jika Zeon saja hanya mengirimkan pasukan cacat untuk mempertahankan Side 4, Federasi sama saja, mereka mengirimkan prajurit di bawah umur untuk misi bunuh diri.

Claudia yang mengetahui fakta itu, tidak kuat menahan rasa bersalahnya jika anak-anak tersebut tewas di pertempuran. Tentunya, dia adalah pimpinan tertinggi di kapal induk, dan nyawa anak-anak itu dipercayakan kepadanya. Claudia memakai morfin untuk menekan rasa bersalahnya itu.

Anak-anak tersebut memberikan hormat kepada Gundam, tidak kepada Io sebagai pilotnya. Ini sama saja dengan adegan episode 2 dimana para prajurit Zeon dengan medali penghargaannya.

Io yang hendak menemui Claudia, menemukan Claudia yang sedang sakaw. Claudia mengatakan bisa memahami perasaan ayah Io yang bunuh diri. Ayah Io bunuh diri karena dia pemimpin Side 4, artinya nyawa penduduknya merupakan tanggung jawabnya. Tewasnya seluruh penduduk Side 4 memaksa ayah Io untuk bunuh diri sebagai bentuk tanggung jawab.

Para prajurit Zeon berusaha menyemangati Daryl yang bersedia mengorbankan tangannya untuk diamputasi demi menjadi pilot Psycho Zaku dan menyelamatkan mereka semua dari kekalahan.

Namun tetap saja, rasa bersalah para pilot itu tidak bisa ditutupi. Satu untuk semua, apakah itu berarti Daryl harus sengaja diamputasi demi mereka? Dari semua orang yang ada di ruangan itu, hanya Daryl yang terlihat bahagia. Tentunya, karena dia saat ini kecanduan perang.

Cornelius menjenguk Claudia yang mendapatkan perawatan setelah mengkonsumsi narkoba. Mereka merasakan nostalgia ketika mereka masih di Side 4. Mereka bertiga dulu pernah memenangkan perlombaan pesawat udara di Side 4.


Cornelius mengatakan kalau Io sebenarnya tidak menikmati perang. Tapi hanya di medan perang itulah Io bisa merasakan dirinya hidup kembali. Saya rasa, ini sama saja dengan kecanduan perang.


Sungguh ironis, seluruh prajurit menghormati Daryl seperti pahlawan mereka.

Sama ironisnya dengan Federasi, anak-anak ini menghormati Io. Entah bagaimana kedua maniak perang ini dihormati. Sungguh ironis.

Karla meminta maaf kepada Daryl karena membuatnya terlibat (diamputasi) dalam proyek Psycho Zaku. Daryl mengatakan tidak mempermasalahkan itu, Daryl hanya menyalahkan perang ini. Daryl berkata akan berusaha sebaik mungkin agar semua bisa pulang dan tersenyum lagi. Namun kita tahu kalau ini bohong, Daryl tidak akan pulang sampai menghabisi Io dengan tangannya sendiri.

Pertempuran dimulai, dan anak-anak ini seperti menjadi korban pembantaian prajurit Zeon.

Sexton mengajak Karla untuk kabur, melihat ini sebagai momen bagus karena Federasi hanya menghendaki Side 4, bukan mereka. Jika mereka kabur, mungkin Federasi akan membiarkannya. Tapi Karla merasa tidak enak dengan Daryl yang sudah berjuang sebaik mungkin, berjanji membalaskan dendam Hoover, dan mau diamputasi demi proyek Karla. Karla menolak ajakan Sexton.

Karla memilih untuk membantu pertahanan kapal induk dengan mengoperasikan senapan anti-mobile suit di kapal.

Sama seperti tahap awal Daryl, Karla tidak tahu harus menyalahkan siapa lagi. Negaranya sendiri menyandera orangtuanya. Kekasihnya tewas dibunuh. Temannya diamputasi demi proyeknya. Yang bisa Karla salahkan adalah Gundam, menaruh semua kebenciannya di Gundam. Pada akhirnya, Karla sama seperti Daryl dan Io, berperang demi memuaskan egonya masing-masing. Tidak ada yang benar-benar berperang membela negaranya, semuanya berperang demi agenda masing-masing.

Dalam perang, nyawa dihargai sangat murah. Tidak butuh waktu lama untuk menyadari kalau prajurit yang berada di sebelah Karla tewas seketika.

Seorang prajurit Zeon diinstruksikan oleh Daryl untuk sengaja menjadi tumbal. Menarik perhatian armada kapal induk Federasi, sehingga membuat celah bagi Daryl untuk menyerbu. Prajurit tersebut menggunakan senapan sniper untuk menembak ke arah armada Federasi.

Bisa ditebak, armada Federasi menyadari arah tembakan tersebut dan menghujani prajurit itu tembakan yang lebih banyak. Si prajurit tewas seketika. Sekali lagi, nyawa dalam perang dihargai sangat murah, semua nyawa dianggap angka dan statistik.

Daryl tidak menyia-nyiakan momen tersebut untuk menyerang armada Federasi yang dipimpin Claudia.

Kapal Claudia ditembak Daryl dan mulai karam.

Sexton berpura-pura membantu korban luka untuk dievakuasi melalui sekoci penyelamat. Dia membuang korban tersebut dan menggunakan sekoci penyelamat untuk dirinya sendiri.

Namun Io tidak mau berbagi keramahannya, Io menghancurkan sekoci penyelamat yang keluar dari kapal induk Zeon.

Claudia menyelamatkan Graham di ruang kontrol kapal induk yang sedang karam. Graham kesal setelah Claudia memberitahu kepada seluruh awak untuk segera evakuasi dari kapal. Graham menuangkan kekesalannya dengan menyalahkan Claudia yang tidak becus memimpin armada. Graham menilai kalau mengevakuasi tentara di kapal berarti sama saja dengan mengatakan para tentara yang mayoritas lahir di Side 4 tidak memiliki harga diri sebagai warga Side 4 dan tidak berniat merebutnya kembali.

Graham merasa masih memiliki harga diri sebagai orang yang lahir di Side 4. Anak dan istrinya tewas di Side 4 oleh Zeon, bagaimana Graham bisa menemui keluarganya yang tewas dengan bangga jika dia kabur dari pertempuran?

Oleh karena itu, Graham menembak Claudia dan membantunya terdaftar sebagai orang yang tewas dalam pertempuran. Mati dalam pertempuran merebut Side 4, tanah kelahiran mereka, menurut Graham masih lebih baik daripada kabur menyelamatkan diri.

Para pasukan Federasi berhasil menguasai kapal induk Zeon, tapi sayangnya...Kapal induk mereka juga karam.

Io merasa sedikit aneh, tentu saja karena pertempuran ini terlihat terlalu mudah baginya. Tentunya, Io berpikir kalau prajurit andalan Zeon tidak berniat untuk mempertahankan kapal mereka, dan berniat untuk menghancurkan armada Federasi.

Tentunya, Daryl tidak melihat adanya Gundam di barisan pertahanan Federasi, artinya Io tidak ada disana dan berada di pertahanan Zeon. Daryl tidak peduli lagi dengan preketek tugas, yang dia pedulikan adalah 'dimana Io?'.
Let the game begin!




x x x

Tidak ada komentar:

Posting Komentar