Senin, 09 Mei 2016

[ TRANSLATE ] Oregairu Vol 10 Memorandum Ketiga : Kalau Begitu, Ini Monolog Dari Siapa?



x Memorandum Ketiga x





  Entah sudah berapa kali aku membaca buku ini.

  Dulu, aku merasa kalau aku memiliki sebuah hubungan dengan Si Penggembala di sebuah desa itu.

  Rasa keadilan, ketulusan hati, dan cinta. Ketika aku memikirkan hal-hal itu, mereka terlihat seperti hal-hal yang tidak berguna. Semua hal tentang itu hanyalah bahan tertawaan saja.

  Kapanpun aku merasa seperti itu, selalu ada sebuah getaran yang muncul.

  Aku ini sedang diandalkan. Aku ini sedang diandalkan.

  Kedua telingaku seperti sedang mendengarkan bisikan dari Iblis yang membuatku berubah menjadi monster yang bisa diandalkan.

  Ketika kau sadar Iblis apa yang sedang ada di tubuhmu, itu akan membuatmu mati-matian untuk menyembunyikannya. Ketika memakai topeng untuk menyembunyikan itu, orang lain melihat itu seperti sebuah kebenaran tentang diriku, dan bahkan, itu lama-kelamaan bagiku terlihat seperti diriku yang sebenarnya.

  Aku terlempar ke dalam sebuah loop keraguan yang tanpa ujung, apakah itu memang diriku yang sebenarnya. Aku bahkan tidak bisa membuat perbedaan antara diriku yang sebenarnya dengan yang palsu.

  Oleh karena itu, mungkin, aku selama ini menunggu orang yang bisa melihat siapa diriku yang sebenarnya.

  Dalam perjalanan, aku mulai bersimpati dengan Sang Raja Tiran.

  "Pria tersebut tidak bisa mempercayai orang", atau begitulah yang kutahu.

  Tapi semua orang tahu ending dari cerita itu.

  Tapi.

  Bagaimana dengan situasinya di kehidupan nyata?

  Sang Raja pernah berkata, "Kau tidak bisa mempercayai hati dari manusia lainnya."

  Apa Sang Raja Tiran itu hingga saat ini, masih tidak mempercayai eksistensi tentang kebenaran dan kebaikan hati tersebut?

  Apakah karena dia pernah kehilangan kepercayaan itu sehingga dia tidak mau lagi mengandalkan orang lain meski dia tahu orang itu jujur dimana dia harusnya mencoba untuk mempercayai orang itu, malahan pada akhirnya dia mencoba untuk menghancurkan mereka?

  Jika wajah kita dihantam rasa bersalah ketika meragukan hal itu, lalu siapa orang yang dihantam paling keras?

  Kututup buku itu dan melihat keluar jendela.

  Matahari sudah ternggelam di cakrawala, pantulan cahaya terakhir dari matahari itu mulai menghilang di kejauhan.

  Ketulusan hati. Atau mungkin, kebenaran.

  Jika kau tidak bisa menyebut itu sebagai sebuah halusinasi kosong, lalu kau menyebut mereka apa?




  Apa hal-hal yang genuine itu benar-benar ada?






x Memorandum Ketiga | END x

Menuju Chapter Terakhir Volume 10



  Sekali lagi, analisis ini panjang dan berat. Anda bisa skip ini dan memakai analisis anda atau orang lain yang lebih pendek. Tidak ada analisis yang benar, kecuali itu analisis dari Watari sendiri.



  Pertanyaan pertama, ini monolog dari siapa? 

  Kalau mau ambil yang termudah, kita ambil monolog terakhir yang bertanya apakah ada hal genuine di dunia ini? Di chapter 9 Haruno bertanya hal serupa, jadi bisa kita asumsikan kalau ini monolog Haruno. Tapi masalahnya, bagaimana jika ada orang lain yang ternyata juga ada yang ragu tentang hal genuine tersebut?

  Pertama, disini ada dibahas tentang penggembala di suatu desa yang punya rasa keadilan, ketulusan hati, dan cinta. Lalu tentang raja yang tiran. Memakai topeng sejak kecil, dll. Ini tentang buku No Longer Human dan Run, Melos! Karena Yui tidak suka membaca buku, maka Yui kita coret dari tersangka monolog ini.

  Hachiman di vol 9 chapter 6 mengatakan menginginkan hal genuine. Yukino di volume 9 chapter 10 mengatakan menginginkan menjadi gadis yang memiliki hal genuine itu dengan Hachiman. Karena mereka berdua mempercayai hal genuine itu ada, maka Yukino dan Hachiman dicoret. Tersisa Hayama dan Haruno. Keduanya memang mencurigakan dan memang memiliki potensi untuk tidak mempercayai itu.

  Lalu kita dapat petunjuk di monolog, kalau orang yang sedang bermonolog ini meyakini kalau selain dirinya yang dia akui sebagai Raja Tiran, ada orang lain lagi yang menyandang gelar Raja Tiran. Anda bisa lihat di bagian monolog berikut:

  
  Oleh karena itu, mungkin, aku selama ini menunggu orang yang bisa melihat siapa diriku yang sebenarnya.

  Dalam perjalanan, aku mulai bersimpati dengan Sang Raja Tiran.

  "Pria tersebut tidak bisa mempercayai orang", atau begitulah yang kutahu.

    Bagaimana dengan situasinya di kehidupan nyata?

  Sang Raja pernah berkata, "Kau tidak bisa mempercayai hati dari manusia lainnya."

  Apa Sang Raja Tiran itu hingga saat ini, masih tidak mempercayai eksistensi tentang kebenaran dan kebaikan hati tersebut?

  Apakah karena dia pernah kehilangan kepercayaan itu sehingga dia tidak mau lagi mengandalkan orang lain meski dia tahu orang itu jujur dimana dia harusnya mencoba untuk mempercayai orang itu, malahan pada akhirnya dia mencoba untuk menghancurkan mereka?

  Jika wajah kita dihantam rasa bersalah ketika meragukan hal itu, lalu siapa orang yang dihantam paling keras?

  Ini secara langsung mengatakan kalau ada orang lain selain pemilik monolog ini, yang mengaku kalau dirinya adalah Raja Tiran. Dan orang tersebut juga mengakui kalau orang yang sedang bermonolog ini juga termasuk Raja Tiran yang lain. Merasa familiar dengan kata-kata di atas? Ya, ini ada di volume 10 chapter 2, adegan kafe antara Hachiman dan Haruno. Berikut cuplikan percakapan mereka:

  Hachiman:
     "Apa kau menganggap kami ini sebagai sandera atau semacam itu?"

  Haruno:
     "Jangan menganggap seolah-olah kami ini orang jahat. Tapi bukankah akan menarik jika dia terburu-buru datang kesini demi temannya yang ditawan?"

  Hachiman:
     "Itu membuatku berpikir siapa sebenarnya Raja Jahat yang Tiran diantara kita."

  Orang lain yang menjadi Raja Tiran di kehidupan nyata itu adalah Hachiman, sedang Raja Tiran satunya adalah Haruno. Karena Hachiman dicoret dalam daftar tersangka, maka satu-satunya orang yang mungkin bermonolog di memorandum ketiga ini adalah Yukinoshita Haruno.



  Pertanyaan kedua, kenapa Hachiman menyebut dirinya Raja Tiran seperti di cerita Run, Melos!...?

  Dari cerita Run, Melos!  yang saya ceritakan di memorandum kedua, kita tahu ada dua sifat dari Raja Tiran tersebut. Pertama adalah menawan teman si Melos sebagai jaminan, kedua adalah tidak percaya siapapun. Karena Hachiman mengatakan ini di depan Haruno, maka ini adalah sesuatu yang Haruno pernah lihat langsung di masa lalu. Hachiman yakin Haruno sepakat kalau mereka berdua dijuluki Raja Tiran karena mereka berdua pernah melihat ciri Raja Tiran di diri mereka masing-masing.

  Haruno disebut Raja Tiran karena menyandera Hachiman sebagai jaminan Yukino. Bagaimana dengan Hachiman sendiri, apakah Hachiman pernah menyandera sesuatu? Kalau mengatakan menyandera perasaan Yui, Haruno baru tahu setelah Hachiman mencicipi coklat valentine Yui di vol 11 chapter 6, jadi jelas bukan itu. Saya rasa, tidak ada hal lain yang menyangkut menyandera. Kita bisa skip untuk ciri pertama Raja Tiran tersebut.

  Sifat kedua Raja Tiran, adalah tidak percaya siapapun. Apakah Haruno pernah mendengar langsung dari Hachiman soal ini? Jawabannya, PERNAH! Mari kita kilas balik ke volume 6 chapter 4, ada percakapan antara Hachiman dengan Haruno setelah Haruno memprovokasi Sagami untuk membebaskan panitia festival membantu kelasnya masing-masing.

  Hachiman:
     "Apa yang sebenarnya kau rencanakan?"

  Haruno:
     "Apa kau akan percaya jika aku mengatakan sesuatu?"

  Hachiman:
     "..." (Aku tidak akan percaya).

  Hachiman bertanya kepada Haruno, tapi mereka berdua tahu apapun yang dikatakan oleh Haruno, Hachiman tidak akan percaya.

  Lalu bagaimana dengan monolog Haruno yang mengatakan Hachiman harusnya percaya orang itu karena orang itu kesehariannya jujur, malah Hachiman menghancurkannya. Melacak kembali ke momen dimana Hachiman bersikap seperti Raja Tiran, yaitu Festival Budaya. Tepatnya, di volume 6 chapter 6.

  Pada rapat slogan vol 6 chapter 6, Hayama mengusulkan slogan SATU UNTUK SEMUA karena menyukainya, semua orang tahu kalau Hayama mengatakan yang sejujurnya. Tapi yang terjadi, Hachiman sinis dan juga menolak slogan Sagami. Lebih dari itu, Hachiman menghancurkan semua ide slogan, atau tepatnya, menghancurkan rapat slogan itu dan memberitahu kalau semua orang hanya omong kosong, tidak ada yang bisa dipercaya. Tentunya, di rapat tersebut hadir Haruno sebagai perwakilan pengisi acara.



Analisis monolog...
  
  Haruno menggambarkan dirinya ketika kecil dulu, bukanlah orang yang seperti saat ini. Tapi karena dia mendapatkan ekspektasi (diandalkan) oleh Ibunya sebagai pewaris nama keluarga, semua kebebasan yang mencerminkan dirinya dicabut. Haruno harus hidup sesuai jalan hidup yang direstui oleh Ibunya. Hingga dirinya sendiri tidak tahu, mana dirinya yang sebenarnya, dan sudah terbiasa menganggap hidup jadi boneka Ibunya merupakan jalan hidupnya selama ini.

  Dalam perjalanannya, Haruno mengenal Hachiman, pria yang tidak mempercayai siapapun. Haruno lalu merasa bersimpati kepadanya. Haruno saat ini bertanya kepada dirinya sendiri, apakah Hachiman sekarang sudah berubah dan mulai mempercayai orang lain? Haruno juga bertanya, jika memikirkan tentang sesuatu yang tulus di dunia ini, siapakah yang sebenarnya paling terpukul ketika memikirkannya, Hachiman atau dirinya?



Jawaban monolog Haruno...

  Apakah Hachiman sudah berubah dan mulai mempercayai orang lain? Jawabannya "ya". Haruno sudah memperingatkan Hachiman kalau Yukino sedang menunggu orang yang tepat (vol 10 chapter 6), Hachiman meyakini itu dirinya dan percaya Yukino juga memiliki perasaan itu dengannya (vol 10 chapter 7). Di volume 10 chapter 9, Haruno sendiri yang mengakui kalau Yukino dan Hachiman kini saling percaya, tapi Haruno memperingatkan kalau itu sebenarnya bukan rasa saling percaya, tapi sesuatu yang lebih berbahaya dari itu.

  Jika melihat situasi vol 10 chapter 9, Haruno meyakini kalau Yukino tidak memberitahu jurusannya karena ingin membuat Hachiman berjanji ke Yukino untuk kuliah bersama-sama. Alias, Haruno percaya kalau Hachiman tulus, tapi tidak percaya kalau Yukino tulus. Haruno percaya Yukino hanyalah copy dari sifat Ibunya, alias menganggap Yukino berusaha memanfaatkan Hachiman yang menyukainya. Karena, itulah yang terjadi selama ini di keluarganya, Yukino dan Haruno hanyalah boneka Ibunya.

  Tidak heran, Haruno terus mempertanyakan apakah memang ada hal tulus tersebut. Mungkin, ini yang menjadi alasan Haruno mengapa berusaha membuat masalah di volume 11 chapter 6, Haruno bersimpati kepada Hachiman dan tidak ingin Hachiman diperalat Yukino. Padahal kenyataannya, Yukino sendiri yang mengubah jurusannya demi sama dengan Hachiman.

  Karena volume 12 merupakan kelanjutan arc volume 11, kemungkinan besar akan terjadi konfrontasi kebenaran antara Hachiman dan Haruno. Seorang mantan Raja Tiran akan berhadapan dengan satu-satunya Raja Tiran di novel ini. Mungkin kita akan melihat konfrontasi kebenaran klasik seperti Sagami vs Hachiman di volume 6 chapter 9, atau Hachiman vs Hayama di volume 10 chapter 7.

  Pertanyaan kedua dari Haruno, siapa yang lebih terpukul ketika memikirkan hal-hal tulus di dunia ini, dirinya atau Hachiman? Kita tahu, Hachiman sampai semalaman tidak tidur (volume 9 chapter 6) ketika memikirkan itu semua. Hachiman jelas-jelas terpukul hebat. Tapi bagaimana Haruno? Tidak ada yang tahu, mungkin ini akan terjadi di volume 12. Mungkin Haruno akan terpukul ketika mengetahui kebenaran tentang dirinya.

  Di volume 9 chapter 5, Hiratsuka-sensei memberitahukan kebenaran tentang hal yang tulus itu ke Hachiman. Hal yang tulus/genuine itu bukanlah sesuatu yang bisa dikalkulasi logika, tapi oleh perasaan. Misalnya mengapa Hachiman sampai membantu Iroha sendirian, itu karena Hachiman tidak ingin menyakiti xxx, karena dia sangat berarti bagi Hachiman. Sesuatu yang Hachiman yakini berkali-kali di volume 8 akhirnya mendapat titik terang pada adegan itu.

  Mungkinkah volume 12 merupakan jawaban dari pertanyaan Haruno itu?




x x x
  

4 komentar:

  1. sungguh monolog yang berat,tapi salut buat admin...mau meu mengevaluasi.
    kalau boleh minta saran L.N sejenis ini,yang recomended.
    ditunggu sampai akhir ni L.N ...
    makasih buat adminnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makaciiih^^
      Sayangnya LN sejenis ini mungkin akan sangat sulit untuk anda temukan lagi.

      Hapus
  2. Jadi merasa kasian sama yang cuma liat anime, keseruannya gak ada setengahnya, di anime monolognya kurang banyak malah kadang kurang pas sama kondisinya. Akkhhhh bener2 kasihan deh

    BalasHapus
  3. Aku ingin tahu, apa yang berat dari analisis mimin?

    BalasHapus