Kamis, 24 Maret 2016

[ REVIEW ] Arc V Oregairu | Episode 9 | Liburan Musim Panas Hikigaya Hachiman

X  X  X

  Note: Ini adalah review yang menggabungkan cerita LN dengan animenya. Jika anda hanya hendak membaca sebatas review anime saja, maka ini bukan bacaan anda.






ARC V
LIBURAN MUSIM PANAS
HIKIGAYA HACHIMAN



  Arc ini mengambil setting volume 5 Light Novel, anda bisa membacanya disini. Volume 5 ini terdiri dari 8 chapter, tetapi hanya dicover dalam 1 episode yang mengambil penutup chapter 5, full chapter 6, dan chapter 8. Well, apa yang bisa anda harapkan dari 1 episode untuk mengcover 1 volume, memilih chapter 6 sebagai menu utama episode merupakan keputusan yang tepat, karena disini terjadi sebuah adegan yang berperan penting dalam hubungan mereka bertiga di klub.

  Liburan musim panas terjadi dari awal Juli hingga akhir Agustus, dua bulan. Setting novel volume 5 terjadi dari awal Agustus hingga akhir Agustus. Setting anime episode 9 sendiri, memakai timeline tengah dan akhir Agustus.

  Banyak sekali adegan LN volume 5 yang tidak dicover di animenya. Diantaranya:
  1. Hachiman tahu makna ekspresi diam Yukino ketika merayakan ulang tahun Yui.
  2. Hubungan Taishi dan Saki, juga bagaimana Taishi ingin seperti Hachiman yang dekat dengan Yukino.
  3. Bagaimana Hachiman menonton bioskop bersama Totsuka.
  4. Hachiman makan ramen bersama Hiratsuka-sensei, bercerita tentang bagaimana nakalnya Haruno ketika di SMA Sobu.
  5. Keinginan Hachiman ketika lulus SMA kelak.
  6. Dst.

  Well, setidaknya anda bisa membaca itu di LN, per chapter tidak begitu panjang, namun menyenangkan untuk dibaca.








Dalam vol 3 chapter 6, Hachiman yang ngotot kalau Yui ini menyukainya karena dia penolong anjingnya, Yui yang ngotot kalau Hachiman salah paham, akhirnya sepakat untuk berdamai atas saran Yukino. Mereka sepakat untuk memulai hubungan dari nol lagi.

Dalam vol 7.5 special, setelah karaoke merayakan ulang tahun Yui, Hachiman kalah dalam permainan quiz dan hukumannya diserahkan kepada yang ulang tahun hari itu, Yui. Lalu Yui meminta Hachiman menggantinya dnegan mengajaknya pergi keluar lagi bersama-sama. Dalam monolognya, Hachiman tahu kalau Yui hendak mengajaknya untuk kencan.

Dalam vol 4 chapter 1, Hachiman bertemu Yui di dekat toko buku. Yui berusaha mengajak Hachiman untuk keluar (lagi) dengan alasan merayakan ulang tahun Hachiman. Tapi, Hachiman tidak mempedulikan ajakan Yui dan melewatkan ulang tahunnya di rumah saja.

Dalam vol 4 chapter 7, Yui (kembali) mengajak Hachiman untuk pergi kencan (lagi). Dalam monolognya, Hachiman mengatakan sudah menetapkan jawaban atas permintaan Yui tersebut.

Kembali ke adegan di atas, vol 5 chapter 5, Hachiman ternyata sudah menolak usaha Yui untuk mengajaknya kencan dengan menggunakan tameng Komachi. Tapi, Komachi disini jelas auto-win dan bisa membaca maksud Yui. Komachi lalu memaksa Hachiman untuk pergi bersama Yui dengan alasan membelikannya makanan khas festival, sementara Komachi sendiri belajar di rumah.



Siapapun itu, gadis dengan Yukata memang terlihat cantik =). Tampilan Yui yang seperti ini memang mempesona, termasuk bagi Hachiman sendiri.



Kapak eksekusi sudah dijatuhkan di adegan ini. Hachiman merasa kalau dirinya pria yang lain, mungkin dirinya akan jatuh hati kepada Yui. Dengan kata lain...Hachiman saat ini (...) terhadap Yui. Anda isi sendiri saja.

  Sebenarnya, saya merasa monolog ini datang terlalu cepat di novelnya. Coba kita pikirkan lagi, ini baru volume 5. Rata-rata LN memiliki volume 11-13. Tapi, melihat volume 7 ternyata Hachiman ditembak oleh Ebina. Lalu volume 9 Kaori juga 'menyerempet' soal keinginan Hachiman yang menyukainya semasa SMP. Belum lagi Yui menegaskan (lagi) kalau pria yang disukainya sejak lama adalah Hachiman di volume 11. Maka saya merasa kalau ini ditempatkan di volume 5 memang sudah tepat, ini seperti awal dari rentetan kejadian-kejadian serupa di volume selanjutnya.






Ada monolog unik disini, dilengkapi dari LN. Hachiman merasa situasi mereka berdua, jalan bersama di festival kembang api, akan membuat si pria merasa kalau gadis di sebelahnya terlihat menyukai dirinya. Jika melihat Hachiman sudah pengalaman dengan suasana dirinya dengan Kaori semasa SMP, mudah saja Hachiman menebak Yui sepertinya ada 'rasa' dengan dirinya.

Ini benar adanya jika mengacu kepada monolog Hachiman sebelumnya di LN. Lalu tebakan Hachiman kalau suasana sekitar bisa memberitahu tanda-tanda orang akan mengatakan perasaannya, vol 7 chapter 8.



Ada yang lucu disini, tapi versi LN. Hachiman memperingatkan Yui kalau permainan seperti ini adalah manipulasi dari pemilik stand permainan. Si pemilik stand melihat perdebatan kecil mereka berdua dan memandang mereka dengan kesal.



Tidak disangka, ternyata mereka berdua bertemu grup Sagami. 

Yui ini sebenarnya ketika kelas 1 SMA, satu grup dengan Sagami, vol 6 chapter 3. Tapi ada sebuah tanda tanya mengapa Yui memilih untuk satu grup dengan Miura ketika kelas 2 SMA meski mereka tetap sekelas.



Sagami melihat Hachiman dengan sinis, dan Hachiman merasa kehadirannya bersama Yui ini akan membuat citra Yui menurun di mata Sagami.  Banyak sekali teori-teori psikologi tentang wanita dan tasnya, tentunya tas ini berarti banyak hal, bisa suami, pendamping, dll. Singkatnya, siapa atau apa yang dibawa oleh si wanita, menentukan derajat sosial dan sifat si wanita. Merasa tidak enak dengan Yui, Hachiman pamit pergi untuk membeli pesanan selanjutnya.



Ketika Hachiman dan Yui kesulitan mencari tempat untuk menonton, mereka bertemu dengan Haruno di tempat VIP. Dengan pengaruh Haruno, mereka bisa mendapatkan tempat duduk  yang strategis untuk melihat kembang api. Menurut Haruno, karena ini disponsori perusahaan keluarganya, dia berada disini untuk mewakili keluarga dan menyambut para undangan. Ketika ditanya keberadaan Yukino, Haruno menjelaskan kalau Yukino memang tidak hadir karena perintah Ibunya, agar para relasi bisnis tidak bingung dengan pewaris usaha keluarganya.



Hal menarik disini, Haruno konsisten mengangggap Hachiman adalah adik iparnya. Ayah Haruno disebut ayah mertua Hachiman, dll. Uniknya lagi, ini pertamakalinya Hachiman mengatakan syarat istri masa depannya: Bisa memasak, bisa mengurus anak, bisa membayar tagihan keluarga. Mungkin sepele, tapi Watari kembali menuliskan syarat pertama tadi di volume 11 di monolog Hachiman, yaitu para gadis harusnya punya kemampuan memasak.



Ini juga menarik, Haruno bertanya ke Yui apakah mereka berdua berkencan? Menurut Haruno, jawaban Yui mencurigakan.

Situasi ini juga menguatkan dugaan Haruno ketika memberitahu Hachiman mengenai hal genuine di vol 11 chapter 6, dan mempertanyakannya lagi.



Haruno mengatakan jika benar seandainya Hachiman-Yui berpacaran, maka sekali lagi Yukino tidak terpilih. Tapi...apa maksud Haruno ini? Kalau menelusuri percakapan mereka, ini bisa berarti yang pertama adalah masalah 'anak utama' alias pewaris utama bisnis, Ibu mereka memutuskan kalau Haruno pewarisnya.




Disini, ada fakta baru muncul. Yaitu Haruno kuliah di MIPA, univ. sains dan teknologi di pusat kota Chiba. Haruno sebenarnya punya jurusan kuliah yang dia inginkan, tapi Ibunya memutuskan Haruno harus masuk jurusan tersebut. Haruno mengikuti pilihan masa depan dari Ibunya tersebut. Haruno juga tidak kaget ketika Yui mengatakan Yukino MUNGKIN SAJA memilih jurusan sama dengan Haruno. Menganggap bahwa Yukino hanya berusaha mengejar bayang-bayangnya.
   Keterangan di atas merupakan dasar konflik di volume 10, selain request Miura. Ibu dari Yukino dan Haruno selalu ikut campur dengan pilihan jurusan kuliah kedua putrinya. Namun, Haruno tentu saja kaget di volume 10, karena Yukino yang harusnya mengikuti 'tradisi' menurut dengan pilihan Ibu, membuat keputusannya sendiri tentang kemana masa depannya kelak.




Disini, konfirmasi tentang penumpang mobil yang menabraknya adalah Yukino telah Hachiman dapatkan.



Ada yang unik lagi dalam monolog Hachiman di adegan ini. Setelah Yui meminta Hachiman agar menolong Yukino, Hachiman menolak ide itu. Menurutnya, masalah keluarga Yukino bukanlah sesuatu dimana dia bisa ikut campur, itu adalah garis yang tidak boleh Hachiman lewati.

Lucunya Hachiman mengatakan dalam monolog: Apa memang mungkin nantinya Yukinoshita punya masalah keluarga, lalu datang kepadaku dan meminta bantuanku, atau aku dengan sadar melewati garis itu untuk menolongnya.

  Monolog Hachiman di atas, benar-benar terjadi di volume-volume selanjutnya. Yukino benar-benar terjebak dalam masalah keluarga, Yukino benar-benar meminta Hachiman agar suatu hari nanti menolongnya.





Yui mulai membahas bagaimana Hachiman yang baik, akan menolong siapapun, takdir akan tetap membawa Yui bertemu dengan Hachiman meski tabrakan tidak terjadi...Kita bisa menebak ini akan kemana. Meski, kita juga tahu apa jawaban Hachiman. Diluar dugaan, Hachiman memotong Yui yang hendak mengatakan sesuatu dengan menanyakan Yui apakah Yakin untuk tidak mengangkat telepon itu?
   Ini sangat sederhana. Hachiman tidak mencampuri urusan pribadi, termasuk HP pribadi orang lain. Bahkan di volume 4 chapter 2 ketika Sensei menelponnya berkali-kali untuk memberitahunya mengenai perkemahan Chiba, Hachiman sendiri tidak mau mengangkatnya, yep bahkan Hachiman masa bodoh dengan HP-nya sendiri. Mengapa Hachiman sampai sejauh itu peduli dengan HP Yui yang bergetar? Kecuali...momen itu sengaja dilakukan untuk mengalihkan apa yang hendak Yui katakan.

  Menurut istilah populer di internet, ini bukanlah 'rocket science'. Hachiman tahu betul situasi orang yang hendak menembak, karena dia pernah menjadi orang itu. Jika Hachiman menyukai Yui, maka Hachiman akan membiarkan Yui meneruskan kata-katanya.

  Dalam vol 6.5 chapter 8, Yui kembali mengatakan pengandaian yang hampir sama ketika bekerja bersama Hachiman di kepanitiaan. Namun kali ini, Yui mengakhiri pengandaiannya dengan 'aku harusnya melakukannya'. Hachiman terasa 'shock' mendengar itu dari Yui, karena jelas ini mengingatkan tentang kejadian ini. Yui merasa, dia harusnya mengatakan perasaannya kepada Hachiman, tapi Hachiman memaksa kejadian ini untuk gagal.




Ada adegan yang tidak dicover, yaitu chapter 7, dimana Hachiman mengumpulkan berbagai informasi yang didapatnya. Masalahnya, animenya tidak menampilkan chapter 1-5, sehingga ada benarnya jika tidak menampilkan adegan tersebut.




Hachiman bertemu Yukino di tangga. Oke, ini bukan 'rocket science', kau tidak akan menoleh ke bawah tangga ketika naik tangga, kecuali kau menunggu seseorang.  Yukino sengaja menunggu Hachiman, Yukino tahu dari Haruno kalau Hachiman mengetahui kebenaran tabrakan itu. Jika Yukino sengaja menunggu, maka Yukino ingin menjelaskan hal tersebut kepada Hachiman.



Namun, Hachiman memotong Yukino dengan topik kegiatan klub. Jelas, Hachiman tidak mengharapkan penjelasan apapun. Bagi Hachiman, Yukino tidak salah karena dia hanya penumpang. Mereka juga tidak pernah membahas kecelakaan itu. Yang salah hanyalah dirinya sendiri, menganggap Yukino adalah gadis yang akan selalu terbuka kepadanya.



Sikap keras kepala Hachiman ini luluh di arc selanjutnya, Hachiman memutuskan untuk mengklarifikasi kecelakaan itu di volume 6 chapter 10. Hachiman mengatakan tidak mempermasalahkan lagi masalah kecelakaan itu, masalah Yukino tidak mengenalinya, dll.



x  x  x


Tidak ada komentar:

Posting Komentar