Senin, 01 Februari 2016

[ REVIEW ] Oregairu Zoku Arc III | Episode 6 - 10 | Volume 9 : Event Kolaborasi Natal

  Dalam anime zoku, ini termasuk arc terpanjang (lima episode). Sedang versi LN-nya sendiri, ini juga termasuk volume dengan isi terbanyak (11 chapter). Volume 6 yang berisi arc Festival Budaya juga berisi 11 chapter. Volume 6 dan 9 juga menjadi volume favorit saya. Meski volume 9 tercover dalam 5 episode, harus diakui masih banyak adegan di LN-nya sendiri yang belum bisa ditampilkan di anime.


Note: Ini adalah review anime yang menggabungkan dengan LN-nya. Jika anda murni hanya ingin membaca review animenya, maka ini bukan bacaan untuk anda.





ARC III

EVENT KOLABORASI NATAL



  Arc ketiga ini, mengcover volume 9 novel, anda bisa membaca volume 9 disini. Timeline arc ini berada pada dua minggu sebelum Natal hingga satu hari sebelum Natal. Tamanawa, ketua OSIS SMA Kaihin, merupakan ketua OSIS yang baru dilantik dan event ini juga merupakan event pertamanya. Begitu pula Iroha, ini merupakan event pertamanya sebagai ketua OSIS SMA Sobu. Berbeda dengan Iroha yang kelas 1, wakil ketua OSIS SMA Sobu merupakan siswa kelas 2, Hachiman sendiri mengenalinya sebagai "siswa yang sering dia lihat di lorong". Uniknya, si wakil ketua ini punya "skandal percintaan" dengan sekretaris OSIS SMA Sobu (gadis yang memakai kacamata). Si sekretaris ini adalah siswa kelas 1, mungkin satu-satunya alasan si wakil ketua mau menjabat karena bisa berdekatan dengan si sekretaris ini (masuk akal), meskipun ketuanya merupakan adik kelas sendiri. Masalah percintaan antara wakil ketua dan sekretaris ini ada di volume 10.5.

  Jika merunut volume 8 chapter 3, SMA Kaihin merupakan gabungan dari 3 SMA swasta. Pemerintah menggabung SMA tersebut dan membuat SMA baru di sebuah lahan yang awalnya adalah sebuah bimbingan belajar yang besar. Karena itulah, SMA Kaihin bisa dikatakan SMA "besar" karena jumlah siswa gabungan 3 SMA dan fasilitas yang modern. Sebenarnya, jarak SMA Kaihin dengan kompleks perumahan Hachiman jauh lebih dekat daripada ke SMA Sobu. SMA Kaihin bisa ditempuh dengan sekali naik bus , sedang SMA Sobu harus naik bus sekali dan naik kereta sekali. Namun tentunya, karena harus menghindari Kaori dan kemungkinan besar Kaori akan memilih SMA Kaihin, Hachiman harus mengungsi ke SMA Sobu yang memiliki kesan elit dan prestisius dari segi akademis.






Dalam chapter 0 ada monolog Hachiman yang tidak ditayangkan di animenya. Dalam chapter 0 tersebut, setelah pemilihan OSIS, Hachiman terus melihat ekspresi Yukino. Merunut volume 3 chapter 4, Hachiman mengatakan tahu senyum yang mana dari Yukino, senyum yang dia anggap asli. Namun, senyum itu tidak pernah dia lihat lagi paska darmawisata hingga saat ini. Ketika Hachiman berusaha memalingkan pandangannya agar tidak melihat Yukino, wajah Yukino selalu ada di pikiran Hachiman. Well, mungkin ini terkesan hanya karangan saya saja, tapi ini memang benar adanya terdapat di volume 9 chapter 0.



Satu hal yang tidak dijelaskan di animenya tapi ada di LN, yaitu mengapa Hachiman di episode 6 zoku melirik ke arah grup Miura (yang membuat Yui tidak nyaman). Menurut volume 9 chapter 1, Hachiman sebenarnya melirik ke arah paha Miura. Para gadis di kelas 2F memakai "celana pendek ekstra" karena masuk musim dingin, sedang Miura tidak memakainya, mungkin untuk memamerkan pahanya kepada Hayama. Juga, Hachiman penasaran terhadap celana dalam "pink" Miura yang tempo hari dia lihat. Sad but true, MC kita adalah pria mesum. Disini Yui juga melakukan langkah yang baik dengan mengajak Hachiman ke klub bersama-sama, meski Hachiman hanya mau menunggunya di ujung lorong.



Iroha datang ke klub dan membawa request. Iroha menerima surat permintaan dari OSIS SMA Kaihin agar bisa berkolaborasi di event Natal. Karena menganggap ini adalah event yang terlalu besar dan merupakan event pertamanya, Iroha berkonsultasi dengan Hiratsuka-sensei yang berujung dengan menyuruh Iroha datang ke klub relawan. Hachiman melihat request ini sebagai kabar buruk karena request kegiatan OSIS bisa mengingatkan kembali Yukino akan kacau-balaunya pemilihan ketua OSIS tempo hari. Juga, ekspresi kosong Yukino yang dianggap "tidak siap" untuk menerima request dalam waktu dekat. Dengan pertimbangan tersebut, Hachiman menggunakan alasan kalau "ini adalah sesuatu yang Isshiki harus kerjakan sendiri, klub bukan "kontraktor swasta kegiatan OSIS". Hachiman memakai alasan itu untuk mengusir Iroha keluar ruangan.



Di luar, Hachiman yang tidak enak melihat masalah Iroha, karena gara-gara Hachiman maka Iroha jadi ketua OSIS, menawarkan membantu Iroha secara pribadi. Ternyata, Iroha memang sejak awal berencana meminta bantuan Hachiman secara pribadi.  Diketahui pula, ternyata rapat dengan SMA Kaihin sudah berjalan beberapa hari, artinya ada sebuah masalah sehingga Iroha mencari bantuan orang luar.



  Ini unik, karena harusnya Iroha menggunakan peluang ini untuk meminta bantuan Hayama. Mengapa Iroha memanfaatkan ini untuk meminta bantuan Hachiman? Jika kita merunut arc sebelumnya, Iroha ini "sedang mencari cintanya". Kemungkinan besar, Iroha melihat ini sebagai peluang untuk mengenal lebih dekat Hikigaya Hachiman. Iroha setiap harinya bisa bertemu dengan Hayama di klub sepakbola, tapi tidak dengan Hachiman. Dengan asistensi Hachiman, maka Iroha bisa bertemu Hachiman setiap harinya. Ini dikuatkan dengan fakta voume 10 ke atas, Iroha seperti anggota ke-empat klub dengan hampir setiap hari mampir ke klub relawan. Kemungkinan besar untuk bertemu dan lebih dekat dengan Hachiman.




Saya cukup menyukai ekspresi Iroha untuk pertamakalinya ketika Hachiman menawarkan untuk membawa tas belanjaan Iroha. Buat yang penasaran mengapa harus belanja snack dan minuman? Merunut volume 9, snack dan minuman para peserta rapat disediakan oleh pihak SMA Kaihin sebagai tuan rumah. Namun Iroha merasa kurang pantas jika SMA Sobu tidak menyediakan sendiri ransum mereka.



Cara perkenalan Tamanawa ala pejabat penting. Disini, Hachiman diperkenalkan oleh Iroha sebagai sukarelawan yang akan membantu pekerjaan kasar event kolaborasi mereka.



Ternyata, disini Hachiman bertemu dengan Kaori. Sama seperti Hachiman, Kaori juga diajak seseorang untuk membantu event kolaborasi ini. Jika kita merunut volume 11 chapter 5 (Tamanawa gusar ketika tahu Kaori hendak memberikan coklat valentine ke Hachiman), kemungkinan besar yang mengajak Kaori ke rapat adalah Tamanawa.



Ternyata, rapat tersebut belum memutuskan satupun kegiatan yang akan mereka lakukan. Isi pembicaraan rapat tersebut adalah brainstorming alias mencari ide-ide terlebih dahulu. Yang membuat Hachiman kesal, rapat ini sudah berlangsung beberapa hari, tapi tidak ada satupun keputusan tentang jenis kegiatan yang akan dilakukan. Padahal, Natal akan tiba kurang dari dua minggu. Plus, di rapat ini pihak SMA Kaihin menggunakan kata-kata asing untuk mengungkapkan pendapat mereka.



Esok harinya, rapat ternyata sama saja, isinya brainstorming (lagi). Tamanawa beralasan kalau para peserta rapat yang banyak harusnya bisa menghasilkan ide-ide yang bagus, sangat sayang jika tidak didengarkan dan dipertimbangkan. Lalu, ada ide dari pihak Kaihin untuk menambah pesertanya dengan menyertakan pihak lain, seperti universitas atau SMA lain bergabung. Menurut Hachiman, ini tidak masuk akal. Kegiatannya sendiri tidak jelas apa yang akan dilakukan, malah menambah peserta rapatnya, sedang waktunya terus mepet dan semakin dekat dengan Natal.



Akhirnya, dengan prinsip "dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung", Hachiman berusaha membujuk peserta rapat untuk tidak menambah peserta rapatnya dengan "gaya main" mereka. Hachiman mengatakan kalau mengajak SMA lain, maka tujuan kegiatan dimana untuk mempererat hubungan SMA Kaihin-Sobu tidak akan tercapai. Jika mengajak mahasiswa, maka posisi mereka sebagai pelaksana akan sedikit dibawah mahasiswa tersebut, karena bagi siswa SMA para mahasiswa tersebut adalah senior alias senpai. Alasan tersebut terdengar masuk akal bagi Tamanawa, dan memutuskan untuk mengajak peserta dari SD terdekat untuk terlibat.



Sebenarnya, adegan di atas penuh dengan makna. Pertama, Kaori menanyakan motif Hachiman membantu Iroha. Kaori menduga Hachiman membantu Iroha karena sedang PDKT dengan Iroha, alias Hachiman sedang bertengkar dengan pacarnya (yang diduga Yukino). Hachiman menegaskan kalau dia membantu karena diminta tolong Iroha dan dia masih single. Kedua, Kaori mencoba menegaskan hubungan Hachiman dengan kedua gadis tempo hari, dan dijawab kalau mereka hanyalah teman klub.



  Kita semua tahu, kalau lama tidak bertemu dan lantas menanyakan hal-hal pribadi merupakan sesuatu yang kurang pantas, tapi tidak jika kita memang tertarik ke orang tersebut. Misalnya anda baru bertemu dengan teman lama yang sudah 2 tahun tidak bertemu, dan yang anda tanyakan ketika hanya berdua adalah apakah si A itu pacarnya? Saya rasa, paling tepat jika Kaori menanyakan mengapa Hachiman memilih SMA Sobu, mengapa jarang melihatnya di kompleks perumahan, dll. Tapi jika Kaori langsung bertanya tentang "status" Hachiman, ini mengindikasikan kalau sedikit banyak, Kaori memang ada ketertarikan dengan Hachiman. Mungkin bagi Kaori, pria pintar+teman-temannya orang populer di sekolah+pintar berorganisasi merupakan paket komplit yang sayang sekali untuk dilewatkan. Terlebih lagi, pria tersebut dulu menyukainya dan sekarang single!




Hachiman mencari alasan "legit" agar bisa pulang lebih dulu dan menghadiri rapat di community center. Hachiman beralasan karena Komachi sebentar lagi ujian, Hachiman harus menggantikan Komachi untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Di LN, Ibu Hachiman meminta Hachiman untuk memesankan paket Natal di KFC yang biasanya ditangani oleh Komachi.



Sebenarnya, mengajak Hachiman pergi bersama ke klub adalah langkah yang baik untuk membuat mereka berdua lebih dekat. Tapi kalau kita cermati, Hachiman tidak merubah pendiriannya dan tetap menunggu di pojokan lorong, bahkan hingga volume 11 tetap disana. Mungkin ada baiknya Yui langsung menghampiri Hachiman dan berangkat bersama ketika jam pulang sekolah, tapi ini situasi yang mustahil. Karena Yui harus beramah-tamah dengan Miura, pimpinan grupnya.



Yui bertanya kepada Hachiman apakah mungkin Yukino sebenarnya ingin menjadi ketua OSIS? Ekspresi Yukino yang kosong belakangan ini membuat Yui berpikir seperti itu. Hachiman, sebenarnya di arc sebelumnya punya dugaan seperti itu, tapi hati Hachiman sendiri meragukan hal itu.


  Kalau Yui jeli, sebenarnya Hachiman ini terlihat "kosong". Namun karena sehari-harinya memang "kosong" maka Hachiman dianggap wajar. Di LN, Hachiman terus dihantui perasaan ragu tentang semua tindakannya selama ini. Namun tentunya, Yui tidak akan berpikir sejauh itu...Hingga Yui sadar ada sesuatu diantara mereka berdua yang Yui sendiri tidak tahu.





Iroha belum datang ke Community Center, wakil ketua OSIS mengatakan mungkin Iroha masih di klub sepakbola. Hachiman lalu mencoba menyusul Iroha ke klub sepakbola dan bertanya kepada Hayama. Ternyata, Hayama tahu kalau Hachiman sedang membantu Iroha dan ada permasalahan serius di event yang sedang ditangani pengurus OSIS.



Hachiman mempertanyakan Hayama, mengapa tidak membantu Iroha jika tahu dia sedang kesulitan. Hayama mengatakan kalau Iroha meminta bantuan Hachiman, bukan dirinya. Hayama juga mengatakan "entahlah..." ketika ditanya apakah Hayama mau membantu Iroha jika dia yang diminta. Hayama menutup pembicaraan mereka dengan mengatakan "Aku tidaklah sebaik yang kau kira".


  Satu-satunya alasan mengapa Hayama tidak mau turun tangan meski tahu Iroha sedang kesulitan adalah karena Hayama menganggap Hachiman sebagai rival. Permasalahan ini terang-benderang di arc selanjutnya.





Sama seperti Hachiman, ternyata Iroha mampir ke klub sepakbola untuk meminta ijin tentang kehadirannya di kegiatan OSIS yang menyita waktu klubnya. Melihat Hachiman mencarinya, tampaknya Hachiman mendapatkan tambahan Iroha poin!



Siswa-siswa SD yang direncanakan membantu ternyata sudah datang, dan SD tersebut adalah SD-nya Tsurumi Rumi. Diluar dugaan, Tamanawa hanya menyambut mereka dan menyerahkan para siswi SD tersebut ke pihak SMA Sobu. Karena tidak diputuskan akan melakukan kegiatan apa, pihak SMA Sobu-pun bingung akan meminta siswi SD untuk melakukan apa. Akhirnya, Hachiman berpikir kalau tema kegiatan mereka adalah event Natal, maka pasti dibutuhkan hiasan Natal. Akhirnya, para siswa SD dimintai tolong untuk membuatkan hiasan Natal.


  Dalam adegan ini, Hachiman menyadari kalau Rumi ternyata masih tetap menjadi penyendiri setelah kejadian di perkemahan Chiba. Ini juga menambahkan suatu pertanyaan besar kepada Hachiman mengenai metodenya selama ini. Apakah benar yang sudah dia lakukan selama ini...?





Hachiman mencoba bernegosiasi dengan Tamanawa. Hachiman menekankan kalau mereka membutuhkan sebuah keputusan tentang kegiatan apa yang akan dilakukan. Tamanawa memberikan janji kalau jenis kegiatan adalah yang akan dibahas dalam rapat kali ini. Merasa mendapatkan jaminan, Hachiman merasa tenang mendengar hal itu.



Memang benar, ternyata Tamanawa mulai membahas kegiatan yang akan dilakukan. Dari konser musik, musikal, orkestra, dll. Tapi kenyataannya, Tamanawa meminta para peserta rapat untuk membahas ide tersebut satu-persatu. Benar, SATU-PERSATU! Anda hitung saja ada berapa ide pada gambar di atas. Membahasnya satu-persatu bukanlah ide yang bagus karena waktu yang mepet. Tamanawa beralasan kalau semua ide ini sangat bagus dan harus dibahas oleh semua peserta rapat.



Ada hal penting disini dimana animenya tidak menampilkan. Totsuka meminta Hachiman agar menganggap dirinya juga sebagai teman Hachiman yang sebenarnya. Totsuka merasa iri dengan Zaimokuza yang Hachiman libatkan lebih dalam dalam berbagai operasi ilegal, sedang Totsuka tidak. Keinginan Totsuka ini dipenuhi di arc selanjutnya, dimana Hachiman meminta tolong Totsuka untuk melakukan Mission Impossible:Sabotase Marathon Chiba.



Menghadapi suasana awkward dengan Totsuka, Hachiman menawarkan untuk membelikan es krim di bawah. Karena antrian yang padat, Hachiman akhirnya keluar restoran sebentar dan merenung. Dia merenungkan berbagai masalah yang dihadapinya. Dari Iroha, Yui, dan Rumi. Hachiman menyebut sesuatu yang spesial dengan masalah Yukino. Mengapa Yukino mendapat tempat yang spesial bagi Hachiman? Saya akan menyerahkan jawaban ini kepada pembaca, karena ini adalah sesuatu yang kita semua tahu jawabannya apa, tapi kadang para pembaca hanya ingin melihat apa yang ingin pembaca lihat.



  Becanda, Yukino ada dalam kasus "spesial" karena apa yang Hachiman lakukan saat ini dan kasus pemilihan ketua OSIS lalu adalah demi Yukinoshita Yukino. Ini terkonfirmasi di pembahasan berikutnya.




Ketika sedang berjalan di bawah hujan deras dan menuju Community Center, Hachiman bertemu Iroha dan Kaori. Iroha sempat bertanya apa hubungan Kaori dan Hachiman, meski sempat menyinggung ada "sedikit" insiden ketika SMP yang tentunya akan berujung ke "insiden itu". Ternyata, Kaori berhenti membalas insiden itu. Ini membuat Hachiman penasaran. Di LN, Kaori juga mengatakan kalau dia khawatir tentang rapat event yang tidak menghasilkan keputusan. Kaori mengatakan kalau Tamanawa masih kurang pengalaman dalam OSIS, dan meminta tolong apakah Hachiman bisa mengajak Hayama/ Yukino/ Yui untuk membantu rapat. Tentunya, jawabannya...tidak.



Hachiman mencoba mengingatkan Tamanawa lagi kalau waktunya sudah "mepet", alokasi dana juga harus realistis. Jawaban Tamanawa selalu sama : Oleh karena itu kita pikirkan BERSAMA-SAMA bagaimana agar bisa tepat waktu. Oleh karena itu kita pikirkan BERSAMA-SAMA bagaimana caranya agar dananya tercukupi. Semua serba bersama-sama.



  Sebenarnya, hanya bagi yang jeli saja, keadaan rapat ini adalah satir yang cukup menusuk tentang kondisi Hachiman saat ini. Tamanawa tidak bisa mengambil keputusan sepihak karena takut jika event gagal, maka dia yang akan disalahkan. Oleh karena itu, Tamanawa ingin semua hal yang dilakukannya berdasarkan kesepakatan. Toh, jika gagal, nantinya tidak akan ada seorangpun yang menyalahkannya, karena ini adalah hasil kesepakatan bersama. Tamanawa berusaha menciptakan sebuah kegiatan ideal dimana tidak ada seorangpun yang keberatan, tersinggung, ataupun disalahkan. Sebuah dunia ideal dimana tidak ada seorangpun yang terluka. Sudah mirip dengan Hachiman?

  Hachiman berusaha menciptakan dunia dimana tidak ada yang terluka. Mencegah Yui menembaknya di festival kembang api agar Yui tidak terluka. Menjadikan dirinya sendiri cemoohan agar Sagami lolos dari caci-maki festival budaya. Menjadikan dirinya sendiri korban di penembakan Ebina agar grup Miura dan Hayama tetap solid. Menjadikan dirinya sendiri penjahat di pemilihan ketua OSIS. Dan terakhir, menolong Iroha sendirian agar Yukino tidak terluka (lebih jauh). Masalahnya adalah...bagaimana jika orang yang ingin Hachiman tolong tersebut adalah orang yang Hachiman lukai akibat tindakan-tindakannya di masa lalu? Sampai kapan ini akan bertahan?






Marinpia, adalah sebuah kawasan pertokoan dengan satu mall utama, berada di dekat stasiun Chiba. Hachiman yang setiap harinya lewat Stasiun Chiba, mampir ke Mall Marinpia untuk memesan KFC paket Natal atas permintaan Ibunya. Sepulang dari KFC Marinpia, Hachiman bertemu dengan Yukino yang pulang sehabis berbelanja buku.



Secara garis besar, Yukino tahu kalau Hachiman melakukan request Iroha. Tapi mengapa Yukino baru membahas ini ketika ada momen berdua dengan Hachiman, tidak ketika sore hari dimana ada Hachiman, Yui, dan Yukino di ruangan klub? Satu-satunya alasan logis adalah karena ini masalah pribadi antara Yukino dan Hachiman, bukan masalah klub. Hachiman berusaha membela diri dengan mengatakan kalau dia melakukan request ini sendirian karena memang sejak awal Hachiman sendirian, jadi wajar kalau Hachiman melakukannya sendiri.



Hachiman juga membahas tentang majunya Yukino menjadi kandidat ketua OSIS tempo hari, bukankah hal tersebut juga bentuk keegoisan Yukino? Yukino beralasan kalau dia maju menjadi kandidat waktu itu sebenarnya hanya pura-pura kuat menjalaninya, tapi Yukino tidak menjelaskan lebih lanjut apa maksudnya. Setelah itu, Yukino meminta Hachiman tidak perlu pura-pura peduli dengan klub dengan hadir setiap hari dan pulang lebih awal. Hachiman lebih baik vakum dari klub sampai masalah request Iroha selesai. Ada monolog LN tidak ditampilkan dalam animenya, yaitu ketika Hachiman memikirkan kata-kata Yukino tentang hal berharga yang dihancurkan Hachiman. Hachiman mengakui sendiri kalau itu adalah sebuah ikatan hubungan antara Yukino dan Hachiman yang mereka percayai bersama, lalu hancur karena sikap Hachiman di penembakan Ebina.



Di LN, Hachiman terus duduk dan melihat ke arah dimana Yukino pergi...sambil sesekali melihat ke arah arlojinya. Seperti...berharap kalau Yukino akan kembali ke arahnya dan berbicara kepadanya lagi...



  Mari kita to the poin, Yukino tidak akan menyebut "Isshiki-san pasti merasa nyaman jika bekerja bersamamu", kecuali jika Yukino cemburu kepada Isshiki. Harusnya Yukino cukup stop "Aku tahu Isshiki-san sedang bekerja bersamamu" seperti apa yang dikatakan Yui sepulang sekolah. Melihat Yukino hanya bisa mengatakan ini ketika ada momen berdua dengan Hachiman, kesimpulan ini menjadi masuk akal. Masalahnya, Yukino meminta Hachiman membaca tanda ini, dan ini adalah hal yang sia-sia. Hachiman tidak mampu membaca "kode-kode" terselubung semacam ini. Jika bisa, maka insiden dengan Kaori tidak akan pernah terjadi.

  Adegan ini juga menegaskan bahwa sebenarnya Yukino tidak ingin menjadi ketua OSIS, tapi Yukino menguatkan dirinya sendiri kalau dia bisa. Jika Yukino tidak ingin menjadi ketua OSIS, tidak masuk akal rasanya melakukan ini demi terpenuhinya request. Ingat, volume 6.5 dan 7.5 ada request yang tidak selalu dipenuhi penyelesaiannya oleh klub relawan. Jadi alasan untuk maju jadi ketua karena satu-satunya solusi adalah tidak masuk akal. Provokasi Haruno? Di festival budaya, bahkan ketika Haruno "mengadu" ke Hachiman kalau Yukino jahat karena tidak memperbolehkannya mengisi acara, Yukino tetap tidak memberinya ijin. Dengan begini, terbuka opsi ketiga yaitu opsi yang selama ini Hachiman selalu ingkari kebenarannya, "tidak akan ada gadis di dunia ini yang akan berkorban untuknya", alias Yukino melakukannya untuk menghentikan aksi Hachiman menjadi jurkam hitam Iroha.

  Namun sekali lagi, yang Yukino harapkan adalah Hachiman mengerti apa maksud kata-katanya. Kenyataannya, Hachiman tidak bisa memahami sepenuhnya. Selama ini, Hachiman hidup dengan menggantungkan orang lain untuk bisa memahaminya, seperti Yukino dan Yui. Hanya sedikit yang Hachiman benar-benar pahami tentang para gadis tersebut. Namun, di ending arc II, Hachiman berharap kalau suatu hari nanti akan ada masanya dia dan Yukino memiliki rasa kesepahaman, dimana Yukino akan terbuka kepadanya. Akankah, hal tersebut memang menjadi nyata...?




Hachiman yang sedang berjalan pulang dari Marinpia, bertemu Hiratsuka-sensei dengan mobil sportnya. Sensei lalu mengajak Hachiman ke pinggir jalan pelabuhan dekat Lalaport, Pelabuhan Tokyo. Mereka membahas apa yang terjadi dengan Hachiman. Sensei mengatakan kalau Hachiman tidak bisa memahami apa yang terjadi karena ini masalah perasaan, dan Hachiman berpikir dengan logika. Sensei memberi petunjuk dengan bertanya apakah Hachiman membantu Iroha kali ini demi klub atau Yukino? Lalu datanglah kata-kata kunci di LN ini, "Karena orang itu sangat penting bagimu, sehingga kau tidak ingin melihatnya terluka".



Sensei juga mengatakan kalau itu juga berlaku dengan bagaimana Yui mengkhawatirkan Yukino. Agar perasaan itu benar-benar tulus, maka Hachiman harus merasakan kekhawatiran, terus berpikir tentangnya, melakukan itu demi dirinya. Memang, banyak yang bisa menjadi orang "yang melakukan sesuatunya demi Yukino". Tapi, Sensei berharap orang yang akan berjalan bersama Yukino adalah Hachiman. Berjalan bersamanya sehingga Yukino akan terbuka dengan dirinya, yang selama ini selalu tertutup. Sensei mengatakan kalau momennya adalah sekarang, karena mereka masih muda, kesalahan adalah bagian dari masa muda, tidak masalah jika salah. Juga, ini mengindikasikan kalau apa yang Hachiman alami saat ini juga terjadi ketika Sensei masih muda dulu.


  Dalam vol 2 chapter 5, Sensei mengatakan ke Hachiman kalau masuknya Yui menjadi anggota klub relawan membuat "kalkulasinya" menjadi tidak terkendali. Ini mengindikasikan kalau Sensei memang memiliki rencana terhadap Hachiman dan Yukino di klub. Arc ini membuka dengan jelas apa rencana sensei. Sensei berharap Yukino bisa "berteman" dengan Hachiman karena sama-sama "antik" dan penyendiri, dengan begitu Yukino yang tertutup akan membuka dirinya. Ini dikuatkan dengan dialog Sensei di vol 11 chapter 5, menyindir Hachiman yang emosi mendengar kabar Yukino memberi Hayama coklat valentine. "Orang yang tiba-tiba berhenti berjalan hanya untuk melihat jejak-jejak orang yang sedang berjalan, ketika menelusuri jejak-jejaknya, dia merasa kalau dulunya dia dikhianati".

  Menurut saya, ini turning point yang sangat penting di cerita utama novel. Sensei berusaha menyadarkan Hachiman kalau Hachiman sebenarnya memiliki perasaan lebih dalam dengan orang yang Hachiman pedulikan. Hachiman takut memikirkan itu dengan perasaan karena takut salah paham, takut jika apa yang dia rasakan itu salah sehingga menjadi insiden "Kaori 2.0". Sensei berusaha meyakinkan kalau itu tidaklah masalah, karena Hachiman adalah anak muda, wajar jika dia salah. Karena itulah, ini adalah momen yang tepat.

  Buat yang belum tahu, ataupun cuma penonton animenya, Hachiman ketika mendengar Hayama pernah menerima coklat valentine dari Yukino mengepalkan tangannya secara spontan (vol 11 chapter 5). Silakan anda artikan sendiri...Ini adalah poin dimana saya sendiri mungkin akan dilabeli sesuatu, padahal itu memang tertulis di novelnya sendiri.





Hachiman memikirkan banyak hal dan tidak serta-merta mengiyakan kata-kata Sensei. Hachiman menyimpulkan kalau tindakannya di pemilihan ketua OSIS bukan karena permintaan Komachi, tapi karena pada dasarnya Hachiman ingin melakukan itu. Juga, Hachiman mengakui kalau hubungan yang tulus itu pernah dia miliki di masa lalu. Jika mengacu ke monolog-monolog arc II, maka orang yang Hachiman anggap dulu pernah memiliki hubungan genuine/tulus dengannya adalah Yukinoshita Yukinoo.



Esoknya, Hachiman berusaha memecahkan masalahnya satu-persatu. Pertama, mengembalikan masalah event kolaborasi Natal ke klub relawan, karena dia sendiri tidak mampu mengatasinya. Hachiman kali ini bertindak sebagai klien, bukan member klub. Namun, Yukino mencoba memberitahu Hachiman soal prinsip hidupnya yang Hachiman katakan semalam, "ini adalah masalahku, maka aku harus menyelesaikan sendiri". Yukino mencoba menekankan prinsip hidup Hachiman selama ini, yaitu berjalan dengan apa yang dia yakini. Merasa kalau semua idealisme "palsunya" semalam menjadi senjata makan tuan, Hachiman mengurungkan niatnya. Tapi, Yui mengatakan ini kemajuan karena Hachiman mau menceritakan masalahnya. Yui berharap Hachiman setelahnya mau terbuka seperti itu kepada mereka.



Sebenarnya, gambar sudah berbicara lebih dari kata-kata. Dua orang ini tahu apa yang terjadi, tapi gengsi untuk terus terang. Namun, apa yang dikatakan Yui sebenarnya tidak menyentuh permasalahannya. Hachiman selama ini diteror oleh salah paham dengan gadis, bukan masalah Hachiman terbuka atau semacam itu. Yukino terdiam karena tahu ini menyangkut apa yang mereka bicarakan semalam, menyangkut Hachiman yang bingung mengapa dirinya maju jadi kandidat ketua. Hachiman terus menolak keinginan Yui yang mengatakan kalau mereka harus menceritakan masalahnya, sehingga tidak ada lagi tanda tanya. Namun, ini bukanlah yang diinginkan Hachiman. Karena manusia akan selalu mendengar apa yang ingin mereka dengar, bukan ingin mendengar kebenaran.



Hachiman berkeinginan agar dia memiliki hubungan yang tulus, dimana dia tidak akan lagi diteror salah paham. Hal ini populer dengan sebutan Genuine oleh Hachiman. Saya cukup paham rasanya mengapa Hachiman sampai menangis, karena inilah yang selama ini menghantui Hachiman. Berawal dari insiden Kaori, insiden nice girl Yui, insiden dengan Ebina di atap stasiun Kyoto, dll. Merasa bersalah karena tidak bisa membaca maksud sebenarnya dari apa yang diinginkan para gadis-gadis ini darinya. Lalu, Yukino tiba-tiba meninggalkan ruangan dan lari ke atap gedung.


  Saya pikir, apa yang diinginkan Hachiman sangat jelas. Tapi pertanyaannya, mengapa Yukino lari ke atap? Ternyata, jawabannya ada di monolog volume 8 atau arc II. Hal genuine itu bukanlah hal yang Hachiman sendiri inginkan, tapi Yukino sebenarnya menginginkan itu juga. Jika kita kilas balik masa lalu kedua orang ini, maka kita mendapatkan jawaban yang sangat jelas.

  Hachiman menjadi penyendiri karena dia selalu salah paham dan ujung-ujungnya komunitas sosial hanya akan membuatnya menjadi bahan tertawaan. Yukino menjadi penyendiri karena orang lain salah paham akan dirinya, melihat dirinya sebagai ancaman bagi para gadis lain di kelasnya sehingga dia dibully. Hal paling jelas adalah kasus coklat valentine Yukino, sebenarnya itu adalah coklat "pertemanan" dan dia memberikan coklat tersebut ke Haruno dan Hayama. Namun, karena Haruno ada di SMP dan insiden terjadi di SD, yang terlihat adalah Yukino menyukai Hayama. Ini membuat Hayama berpikir kalau cintanya bersambut dan para gadis di kelasnya membenci Yukino. Dari 60x kasus sepatunya dicuri, 50x dilakukan oleh para gadis di sekolahnya, volume 1 chapter 2.

  Ini membuat monolog Hachiman di arc II dan arc ini mengenai dirinya punya hubungan genuine itu dengan Yukino di masa lalu menjadi masuk akal. Hachiman menginginkan tidak ada salah paham lagi dengan gadis dan Yukino menginginkan tidak ada orang yang salah paham dengannya. Ini membuat tindakan Yukino di beberapa chapter volume-volume awal dimana dia menceritakan masa lalunya kepada Hachiman menjadi masuk akal. Sesuatu dimana Yui sendiri tidak tahu, tetapi Hachiman tahu.

  






Sebenarnya, jika ingin dibahas detail tentang keinginan Hachiman, maka ini bisa berbuntut panjang. Yui memohon kepada Yukino agar semua drama ini segera diakhiri, karena Yui membenci suasana klub yang sekarang. Yukino menuruti permintaan Yui (pada dasarnya Yukino lemah jika Yui meminta sesuatu sambil memeluknya). Sebenarnya, akan bagus sekali jika Yui membiarkan Hachiman menjawab maksud permintaan genuinenya tersebut, dengan begitu Yui akan mengetahui persis apa keinginan Hachiman.



Sebenarnya ini sedikit tricky. Yukino mengatakan "AKU menerima requestmu". Jika ini adalah request klub, harusnya Yukino mengatakan KAMI daripada AKU. Dengan kata lain, yang barusan dikatakan Yukino adalah sebuah persetujuan akan permintaan pribadi. Kemungkinan besar, Yukino menyatakan sanggup untuk memenuhi permintaan Hachiman tentang hubungan Genuine. Request Iroha? Sejak awal itu adalah request ke klub, Hachiman-lah orang yang menolak request tersebut, tidak ada pernyataan resmi dari ketua klub kalau mereka menerima ataupun menolak request itu.


  Kalau memang Yukino menyanggupi request hubungan yang Hachiman inginkan, maka Yukino harus siap dengan konsekuensi harus bersikap terbuka terhadap Hachiman. Tidak akan ada kode-kode lagi, seperti yang kita lihat di volume ataupun episode sebelumnya. Pembuktiannya akan kita lihat sendiri di arc ini dan arc-arc selanjutnya. Jika dalam diri Hachiman masih bingung tentang Yukino, maka request ini gagal! Are you ready?!




Well, kita bisa melihat Hachiman mulai tersenyum melihat Yukino menyapanya lagi. Pertanda baik-kah? Not so fast, shorty!



Sebenarnya, ada kejadian dimana Kaori melihat Yukino dengan tajam dari jauh di rapat perdana mereka, entah mengapa animenya "skip" adegan tersebut. Bagi Yui dan Yukino, "Selamat datang di medan pertempuran, rapat 'alien' dengan SMA Kaihin!".



Pertama-tama, mereka sepakat untuk bertanya apakah sekolah akan memberikan tambahan dana untuk mengcover rencana SMA Kaihin yang akan membayar orkestra, band, atau entah apa itu. Hiratsuka-sensei adalah guru penanggungjawab kegiatan kolaborasi Natal, oleh karena itu mereka berkonsultasi ke Sensei. Melihat mereka yang tersandung masalah dana, Sensei berkata bahwa event Natal itu bukan soal dana, tapi bagaimana menikmatinya. Oleh karena itu, Sensei menyarankan mereka berempat pergi ke Disneyland dengan tiket yang Sensei menangkan di pernikahan temannya. Mereka ditugaskan mencari data di Disneyland dan diaplikasikan ke event kolaborasi mereka.



  Jujur saja, ini mengingatkan saya tentang film-film Warkop DKI era akhir 80-an hingga awal 90-an. Refreshing = pergi ke pantai. Jangan harap saya akan menjelaskan apa yang Dono, Kasino, dan Indro lakukan di pantai...nyahahaha.




Yukino mencari-cari alasan agar tidak ke Disneyland, mendengar cerita Yui kalau ada atraksi spesial "Pan-san Bamboo Fight" dan edisi spesial boneka Pan-san Natal, Hachiman mengerti apa motif dibalik penolakan Yukino. Yukino tidak ingin orang-orang satu sekolah dengannya tahu kalau dia maniak Pan-san, apalagi jika memaksa mampir ke toko suvenir khas Pan-san. Hachiman yang memahami itu sejak kencan mereka di Lalaport membuatkan alibi bagi Yukino, yaitu butuh bantuan untuk memilihkan Pan-san sebagai hadiah Natal Komachi. Bahkan, Hachiman membohongi Yukino dengan mengatakan Komachi menyukai Pan-san (juga berdoa kalau Komachi sebaiknya membaca banyak info soal Pan-san jika suatu saat Yukino mengobrolkan itu dengannya). Karena punya tiket terusan satu tahun Disneyland, tiket Yukino diambil oleh Iroha yang mengatakan akan mengundang satu orang lagi. Jujur saja, kita semua tahu siapa yang akan Iroha undang...



Ternyata, Iroha mengundang Hayama. Lalu, Yui yang merasa sungkan karena grupnya tidak punya rencana apapun mendekati Natal, mengajak Miura dan Ebina. Tentunya, karena Tobe teman baik dari Miura dan Hayama, plus ada Ebina, akan otomatis ada di TKP.



Di atraksi Space Mountain, Ebina meminta maaf ke Hachiman karena request darinya menyebabkan situasi kurang enak menyelimuti klub relawan. Dalam adegan ini, Hachiman terus mempertanyakan apakah yang Ebina ucapkan di Kyoto mengenai keinginannya agar Hachiman menjadi pacarnya adalah benar atau tidak. Seperti yang diduga, hal-hal salah paham semacam ini memang sangat penting untuk diklarifikasi.



Ketika mencari hadiah untuk Komachi, Yui mencoba berbicara kepada Hachiman. Menggunakan candaan "Apa yang sebenarnya Hachiman inginkan?", ini membuat suasana bertambah awkward karena mengingatkan Hachiman tentang pengakuannya tempo hari. Lalu, Yui mencoba membahas tentang hutang kencan tempo hari (festival budaya), Yui mengajak Hachiman untuk membayarnya di Disneyland, pada waktu yang akan datang. Hachiman menolak karena terlalu ramai, dan menyarankan di SEA World. Volume 11 chapter 8 menjawab alasan Hachiman memilih SEA World, yaitu Hachiman menyukai Hiu Kepala Martil. Namun, disini terjadi kejanggalan: Hachiman lagi-lagi mengulur-ulur waktu untuk membayar hutang kencan tersebut.



  Harusnya Yui setidaknya curiga mengapa Hachiman dua kali berturut-turut berusaha mengulur-ulur janji hutang kencan tersebut. Pertama, volume 6 chapter 7 dimana Hachiman menjawabnya "nanti kuberitahu" yang kenyataannya hingga dua bulan kemudian tidak ada pemberitahuan sama sekali. Kedua, di adegan ini dengan jawaban "kapan-kapan kalau sempat". Tentunya, pembaca artikel yang jeli pasti sudah sadar kalau ada sesuatu dimana Yui sendiri tidak tahu, yang menjadi pertimbangan Hachiman untuk terus mengulur janji tersebut.




Hachiman melambat karena melihat Yukino yang terlihat lelah, akhirnya mereka berdua tertinggal di belakang dan jalan mereka ditutup untuk mengamankan rute pawai Disneyland. Mereka sepakat untuk terus lanjut ke atraksi Gold Mountain, namun karena Hachiman dan Yukino harus mengambil jalan memutar, mereka berdua ada di antrian yang terpisah. Akhirnya, mereka sepakat rombongan akan bertemu mereka berdua di pintu keluar atraksi Gold Mountain.



Hachiman terus mempertanyakan alasan Yukino terlihat gugup, akhirnya Yukino memberitahu Hachiman kalau ini berawal dari pengalaman masa kecilnya di atraksi serupa. Gara-gara Haruno yang jahil, Yukino menjadi ketakutan jika mencoba atraksi di taman hiburan. Tampaknya, Yukino benar-benar niat untuk menjalankan request genuine dari Hachiman.



Ada adegan dan monolog penting dalam cerita Oregairu tidak ditampilkan di animenya, namun hanya bisa dibaca via LN. Dalam adegan di atas, Yukino memegang tangan Hachiman dan meminta Hachiman suatu saat untuk menolongnya. Lalu, datang monolog Hachiman yang mengatakan kalau pemandangan Yukino dengan mantel putihnya sangat cantik. Lalu, perasaan yang dirasakan Hachiman ketika tangannya digenggam Yukino merupakan perasaan bahagia yang tidak ingin Hachiman lepaskan. Well, mungkin apa yang saya tulis terkesan bombastis, tapi itu memang benar adanya dan tertulis di LN.



Hachiman membelikan Yukino minuman dengan hiasan sedotan Pan-san (tidak ada sianidanya =| ), lalu mereka saling berargumen tentang siapa yang harus membayar minuman tersebut. Ini mengingatkan Yukino tentang kencan mereka dulu di Lalaport. Waktu itu, Hachiman mendapatkan (membelikan) boneka Pan-san dari mesin crane. Setelah itu, Yukino menolak boneka itu, tapi Hachiman memaksanya, akhirnya Yukino menerima boneka itu.



Diluar dugaan, Yukino menceritakan masa lalunya. Yukino tidak menyukai orang yang berpura-pura karena itu perlakuan yang dia terima dari keluarganya. Keluarganya pura-pura bersikap baik di depan Yukino sedang dibelakangnya menggosipkan Yukino. Disini juga Yukino menceritakan kalau Hayama, dirinya, dan Haruno merupakan "trio teman bermain" waktu kecil. Hayama mengagumi Haruno, begitu juga dirinya. Namun, Yukino kali ini menjawab pertanyaan Hachiman kalau dirinya sudah tidak berkeinginan untuk mengikuti jejak Haruno lagi. Di volume 6 chapter 8, Yukino menjawab ingin menjadi seperti Haruno. Lalu, Yukino berkeinginan untuk memiliki sesuatu yang Haruno dan Hachiman tidak miliki, dan mungkin dengan begitu dia bisa menyelamatkan sesuatu. Ketika ditanya apa jawabannya, Yukino pura-pura tidak tahu, meski begitu Hachiman punya clue apa yang Yukino maksudkan.



  Dalam LN, Hachiman berpikir itu ada hubungannya dengan masalah pencalonan Yukino menjadi ketua OSIS di masa lampau. Sebenarnya, tebakan Hachiman benar adanya. Apa yang diinginkan Yukino adalah sesuatu yang Hachiman tahu dan pernah Hachiman katakan di monolognya ketika masalah pencalonan ketua itu, malah terjadi berkali-kali. Bisakah pembaca tebak? Yeah, Yukino juga menginginkan hubungan yang genuine. Namun mengapa dia mengatakan berbeda dari Hachiman?

  Hachiman menginginkan sebuah hubungan genuine/ tulus dimana Hachiman tidak salah paham tentang si gadis. Sedang Yukino menginginkan si pria tidak salah paham dengan dirinya. Sekilas sama, tapi berbeda. Lebih tepatnya...Saling melengkapi.

  Apa yang hendak Yukino selamatkan? Ingat kembali kejadian pencalonan Yukino sebagai ketua OSIS dan dialog Yukino dengan Hachiman di Marinpia. Yang ingin Yukino selamatkan adalah Hachiman, lebih tepatnya lagi...Hubungan mereka berdua dari kehancuran. Ingat kata-kata Yukino tentang "Sesuatu yang dibiarkan hancur dengan mudahnya pastilah tidak berharga" ketika di Marinpia?




Ketika festival kembang api dimulai, Hachiman melihat Iroha dan Hayama membicarakan sesuatu di tempat yang berbeda. Bagi seseorang yang pernah menembak dan ditolak, tentunya Hachiman sudah bisa menebak apa yang terjadi disana.



Cukup mudah, Iroha ditolak Hayama. Sebenarnya, apa motif Iroha melakukannya? Dalam perjalanan pulang dari Disneyland, Iroha mengatakan ke Hachiman kalau dia melakukan itu karena mendengar (menguping) hal genuine dari Hachiman. Iroha berpikir kalau semua pria tampaknya ingin agar si wanita yang terbuka. Oleh karena itu, Iroha memutuskan untuk mengatakan perasaannya kepada Hayama.



Namun ada satu hal yang menarik Hachiman, mengapa Hayama yang dia anggap Mr.Nice Guy sampai tega membuat Iroha menangis? Hayama menekankan (lagi) kepada Hachiman kalau dirinya tidaklah sebaik yang Hachiman pikirkan (lagi). Hayama juga mengatakan kalau cinta Iroha sebenarnya bukan untuknya. Saya tidak perlu menjelaskan lebih lanjut kepada siapa Hayama pikir cinta Iroha itu...



Seperti yang semua orang tahu, Jepang memiliki angka bunuh diri yang tinggi dan stasiun kereta merupakan salah satu tempat favorit. Membiarkan gadis muda yang baru saja ditolak cintanya pulang naik kereta sendirian jelas bukan ide yang bagus. Disini Iroha menceritakan kalau dirinya menguping kata-kata Hachiman soal genuine dan menginginkan itu juga.



Senin sore, sebelum para pengurus OSIS dan member klub relawan berangkat ke "medan tempur" di community center, klub mengumpulkan para pengurus OSIS untuk memaparkan permasalahan dan solusinya. Mereka sepakat untuk mendesak Tamanawa memutuskan kegiatan event, dengan alternatifnya menyelenggarakan acara drama musikal jika pada hari itu juga tidak ada kesepakatan hendak melakukan apa. Yui dan Hachiman punya koneksi dengan drama musikal (homo) kelas 2F ketika Festival Budaya, jadi untuk persiapannya tidak masalah. FYI, dalam adegan ini deadline event kolaborasi Natal sudah 3 hari lagi!


Setelah rapat dengan pengurus OSIS SMA Sobu, ada adegan kunci dalam cerita Oregairu yang tidak ditampilkan di animenya. Volume 9 Chapter 9. Setelah keluar dari ruang OSIS, Hachiman mengatakan apapun yang terjadi, hari ini dia akan memaksakan rapat Kaihin-Sobu memutuskan sesuatu. Yui kecewa dan berharap Hachiman mengurungkan niatnya karena itu akan membuat Hachiman terluka lagi. Tapi, Yukino mengatakan agar Hachiman melakukan apa yang Hachiman percayai. Hachiman mengikuti saran Yukino.

  Ini menarik, persis seperti ending arc I. Yui meminta Hachiman agar mempertimbangkan perasaan orang-orang di sekitarnya yang melihat Hachiman menjadi kambing hitam. Yukino meminta Hachiman menjalankan apa yang dia yakini benar, meski itu mengorbankan dirinya. Sederhana, Hachiman yang 'real' pasti akan mengikuti saran Yukino dan membuang saran Yui. Sejak vol 1 chapter 1, Hachiman mengatakan hidup dengan menyesuaikan idealisme orang lain bukanlah jalan hidupnya. Menjadi Hachiman yang peka terhadap perasaan orang dan keluar dari jalan hidup bukanlah Hikigaya Hachiman yang kita kenal.




Iroha terus menekan Tamanawa dengan mamakai alasan waktu, uang, dan sumber daya manusia yang terbatas untuk memutuskan kegiatannya. Namun Tamanawa terus bersilat lidah dan didukung oleh peserta rapat dari SMA Kaihin. Hachiman yang menyadari ini, memutuskan untuk memberitahukan kebenaran tentang rapat ini kepada Tamanawa.



Hachiman mengatakan kalau Tamanawa ini hanya mempersiapkan alasan gagal daripada fokus dengan tujuannya, ini bisa dipahami karena event pertama OSIS Kaihin di bawah pimpinan Tamanawa. Tamanawa akan selalu mengatakan diskusi bersama, sepakat bersama-sama, dll karena itu akan membuat Tamanawa nyaman jika eventnya gagal. Tidak akan ada yang protes ataupun kecewa karena itu keputusan bersama. Merasa ketua OSIS-nya dipojokkan, siswa-siswa SMA Kaihin mulai kesal kepada Hachiman. Dari yang mengatakan kalau Hachiman mudah terbawa emosi, hingga yang mengatakan ini hanya sekedar miskomunikasi. Tentunya, dari pihak Kaihin banyak terdengar bisik-bisik gosip soal tindakan Hachiman barusan. Seperti yang Hachiman duga dari volume-volume sebelumnya, "tidak akan ada gadis yang akan mau berkorban untuknya".



  Ini menggambarkan bagaimana Hachiman saat ini terhadap hubungan mereka bertiga di klub. Hachiman berusaha mempertahankan hubungan ketiganya statis, karena dengan begitu tidak akan ada yang terluka. Sikap Hachiman itu sendiri terkonfirmasi di volume 11 chapter 3. Hachiman merasa puas dengan hubungan saat ini dan terancam dengan kebenaran request kue coklat Yui di volume 1 chapter 3. Sebenarnya, ada apa dengan request kue coklat tersebut?

  Yui datang ke klub, mengatakan kalau dia sebenarnya ingin membuat kue coklat yang akan dia berikan ke pria yang Yui sukai. Namun karena teman-temannya (Miura Cs) menganggap membuat kue coklat adalah hal-hal kuno, Yui meminta tolong klub relawan untuk membantunya. Request selesai dan Yui memberikan coklat yang "katanya" sisa membuat coklat untuk si pria ke Hachiman dan Yukino. Dengan kata lain, di mata Yukino, entah siapa pria itu, jelas bukan Hachiman. Di mata Hachiman, entah siapa pria itu, jelas bukan dirinya.

  Namun, volume 2 chapter 5 membuat sebuah kebenaran terungkap. Yui ternyata pemilik anjing yang Hachiman selamatkan. Dan Hachiman menganggap Yui dekat dengannya karena simpati sebagai penolongnya dan sungkan karena sekelas dengannya. Buktinya, Yui berjanji akan berterima kasih langsung sejak Maret tahun lalu ke Komachi, tapi tidak pernah dilakukan hingga sekarang. Jika benar-benar peduli, harusnya dilakukan sejak kelas 1 tanpa menunggu hingga sekelas di kelas 2...Jika begitu, janji Yui kepada Komachi hanya sekedar basa-basi.

  Pada volume 7 chapter 8, Hachiman langsung bisa menebak kata-kata Yukino soal tanda-tanda orang akan menembak dari suasananya, Hachiman langsung tahu kalau itu dari pengalaman Yukino. Darimana Hachiman bisa menebak seperti itu? Jawaban paling sederhananya, Hachiman pernah berperan sebagai orang yang akan menembak, juga pernah berperan sebagai orang yang akan ditembak. Hachiman punya pengalaman menembak gadis waktu kelas 3 SMP, yaitu terhadap Kaori. Jika suasana sekitar teman-temannya menjadi ramai, jika hanya ada berdua bagaimana? Tentu suasananya kebalikan dari itu, suasana berdua akan awkward dan gugup. Merasa pernah melihat situasi tersebut? Tepat sekali, volume 5 chapter 6 alias festival kembang api di Menara Pelabuhan Chiba.

  Yui sangat gugup selama di perjalanan hingga pulang, dan terakhir membahas betapa baiknya Hachiman dan kesulitan mengucapkan kata-kata "ehemm"...Hachiman langsung memotong Yui dan mengurungkan niatnya. Jawaban Hachiman sebenarnya sudah tertulis dalam monolognya ketika menolong Yui yang hampir terjatuh di kereta, "Jika aku pria yang lain, aku mungkin sudah jatuh hati kepadanya". Hachiman tahu rasanya ditolak, dia tidak ingin Yui terluka dan membenci dirinya seperti apa yang terjadi antara dirinya dengan Kaori di masa lampau. Oleh karena itu, Hachiman tidak ingin menjadi seperti Kaori dan pura-pura tidak tahu soal Yui menyukai dirinya.

  Masalah tentunya akan timbul jika Yui mengaku kalau pria yang akan diberikan coklat di request coklat tersebut adalah Hachiman. Akhir dari dunia tanpa adanya orang yang terluka versi Hachiman. Ini benar-benar terjadi di volume 11 chapter 9 dan Hachiman dalam monolognya sendiri mengakui kalau dia sudah menduga soal hal ini, dan tidak terelakkan lagi Yukino juga harusnya sadar dengan "simbol Hachiman menerima coklat dari request volume 1".




Diluar dugaan, Yukino tidak tinggal diam. Yukino malah memberitahu kepada para peserta rapat betapa bobroknya rapat mereka. Mereka tidak menghasilkan satupun keputusan meski memakai kata-kata asing. Kata-kata asing itu seperti tindakan yang disengaja agar membuat mereka terlihat pintar dari yang lain. Yukino merasa kalau dirinya buang-buang waktu saja hadir di rapat seperti ini. Karena itu, gosip bisik-bisik kini pindah ke Yukino. Mitos kalau tidak ada gadis yang akan mau berkorban untuk Hachiman terpecahkan! Menanggapi situasi yang deadlock, Yui mengusulkan agar kedua sekolah membuat kegiatan yang terpisah saja, di tempat yang sama secara bergantian. Karena suasana yang awkward, Kaori mencoba mencairkannya dengan menerima saran tersebut dan diikuti pengurus OSIS yang lain.


  Ada adegan penting di LN dimana anime tidak menayangkan adegan tersebut. Setelah kejadian di atas, Hachiman duduk di pojokan training center dan memikirkan sesuatu tentang kejadian Yukino tadi. Hachiman merasa kalau dulu Yukino memang selalu memperhatikan gerak-geriknya, dan akan mengatakan kepada Hachiman jika Hachiman melakukan kesalahan. Lalu, sempat terhenti karena insiden yang lalu. Jadi, kejadian dimana Yukino muncul dan membenarkan tindakannya tadi, Hachiman merasa seperti nostalgia saja.

  Setelah itu, Hiratsuka-sensei datang menemui Hachiman. Ternyata, Sensei mampir sejenak untuk melihat perkembangan kegiatan karena dia adalah guru penanggung jawab kegiatan, ternyata Sensei melihat kejadian rapat tadi. Sensei mengatakan jika sakit yang diterima dibagi berdua, tidak akan sesakit jika sendirian. Namun kebahagiaan dua orang yang saling berbagi tersebut, belum tentu akan dipandang seperti itu oleh orang lain. Akan banyak ujian yang akan datang, tergantung apakah Hachiman bisa menghadapinya atau tidak.




Sebenarnya, adegan ini berada di pertigaan kompleks perumahan mereka berdua, lebih tepatnya di dekat mesin penjual minuman. Kaori mencoba memberi kode soal ketertarikannya dengan Hachiman, tentu saja Hachiman menanggapinya datar. Dalam adegan ini pula, sebenarnya Kaori mencoba memancing-mancing Hachiman soal Yukino, mengenai gadis yang membela Hachiman tadi, lagi-lagi Hachiman memilih tidak menanggapinya. Terakhir, Kaori mengajak Hachiman untuk menghadiri reuni alumni SMP, tentunya Hachiman menolak ajakan itu.




  Dalam jeda waktu ini, LN masih menceritakan beberapa kegiatan persiapan drama musikal tersebut. Naskah cerita disadur dari buku-buku dongeng Natal milik Yukino, meminjam sound sistem milik OSIS, pemilihan pemain, dll. Disini, para pengurus OSIS dan member klub relawan mencoba meyakinkan Iroha bahwa Iroha adalah "boss" disini. Tidak perlu ragu untuk memimpin, member klub relawan hanya membantu sebatas jika dimintai tolong oleh Iroha saja.





Sebenarnya, dalam adegan di atas, ada adegan LN yang tidak ditampilkan animenya. Totsuka, Komachi, dan Zaimokuza datang membantu. Totsuka dan Yui pergi ke sekolah mengambil adonan yang tertinggal. Hachiman dan Zaimokuza membawakan kotak-kotak kue yang sudah siap ke aula. Sedang Komachi, membantu Yukino memasak kue jahe. Tidak lupa, Komachi sangat gembira dan mengatakan ke Yukino kalau dirinya tidak sabar melihat perkembangan hubungan mereka berdua.



Well, sebenarnya dulu saya pernah membaca dongeng ini. Gadis yang menjual rambutnya demi makanan. Rumi berperan menjadi pemain utamanya. Siswi-siswi SD tersebut ternyata tidak terpakai dalam rencana SMA Kaihin, sehingga SMA Sobu memakai mereka sebagai pemain dramanya. Para siswi dari TK dekat Community Center, dimana ada adik Saki, Kawasaki Keika, juga berpartisipasi sebagai malaikat-malaikat kecil yang membagikan kue natal ke para undangan.



Sebenarnya, sebelum Hachiman kembali ke klub, Hachiman ditugasi Iroha untuk mengkoordinasi barang-barang milik SMA Sobu yang diantarkan ke sekolah. Yukino dan Yui langsung menuju klub, sedang Hachiman masih tertahan di ruang OSIS untuk mengatur hiasan-hiasan Natal yang diantar. Namun, karena kurangnya tempat, beberapa barang terpaksa ditaruh di klub relawan. Setelahnya, seperti yang anda lihat, Hachiman memiliki gelas teh miliknya sendiri. Yukino mengatakan kalau sia-sia saja jika menghabiskan gelas teh untuk satu orang yang sama setiap harinya, sedang Yui mengatakan kalau gelas itu adalah hadiah natal mereka berdua.



Meski mengatakan terima kasih karena request telah selesai, Yukino tetap bersikeras kalau request belum selesai. Sebenarnya, yang Yukino kerjakan adalah request Hachiman tentang hubungan genuine. Disini Yui untuk pertamakalinya merasakan ada yang janggal diantara Yukino dan Hachiman, dimana dirinya sendiri tidak tahu. Jika kita berada di posisi Yui dan melihat interaksi antara Hachiman dan Yukino, memang lumrah jika kita menyimpulkan kalau mereka berdua tidak akan sedekat itu. Namun, manusia hanya melihat apa yang ingin dia lihat. Keraguan itu akan terjawab ketika Yui melihat (mengintip) langsung apa yang sebenarnya terjadi di arc selanjutnya.



Sebenarnya, versi LN masih berlanjut di volume 6.5 spesial setelah adegan di atas, atau anda bisa katakan juga kalau itu adalah volume 9 chapter 11. Klub relawan memutuskan mengadakan acara tukar kado di hari natal. Sepulang dari acara tersebut, Hachiman memberikan Yui scrunchie biru dan Yukino scrunchie pink. Setelah berpisah, Yukino mengejar Hachiman hingga penyeberangan jalan dan memanggilnya. Memakai scrunchie pemberian Hachiman di depannya dan mengucapkan selamat Natal. Tentunya, ini tidak ada di animenya, bisa jadi OVA zoku akan berisi hal ini.





x  x  x




  Dalam afterwords volume O, T, dan H Watari menjelaskan arc III ini dari sudut pandang dirinya. Tentunya, jika pembaca meyakini Watari salah (dimana jelas mustahil), saya tidak tahu harus menjelaskannya bagaimana. Poin-poin afterwords tersebut:
  1. Hachiman sengaja menerima request Iroha secara pribadi karena beranggapan mental Yukino belum siap.
  2. Keanehan Kaori yang memutuskan tidak membahas masalah penembakan dirinya oleh Hachiman.
  3. Hachiman selama ini (arc ini) selalu berusaha menghindari bertemu Yukino, akhirnya harus berhadapan dengan Yukino.
  4. Watari mengindikasikan kalau sebenarnya Hachiman memang butuh ijin dari Yukino soal request tersebut.
  5. Watari mengatakan kalau Yukino masih mempercayai hubungan spesial mereka berdua masih bisa diselamatkan.
  6. Watari mengatakan gaji guru harusnya tidak cukup untuk membeli mobil sport, kecuali...ah sudahlah.
  7. Sensei mengatakan Hachiman melakukan request ini demi siapa? Dijawab nomor 1.
  8. Watari mempersilakan pembaca/ pemirsa menafsirkan sendiri kata-kata Sensei, dan berkesimpulan kalau adegan itu harusnya jelas dan tidak ada yang berbeda pendapat. Jika belum jelas, maka baca LN-nya alias $$$.
  9. Yukino di klub sebenarnya bukan mau menolak permintaan Hachiman, tapi Yukino memegang teguh kata-kata Hachiman semalam, dan mempercayai kalau itu benar-benar tulus dari Hachiman.
  10. Watari mengatakan kalau keinginan genuine itu ditujukan kepada seseorang. Hachiman tidak ingin salah paham dengan gadis. Watari menjelaskan kalau hubungan antara Hachiman dan Yukino belakangan ini banyak salah paham. Saya kira ini sudah jelas kepada siapa kata-kata Hachiman ini.
  11. Watari menjelaskan kalau adegan pegangan tangan Hachiman-Yukino itu awal keterbukaan mereka. Lalu permintaan Yukino agar Hachiman menolongnya adalah adegan penting dalam cerita.
  Well, ini dari Watari sendiri, jadi entah kalau para pembaca ingin menafsirkan berbeda, dipersilakan. Tapi jika punya teori yang berbeda dari yang Watari tulis, saya pikir mustahil untuk bisa dibenarkan. Jelas keinginan Hachiman itu ditujukan ke seorang gadis, ah sudahlah.

1 komentar: