Rabu, 25 Mei 2016

[ FOR FUN ] Oregairu : Yukinoshita Yukino

   Sekalian bantu promosikan manganya...

x x x




  Melanjutkan topik Hikigaya Hachiman, kita menuju ke topik Yukinoshita Yukino.

  Yukinoshita Yukino, adalah gadis pertama yang dikenalkan di cerita, tentunya jika kita mengesampingkan Hiratsuka Shizuka (what the...)

  Dalam volume 5, Yukino hanya muncul sebagai cameo di chapter terakhir, tapi seluruh volume bercerita tentang dirinya. Bahkan di chapter 7 berisi satu chapter penuh monolog Hachiman tentang Yukino. Hubungan Hachiman-Yukino yang memburuk, membuat cerita novel terkesan menjadi lebih dark. Ya, karakter ini adalah gadis pusat cerita di novel ini.








  Yukinoshita Yukino adalah anak kedua dari keluarga Yukinoshita, kakaknya bernama Yukinoshita Haruno.

  Ayah Yukino adalah anggota DPRD di Chiba. Memiliki banyak perusahaan besar, dan mayoritas proyek pembangunan di Chiba ditangani oleh perusahaan keluarganya. Tentunya, Ayah Yukino tidak akan bisa menangani pekerjaan sebagai wakil rakyat dan pimpinan perusahaan secara bersamaan. Ibu Yukino merupakan pemegang kekuasaan terkuat di keluarganya. Dengan kata lain, semua perusahaan-perusahaan keluarga berada dalam kontrol Ibunya, Ayah Yukino kemungkinan besar sebagai figur loby dari keluarga Yukinoshita dengan pemerintah.

  Jika keluarga Hikigaya merupakan keluarga pindahan ketika Hachiman kelas 3 SD, ternyata keluarga Yukinoshita juga pindahan dari luar negeri. Kemungkinan mereka pindah ketika Yukino kelas 6 SD. Tidak dijelaskan Yukino pindahan dari negara mana, tapi apakah pemirsa tertarik untuk menyelidikinya?

  Dalam volume 3 chapter 4, Yukino bercerita tentang Ayahnya yang memberikan hadiah manuskrip asli cerita Pan-san. Pan-san sendiri merupakan plesetan dari karakter Kungfu Panda, Po Ping, karena terkendala hak cipta. Sama seperti Disney Land yang diplesetkan menjadi Destiny Land, terkendala hak cipta.

  Manuskrip asli merupakan milik studio animasi, dimana Kungfu Panda diproduksi oleh Studio Dreamworks, California, USA. Dengan kata lain, Ayah Yukino merupakan kenalan orang penting di studio tersebut. Karena keluarga Yukino merupakan keluarga pindahan dari luar negeri, patut diduga Yukino dulunya tinggal di Amerika.

  Dalam info-info yang tersebar di berbagai volume, Yukino ini ahli dalam beladiri, terutama Aikido dan Judo. Pintar memasak. Nilai akademis #1. Suka membaca. Dan lain sebagainya. Juga...takut hantu.

  Savvy?








VOLUME 1

  Dalam volume pertama, Yukino digambarkan tidak memiliki fitur gadis impian semua siswa SMA. Jujur saja, terutama dada dan tutur katanya. Selain dua hal tersebut, anda akan mendapatkan fitur komplit gadis SMA.

  Dalam afterwords volume 1, Yukino digambarkan Watari sebagai gadis impiannya ketika SMA dulu. Entah apa maksudnya...saya kembalikan ke pembaca saja.

  Yukino menjadi penyendiri karena dirinya menjadi korban bully gadis di sekolahnya waktu SD.

  Ada yang unik di volume 1, Yukino menolak menjadi teman Hachiman, tetapi Yukino tidak menolak ketika Yui memanggilnya teman. Ada sesuatu yang membuat Yukino tidak mau menjalin pertemanan dengan pria.

  Jika ada yang penting di volume 1, maka saya katakan itu ada di chapter 1. Yukino mengepalkan tangannya ketika Hachiman menjelaskan ke Yukino kalau berubah seperti apa kata dunia merupakan bentuk lain dari melarikan diri.









VOLUME 2

  Dalam volume 2, Yukino jelas terlihat kesal dengan tukang fitnah. Ini bisa dipahami jika melihat pengakuannya di volume 1 kalau dia dibully karena fitnah.

  Di volume 2, kita mulai mengetahui latar belakang Yukino. Dia tinggal di apartemen, dengan koleksi banyak sekali gaun pesta. Tidak lupa, Saki mengatakan kalau Ayah Yukino pemilik banyak proyek pembangunan besar di Chiba.

  Ada sebuah hal kecil dan menarik, yaitu Yukino tahu kalau Hachiman akan menyebutkan MAX COFFEE ke Saki, tapi Yukino memotongnya dengan mengatakan Hachiman memesan Ginger Ale. Yukino mengatakan bar kelas atas tidak menyediakan kopi kalengan. Faktanya, Saki menyangkal itu dan mengatakan mereka menyediakan MAX COFFEE juga. Yang menarik, ketika volume 10 chapter 8, adegan di bar bergaya western, Hachiman tidak memesan MAX COFFEE meskipun tahu kemungkinan besar mereka menyediakannya, tapi Hachiman malah memesan Ginger Ale.







VOLUME 3

  Ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi dalam perkembangan karakter Yukino di volume 3.

  Pertama, hubungan persahabatan Yui-Yukino berantakan ketika hubungan Yui-Hachiman memburuk. Ini terjadi dari faktor Yui yang memang mendekati Yukino dan Klub Relawan agar bisa bersama Hachiman. Namun Yui terus menyangkal hal tersebut. Melihat bagaimana Yukino terkejut di volume 11 chapter 9 setelah menyadari Hachiman adalah orang yang disukai Yui, bisa kita artikan kalau Yukino di volume 3, memilih untuk mempercayai kata-kata Yui. Yukino percaya kalau Yui menjadi temannya karena memang ingin berteman (vol 1 chapter 4), Yukino bergabung menjadi Klub Relawan karena senang dengan aktivitas klub (vol 1 chapter 6).

  Dari poin pertama ini, bisa kita simpulkan kalau Yukino tidak memiliki masalah dengan pertemanan sesama gadis. Yukino memilih untuk mempercayai Yui.

  Kedua, pengakuan Haruno tentang Yukino. Haruno mengatakan kalau Yukino sebenarnya gadis yang lemah, tidak bisa membuat keputusan, dan seterusnya. Namun yang Hachiman rasakan, Yukino ini adalah gadis yang kuat, berpendirian, dan mampu mengambil keputusan. Sebenarnya, image Yukino yang benar ini yang mana?

  Ketiga, situasi Yukino sendiri. Fakta kalau Haruno langsung menyimpulkan Hachiman pacar Yukino karena memergoki mereka berduaan di mall, kemungkinan besar Yukino belum pernah pacaran sebelumnya. Ditambah lagi, Yukino sejak kelas 6 SD memilih untuk menjadi penyendiri.

  Keempat, situasi keluarga Yukino sendiri. Yukino diijinkan untuk tinggal sendirian oleh Ayahnya, namun ditentang Ibunya. Haruno bercerita kalau Ibunya masih marah soal itu.

  Terakhir, Yukino tiba-tiba bersikap mengambil jarak dengan Hachiman setelah kesalahpahaman Yui-Hachiman terselesaikan.

  Untuk yang terakhir tadi, kita semua tahu jawabannya: Yukino takut Hachiman mengartikan kalau segala kebaikan hati Yukino selama ini, termasuk mau berbicara dengannya hanya karena simpati soal kecelakaan setahun lalu, persis seperti yang menimpa Yui.








VOLUME 4

  Menurut saya, ini titik balik dari hubungan Hachiman-Yukino, dari view Yukino. Meski Yukino was-was Hachiman tahu soal insiden kecelakaan itu, tapi Yukino tetap terkesan dengan sikap Hachiman.

  Pertama, Hachiman komitmen membela korban bully, Rumi.

  Poin pertama ini lemah, karena Hayama dan yang lain juga berniat serupa.

  Kedua, Hachiman memberikan solusi tanpa membuat Rumi dipaksa membaur dengan kelompok perkemahannya.

  Poin kedua ini penting, karena Hachiman memberikan solusi tanpa memaksa Rumi untuk berubah. Hachiman menunjukkan kepada Yukino bahwa Rumi bisa tetap menjadi dirinya sendiri dan tidak perlu lari dari kenyataan. Mirip permasalahan Yukino dengan keluarganya.

  Ketiga, Yukino memuji Hachiman. Yep, memuji!

  Dengan munculnya mobil hitam, mobil yang sama dengan mobil yang menabrak Hachiman setahun yang lalu, Yukino pasti yakin kalau Hachiman sudah menyadari soal itu.








VOLUME 5

  Konfirmasi diperoleh dari Haruno, kalau Hachiman sudah tahu fakta tentang kecelakaan setahun yang lalu. Hachiman memilih untuk tidak membicarakan itu dengan Yukino, sedang Yukino sendiri ragu untuk membahasnya. Kemungkinan besar, Yukino takut Hachiman akan memperlakukannya sama dengan Yui, Nice Girl-gate.







VOLUME 6

  Meski Yukino berusaha keras menghindari bertemu Hachiman, takdir mempertemukan mereka berdua di seksi Asisten Arsip, Kepanitiaan Festiva Budaya. Diduga, Yukino sengaja menerima request Sagami secara pribadi karena itu adalah peluang baginya untuk tidak berkumpul dengan Hachiman di kepanitiaan. Dengan diangkat menjadi wakil ketua, otomatis Yukino tidak akan memiliki interaksi sebanyak jika dirinya tetap menjadi bagian Asisten Arsip.

  Keterkejutan Yukino berawal dari chapter 5, ketika Hachiman memperingatkan Yukino mengenai tawaran Hayama. Hachiman terlihat peduli kepadanya, padahal harusnya Hachiman benci kepadanya karena insiden kecelakaan itu.

  Berlanjut ke chapter 6, Hachiman membuktikan kepada Yukino bahwa masalah bisa diselesaikan tanpa perlu berubah menjadi apa yang orang lain minta (Meguri dan Hayama). Hachiman menolong Yukino, sengaja menjadikan dirinya sendiri martir sosial. Disini, Yukino mengakui kalau bodoh jika berpikir berubah akan menyelesaikan segalanya.

  Dari poin ini, saya menganggap Yukino kini memiliki opini yang berbeda tentang Hachiman sebelumnya. Melihat bagaimana perlakuan dirinya ke Hachiman, dan bagaimana fakta kalau Yukino adalah penumpang mobil yang menabrak Hachiman, harusnya Hachiman benci kepadanya. Tapi Hachiman memilih untuk tetap peduli kepadanya, dan membelanya. Dengan kata lain, Hachiman bersungguh-sungguh untuk menjadi 'temannya' seperti di volume 1.

  Yukino berubah di chapter ini, dia merasa nyaman berada di dekat Hachiman (chapter 8). Namun, itu tidak mengubah fakta kalau Yukino masih berkeinginan untuk mengejar pencapaian Haruno. Chapter 8 ditutup dengan nasehat Hachiman agar Yukino tetap menjadi dirinya sendiri, entah apa Yukino mendengar ini atau tidak.

  Yukino mendengar itu, dan mengikuti saran Hachiman, vol 9 chapter 8.

  Yukino menolak (lagi) ajakan pertemanan Hachiman. Jika melihat apa yang terjadi di volume 6 chapter 6 dan 8, harusnya Yukino menerima pertemanan itu. Tapi melihat bagaimana kecewanya Yukino di volume 1 terhadap teman pria (Hayama), tampaknya Yukino menerima ajakan Hachiman, tapi tidak berstatus 'teman'. Entah apa namanya, tapi sejak volume 6, Hachiman dan Yukino memiliki hubungan.

  Ditutup dengan pengakuan Yukino tentang kecelakaan itu. Sampai detik itu, Yukino belum kenal Hachiman. Tapi sekarang, Yukino kenal Hachiman. Sebenarnya pengakuan ini memiliki dua makna.

  Pertama, Yukino baru tahu kalau Hachiman ini adalah orang yang tidak mempermasalahkan masa lalu dan memang berniat berteman dengannya. Secara tidak langsung Yukino mengakui kalau dulunya dia takut kalau Hachiman akan  membencinya.

  Kedua, jika anda kenal seseorang, pasti anda punya sebuah status hubungan dengan orang itu. Jika status hubungannya bukan teman, lalu apa? Pastinya bukan pacar (boo!). Entah apa itu, Hachiman tidak mau menamainya, Yukino juga tidak mau menamainya.








VOLUME 7

  Hubungan Yukino-Hachiman improve di volume ini, juga...terjun bebas di akhir volume.

  Yukino tahu kalau teman-teman sekelasnya ramai gosip dirinya dan Hachiman berpacaran. Ini kontradiksi dengan cerita Yukino di volume 1, dimana Yukino tidak nyaman ketika ada gosip dirinya berpacaran dengan Hayama. Meski tahu jika pulang larut malam berduaan, akan menimbulkan gosip yang lebih parah, Yukino tetap melakukannya.

  Dari poin ini, hubungan Yukino dengan Hachiman bisa dikatakan sudah masuk ke zona nyaman keduanya.

  Masalah terjadi di akhir volume. Hayama yang backstab Tobe. Grup Hayama yang berisi tukang fitnah (vol 2 chapter 3). Grup Miura yang hanya berisi Ratu Rimba dan bawahannya (vol 1 chapter 4), dibela Hachiman, bahkan rela menjadikan dirinya martir sosial.

  Ini tidak sesuai dengan 'presentasi' Hachiman di volume 1, mengatakan dengan lantang dirinya tidak suka berpura-pura, membenci orang-orang palsu, dll. Dengan kata lain, Hachiman adalah pembohong.

  Jika melihat pengalaman Yukino yang dikecewakan teman pria (vol 1), lalu keluarganya yang suka menggosipkan dirinya di belakang (vol 9), membentuk karakter Yukino yang tidak menyukai para pembohong.









VOLUME 8

  Namun satu kejadian tidak serta merta membuat Hachiman sebagai pribadi pembohong. Yukino mencoba mengoreksi kembali sikap Hachiman di penembakan Ebina. Masalahnya, Hachiman memilih untuk mendiamkan itu.

  Sikap Hachiman yang memilih diam itu pernah dilakukannya di vol 3 chapter 3, ketika Yui mengira dirinya sedang kencan dengan Yukino. Hachiman menganggap salah paham tidak akan pernah bisa diperbaiki, jadi lebih baik diam.

  Sikap Hachiman ini perlu dipertanyakan, karena Hachiman meminta dua kali Yukino menjadi temannya. Tapi Hachiman tidak mempedulikan hubungan mereka berdua dan memilih diam karena menganggap salah paham ini tidak akan bisa terselesaikan.

  Satu-satunya cara menjegal langkah Hachiman menjadi jurkam hitam Iroha adalah dengan memajukan calon alternatif. Karena semua opsi sudah tertutup, maka Yukino mengajukan dirinya sendiri.

  Hachiman tidak paham mengapa Yukino mau maju jadi calon ketua. Apakah terprovokasi Haruno? Apakah memang berkeinginan maju jadi ketua? Sejak volume 3 Hachiman sudah percaya kalau tidak akan ada satupun gadis yang mau berkorban untuknya. Termasuk, Yukinoshita Yukino.

  Fakta kalau Yukino pergi menemui Meguri-senpai dan Hiratsuka-sensei jauh lebih lama dari biasanya, Yukino pasti sedang melakukan sesuatu.

  Kemungkinan besar Yukino memeriksa sendiri lewat HP-nya akun twitter tersebut dan menemukan aktivitas yang mencurigakan. Jika dirinya sendiri tidak yakin dengan dukungan twitter, apalagi Iroha? Fakta kalau Iroha menerima bujukan Hachiman mengarah ke satu hal : Hachiman berhutang budi ke Iroha.








VOLUME 9

  Mudah saja menebak Hachiman akan membantu pekerjaan Iroha karena ada hutang budi. Fakta kalau yang dicari Iroha terlebih dahulu ketika masuk ruangan Klub adalah Senpai (Hachiman), bukan ketua Klub (Yukinoshita-senpai), membuat semuanya menjadi jelas. Iroha datang ke ruangan Klub membawa request, tapi sejak awal berharap Hachiman sendiri yang secara pribadi akan membantunya.

  Jika ada seorang gadis mengatakan "Gadis itu tampaknya nyaman bekerja denganmu..." percayalah...ini tidak akan berakhir dengan baik.

  Fakta kalau Hachiman membujuk Iroha untuk melaju menjadi kandidat Ketua OSIS, jelas untuk menggagalkan Yukino. Membuat dirinya sendiri berhutang budi ke Iroha demi Yukino. Sindiran Yukino itu seperti ultimatum ke Hachiman: "Leave her soon or we done!"

  Yukino juga menjelaskan kalau sesuatu yang dengan mudahnya hancur karena hal kecil seperti ini, berarti sejak awal itu sudah rapuh. Dalam monolog Hachiman, ini mengacu ke hubungan mereka. Yukino meyakini kalau kejadian seperti ini bisa membuat mereka berdua terpecah, berarti hubungan mereka berdua memang sejak awal rapuh.

  Hachiman akhirnya mengakui, semua masalah ini karena dia tidak mampu memahami orang lain. Dengan kata lain, Hachiman tidak tahu kalau Yukino maju menjadi kandidat ketua demi menggagalkan niat Hachiman. Jika mengeliminasi peluang itu, maka Yukino dengan mudah menyimpulkan kalau tindakan Hachiman membujuk Iroha karena Hachiman sendiri bingung dengan Yukino. Yang ada di pikiran Hachiman, mungkinkah Yukino terprovokasi Haruno? Atau Yukino memang ingin menjadi ketua OSIS?

  Jika anda jeli, sebenarnya jika Hachiman paham tujuan Yukino waktu itu, mereka bisa membicarakan ini dengan baik-baik, lalu mencoba membujuk Iroha untuk terus mencalonkan diri.

  Ada sebuah keputusan berani yang diambil Yukino di akhir volume, yaitu Yukino mengatakan kalau permintaan Hachiman tentang gadis yang terbuka kepadanya, sanggup dipenuhi Yukino.

  Yukino memegang tangan Hachiman, lalu meminta Hachiman untuk menolongnya suatu hari nanti. Menceritakan tentang situasi keluarganya, hubungannya dengan Hayama-Haruno, dan juga cita-citanya yang dulu hendak mengejar Haruno. Juga, memberitahu Hachiman tentang apa yang ingin dia selamatkan.

  Jika ada yang bertanya apa permintaan 'tolong' Yukino, saya kira tidak jauh-jauh dari yang terjadi setelah adegan memegang tangan itu. Seputar keluarganya, Haruno dan Hayama.







VOLUME 10

  Karakter Yukino disini berkembang cepat. Jika di volume 7 Yukino hanya memegang lengan Hachiman ketika malam yang sepi di Kyoto, kali ini di kereta yang padat. Yukino sudah berani memegang Hachiman sejak awal masuk kereta hingga turun. Mudah ditebak, Hachiman sendiri tidak keberatan.

  Pernyataan berani juga dikeluarkan Yukino di chapter 4, Yukino mengatakan 'asal ada seseorang yang memahami dirinya ada di sekitarnya, maka dia tidak akan hilang kontrol'. Miura sendiri menegaskan itu tentang pasangan mereka, ini artinya Miura menganggap itu tentang Hachiman dan Yukino, sedang Miura harusnya bersama Hayama. Tapi pengakuan Miura ini bisa dikatakan subjektif, karena Miura memperoleh keuntungan jika Hachiman berpasangan dengan Yukino, yaitu Hayama sudah pasti tidak mungkin ada hubungan spesial dengan Yukino.

  Awalnya, pembaca mengira kalau orang yang 'paham' Yukino itu Yui. Tapi di chapter 6, Yui mengatakan ke Hachiman kalau Yukino selama ini tertutup kepadanya. Dengan kata lain, orang yang dimaksud Yukino pastilah Hachiman, dan Hachiman pasti tahu itu.

  Mengapa Yukino merahasiakan jurusannya dari orangtuanya? Cepat atau lambat, orangtua Yukino pasti tahu, terutama Ayahnya.

  Mari kita analisa pertanyaan di atas. Kita mulai dengan jawaban Yukino: Liberal Art, lalu mengajak Hachiman untuk kuliah di tempat yang sama. Dengan kata lain, Yukino harus merahasiakan jurusannya itu dari orangtuanya, karena jurusan dan universitas Yukino kelak itu tergantung si pria (Hachiman). Karena mereka sepakat akan kuliah di tempat yang sama, maka setelah lokasi Universitasnya disepakati, Yukino baru akan memberitahu orangtuanya.

  Yukino berubah, dia tidak menyalahkan Hayama lagi, juga Yukino meminta maaf karena gosip itu juga membebani Hayama.







VOLUME 11
  Yukino tidak menyukai Isshiki, ini lumrah jika melihat volume 9. Meski tahu kalau Hachiman berniat 'resmi' pacaran ketika kuliah, vol 10.5 chapter 1, Yukino tetap hendak memberi Hachiman coklat Valentine. Kemungkinan besar, Yukino yang hendak bergerak lebih dulu.

  Haruno menjebak Yukino dengan memberitahu Ibunya Yukino pulang larut malam, dan Ibu Yukino melihat Hachiman ada diantara orang yang mengantar Yukino. Mudah saja untuk membuat Ibu Yukino datang ke apartemen Yukino dan menunggu Yukino. Haruno tinggal beritahu kalau satu-satunya orang yang tahu jurusan Yukino adalah seorang pria, kelas 2 SMA Sobu, dan sekarang (larut malam) sedang mengantar Yukino pulang ke apartemennya.

  Mudah saja Ibu Yukino menyimpulkan: pria ini pasti 'ada apa-apanya' dengan Yukino. Tinggal sendirian di apartemen sangat beresiko. Apalagi pria itu penggemar Totsuka.

  Ijin tinggal sendirian dicabut dengan diberlakukannya perintah kalau Haruno selanjutnya akan tinggal bersama Yukino di apartemennya.

  Ditutup, dengan pemberian kue buatan sendiri, yang merupakan request volume 1 chapter 3 oleh Yui kepada Hachiman. Dalam curhatnya ke Yukino di volume 1, Yui mengatakan itu kue untuk pria yang disukainya.

  Disini, apa yang dipercayai Yukino kalau Yui menyangkal mencintai Hachiman karena Hachiman adalah pria penyelamat anjingnya menjadi hancur. Yui benar-benar mencintai Hachiman karena dia penyelamat anjingnya. Hachiman di vol 1 chapter 3 mengatakan itu pertemuan pertama mereka, jadi Yui jelas-jelas menyukai Hachiman karena kecelakaan itu.

  Namun, Yui adalah temannya...

  Hachiman adalah pria yang disukai Yukino...

  Yui menyukai Hachiman...

  Yui mengatakan akan memakai 'hak pemenang sayembara klub' untuk mengambil 'semuanya'...artinya apa yang Yukino miliki juga harus direlakan...

  Hachiman menolak ide Yui untuk menjadikan masalah keluarga Yukino sebagai 'request sayembara klub', Hachiman percaya Yukino bisa menyelesaikan sendiri masalahnya. Masa depan Yukino bukanlah sesuatu yang boleh diputuskan oleh orang lain, terutama pemenang sayembara yang menggunakan penilaian bias Sensei sebagai jurinya.





x x x





1 komentar: