Minggu, 28 Februari 2016

[ TRANSLATE ] Oregairu Volume H : Afterwords

  Tampaknya terjemahan seri [A] ini berjalan dengan cepat. Mungkin, karena setelah ini saya hendak mengerjakan HarumaxYuu di sektor yang lain. Tapi saya akan menyelesaikan volume E terlebih dahulu. Tidak tergambarkan bagaimana sedihnya, terbangun dari tidur dan ternyata minggu sudah beranjak menuju petang. Tapi jika kita masih anak kecil dan hidup di tahun 90-an, minggu pagi merupakan hari yang menyenangkan. Terutama acara TV waktu itu. Well, setidaknya jaman itu kebaya tidak disensor!

x  x  x







Selamat Malam, Saya Watari Wataru

  Kebetulan karena kita sedang membicarakannya, aku sudah melanjutkan kelanjutkan dari seri [A] ini. Kalau kau menyadarinya, aku sudah menulis sampai volume H. Aku sejak dulu memang memikirkan untuk menulis seri [A] ini, tapi aku punya masalah dengan deadline yang diberikan kepadaku, benar tidak? Pastinya begitu. Karena semua deadline menumpuk disini dan disana, membuatku berada di level dimana aku ingin membeli batubara untuk membakar diriku sendiri.

  Jadi, diantara semua itu, aku mempersembahkanku volume kelima seri ini.

  [A] [N] [O] [T] dan sekarang, [H].

  Serius. Maksudku serius ini. Aku tidak tahu apa arti kata-kata itu! Aku tidak ada sedikitpun ide huruf-huruf itu akan membentuk pola tertentu! Aku tidak tahu huruf apa yang akan kutulis di judul volume selanjutnya. Saat ini, aku tidak bisa memikirkan hal yang lain kecuali huruf D.

  Meski begitu, jika kau pura-pura bodoh, mayoritas pembaca pasti setidaknya bisa menebak huruf selanjutnya. Tapi, hei, lihat, kau tidak akan benar-benar yakin hingga melihatnya langsung...

  Tidak peduli sejelas apapun itu, tolong jangan katakan, karena akan ada waktu dimana ketika kau mengatakan sesuatu, kau tidak sengaja mengucapkan apa yang kau pikirkan.

  Misalnya, "Arghh, pekerjaanku banyak sekali..." momen seperti itu! Yup!

  Ah bukan bukan, aku tidak bisa menulis hal-hal yang bodoh disini! Ketika aku ingin melakukan hal-hal bodoh seperti itu, aku tinggal menggigit gigiku sendiri dan menekankan kepada diriku untuk tidak melakukannya.

  Bahkan ketika ada orang yang mengatakan ke sekitarnya "aku baik-baik saja, aku baik-baik saja" dengan wajah yang pucat, bahkan jika itu sendiri bisa membodohi orang lain dengan bermacam-macam obat-obatan dan minuman suplemen, kau tidak bisa menghilangkan fakta kalau bebanmu masih ada, jadi aku tidak bisa mengatakan kalau menghindari realitas bukanlah ide yang buruk.

  Sebaliknya, kata-kata semacam 'menerima kenyataan' atau 'menghadapi kenyataan' terdengar bagus dan keren di permukaan,  tapi sebenarnya itu bisa diartikan kalau kau sudah menyerah. Meski ketika mereka berusaha melempar permasalahan mereka dengan kata-kata "ini sangat mustahil!", sikap itu juga bisa diartikan menerima kenyataan.

  Meski jika kau menghindari kebenaran dan kenyataan di luar sana, meskipun kau mencoba dan berpura-pura dengan segenap kekuatanmu, akan ada masanya dimana kau tidak bisa menggapai semuanya. Meski kita tidak bisa menyalahkan kalau itu adalah efek masa remaja, itu juga fakta kalau orang memilih jalannya secara terburu-buru karena mereka menolak untuk melihat kebenaran yang sudah tersaji di depan mata mereka.

  Tentunya, akan ada titik dimana kau merasa sudah sering melakukan itu, lalu ketika mencari jalan lain, akan ada sesuatu yang mereka lihat. Ketika mereka mengakui apa itu, mereka tidak bisa kembali ke kondisi sebelumnya.

  Jadi kita kembali ke ceritanya, hal yang mereka lihat ini, kira-kira apa ya, eh?

  Dengan begitu, aku persembahkan volume H.

  Ah, tunggu, kata-kata tadi sangat aneh, bahkan jika kau melihat kenyataannya, kau tidak bisa puas begitu saja. Kata-kata yang aneh, sangat aneh. Oleh karena itu, kupikir, aku akan menonton anime. Semuanya, mari kita kabur dari kenyataan dan menonton beberapa anime! Terutama, Oregairu Zoku!

  Kalau begitu, mari kita diskusikan beberapa episode ditemani beberapa bir dan camilan!

  Dari sini, aku akan memberikan pendapatkan tentang episode 8 dan 9 dari animenya. Sebagai pemirsa, dan, uh sebentar, ah sebagai penulis novelnya, saatnya menuliskan apa pendapatku hari ini mengenai dua episode tersebut.

  Tolong diingat kalau ini hanyalah pendapat pribadiku.

  Pertama, kita mulai episode 8, "Meski begitu, Hikigaya Hachiman". Jujur saja, aku merasa kalau penjelasan soal episode ini, bersamaan dengan episode selanjutnya sebenarnya tidak diperlukan. Karena dua episode ini bisa dibilang cukup 'terang-terangan'. Bagaimana orang-orang menterjemahkannya, pasti akan berbeda-beda. Meski begitu, dari banyaknya perbedaan pendapat, perbedaannya tidak akan begitu jauh. Malahan, yang harus kita fokuskan adalah detailnya. Well, aku tida pernah punya kesempatan sampai saat ini untuk menjelaskannya, jadi mari kita lakukan!

  Mari kita lihat kemunculan Hiratsuka-sensei di awal episode. Dugaanku, gajinya itu tidak cukup untuk membuatnya naik mobil semacam itu. Mungkin dia menggunakan seluruh hartanya untuk membeli mobi itu, karena dia tidak punya seseorang untuk diambil uangnya. Ini seperti sebuah game untuk mendapatkan uang, benar tidak?

  Lalu, Hiratsuka-sensei mengajak Hachiman untuk berputar-putar sejenak. Mereka hendak kemana? Apa yang hendak mereka lakukan? Mari kita cari tahu disana.

  Dari sini, ada sebuah adegan dimana aku ingin kalian benar-benar memperhatikannya. Mungkin ini adalah satu-satunya adegan dimana mereka punya waktu berduaan di bagian A dalam paket Blue-Ray. Di adegan ini, dimana kedua karakter bisa dibilang tidak bergerak dan lokasinya tidak berubah...Oh penulis novelnya, kenapa kau menulis adegan sederhana semacam ini?

  Kupikir awalnya adegan ini akan berubah menjadi adegan yang membosankan di anime, aku harusnya berterimakasih kepada dua pengisi suaranya atas penampilan mereka yang membuat adegan demi adegannya di anime terasa sempurna. Hanya berdua, Eguchi-san dan Yuki-san, bisa membuat suasana yang luar biasa yang bisa menenangkan situasi dan ketegangan di adegan itu.

  Lalu, Hiratsuka-sensei memberitahu apa yang salah dari Hachiman, dengan kata lain, memberitahu titik lemahnya. Ini juga pernah diberitahu oleh Yui. Yaitu Hachiman "tidak bisa merasakan perasaan orang lain". Sampai saat ini, Hachiman selalu menggunakan logika untuk menilai perasaan orang lain. Begitulah cara dia mempertimbangkan apapun. Tapi, perasaan bukanlah hal yang logis atau rasional.

  Dia sadar akan perasaannya, tapi di saat yang sama dia disiksa oleh perasaannya. Karena pengalaman dari Hachiman, dia sangat sensitif oleh perasaan negatif, dan mudah sekali menjadi hiper-sensitif. Oleh karenanya dia sangat skeptis terhadap adanya perasaan positif. Karena inilah, sebagai bentuk pertahanan, dia punya kebiasaan untuk mengambil perasaan positif itu dan membuatnya menjadi selevel dengannya. Pola pikir semacam ini tidak bisa dengan mudah dihancurkan oleh beberapa kata dari orang lain.

  Oleh karena itu Hiratsuka menyarankan Hachiman untuk mengeliminasi semuanya satu persatu. Terkesan sangat konyol bagaimana kata-katanya itu disampaikan. Meski begitu, agar Hachiman berhenti untuk terus mengkalkulasi dan sifat untuk membaca makna dibalik kata-kata, cara tercepat adalah memberinya banyak sekali hal untuk dikalkulasi. Hiratsuka memang sesuatu ...

  Karena dia sangat luar biasa, itu jelas-jelas menunjukkan kalau dia adalah wanita yang luar biasa, juga itu adalah bagian dimana aku ingin kau memfokuskan perhatianmu terhadapnya. Dia memang wanita yang manis di usia 30-an. Menghadapi gadis yang manis, Hachiman berandai-andai jika seandainya dia lahir 10 tahun lebih cepat. Hiratska lahir di kota Chiba, daerah Hanamigawa. Begitulah, Hachiman juga tinggal di dekat itu. Meski kemungkinan untuk bertemu 10 tahun lalu juga sangat memungkinkan. Tapi, begitulah, itu untuk dibahas di cerita yang lain...

  Mari kita kembali ke timeline saat ini. Atau tepatnya, kemana ceritanya akan berjalan. Terbatasnya waktu yang dimiliki siswa SMA, dan bagaimana situasi komunitas tempat dimana pekerjaannya berada. Kadang, satu tahun yang dialami remaja bisa setara dengan puluhan tahun waktu yang dialami orang tua. Hiratsuka pasti memahami ini. Itulah yang kau harapkan dari wanita berusia 30-an.

  Ngomong-ngomong, berbekal petunjuk yang Hiratsuka berikan, Hachiman mengulangi lagi kalkulasinya, lagi dan lagi di rumahnya. Dia hanya mendapatkan satu jawaban.

  Untuk bagian B, Hachiman mengetuk pintu klub relawan. Dari sini, setelah masuk ke ruangan, dia tidak duduk di tempatnya yang biasa, tapi memilih duduk di kursi tempat orang-orang datang untuk memberikan request ataupun berkonsultasi. Ini adalah tempat dimana dia akan memberikan jawaban setelah kelelahan karena mengkalkulasikan itu semalaman.

  Tapi, ini hanya awal saja. Dia memang sudah menyiapkan kata-katanya. Tapi kata-kata tersebut hanya dibuat berdasarkan teori saja, dan dia ditentang oleh Yukinoshita, yang menggunakan kata-kata yang pernah dia ucapkan. Meski kalimatnya sama, tapi mereka berdua sebenarnya berbeda. Karena mereka terlihat mirip, mereka berdua suka mencari makna dibalik kata-kata dan sering salah paham. Misalnya, motif dari kata-kata tersebut, "ini salahku", "ini salahmu". Karena mereka terbiasa mencari makna dalam kata-kata, mereka mengartikan sesuatunya sesuai apa yang mereka anggap paling pas dan akhirnya berujung saling salah paham.

  Sebaliknya, Yui bisa membaca dengan baik makna dibalik kata-kata mereka selama ini. Aku ingin kalian fokus tentang perbedaan diantara dua orang ini. Ketika mereka berbicara, yang luar biasa adalah bagaimana Yui bisa melihat Yukino, tapi Yukino tidak bisa melakukan sebaliknya. Meski adanya perbedaan, sikap mereka kurang lebih sama. Orang yang bisa membaca suasana akan membicarakan hal basa-basi dengan orang lain tidak peduli apa mereka tertarik atau tidak, atau mereka terpaksa membicarakan kelemahan-kelemahan mereka.

  Menurut anda, kata-kata Hachiman itu ditujukan kepada siapa? Kata-kata ambigu disini memang tidak adil. Tapi, kata-kata abu-abu memang karakteristik Oregairu!

  Meski, kata-kata memang sulit untuk diterjemahkan, dan Hachiman mencari kata-kata di otaknya untuk menjelaskan maksudnya. Kata-kata yang dia siapkan untuk menjadi jawaban ternyata hancur, meski begitu, dia tetap berusaha mengucapkan kata-kata ambigu itu keluar. Itu adalah sesuatu yang abstrak dan menurut pendapatnya saja. Mungkin Hachiman sendiri tidak paham apa maksudnya. Mungkin karena itulah, Yukino, dengan caranya membaca selama ini, kesulitan untuk memprosesnya.

  Hachiman mungkin merasa lega setelah mengatakan itu. Perasaan yang kompleks antara menerima keadaan dan memahami sesuatu. Meski begitu, kita bisa melihat kalau Yui menerima begitu saja kata-kata ambigu dari Hachiman. Tentunya, menerima dan memahami adalah dua kata yang bermakna beda.

  Meski begitu, setelah kondisinya beranjak stabil, ini masih jauh dari kata saling memahami. Apa yang Hachiman inginkan masih jauh dari kata diperoleh.

  Sekarang, ada request yang harus mereka kerjakan, dan ketiganya memulai lagi aktivitas klubnya.

  Suasana 'restart' ini membawa kita ke episode 9, "Dengan begitu, Yukinoshita Yukino."

  Di awal episode, kita bisa melihat kegalauan Hachiman. Bro, gue tahu rasanya...Dia sangat galau sampai mengatakan keinginannya untuk mati saja. Maksudku, inilah yang kurasakan ketika aku menulis afterwords ini.

  Dan ini adalah momen dimana adik termanis di dunia muncul, Hikigaya Komachi! Kemunculan di awal episode...Ngomong-ngomong, Komachi ini sangat manis! Ketika pintu dibuka, kita melihat Komachi yang sangat manis menatap tidak percaya ke Onii-chan! Komachi yang sedang mendesah memang manis! Komachi menaruh tangannya di pinggang dan mengatakan "Yare Yare" sangat manis! Jika Komachi yang berkacak pinggang sangat manis, maka meniru Hachiman juga pasti hal yang manis! Tunggu dulu. Setelah memberitahunya kalau ekspresi wajahnya sangat aneh, kupikir ekspresinya yang kurang senang juga sangat manis. Lalu, Komachi menginjak tubuh kakaknya. Untuk sebentar saja, kita bisa melihat kalau Hachiman punya pantat yang bagus.

  Sekarnag, bagian A. Dengan deadline event tersisa beberapa hari, Hachiman merasa canggung untuk masuk ke ruangan klub, meski dirinya merasa siap. Di lain pihak, fakta kalau Yukino menyapanya dengan normal adalah hal yang sangat luar biasa. Begitulah pikirku. Karena ini diikuti oleh suara keras batuk yang berasal darinya...Apa, kau heroine si MC di cerita ini?

  Heroinenya? Yep, Heroinenya. Reaksi lugu yang menggambarkan situasi Rom-com yang tidak kita lihat belakangan ini. Lalu, berkebalikan dari keduanya, kali ini Yui datang dengan enerjik dan menarik kursinya agar bisa lebih dekat ke Yukino. Jarak diantara kedua karakter ini selalu terpikirkan, bahkan ketika ditampilkan di anime. Sekali-kali lihatlah ke belakang (episode-episode terdahulu) dan cermati jika bisa.

  Kupikir adegan ini memang mengena. Meski klub relawan memulai hal yang baru, kita bisa merasakan kalau ada jarak diantara mereka. Tapi, kalau dibandingkan situasi sebelumnya, jarak sebelumnya seperti hilang entah kemana.

  Lalu kita punya Isshiki Iroha. Dia memberikan tas belanjaannya ke Hachiman yang terlihat sangat normal. Apa-apaan ini...apakah kalian berdua berpacaran?

  Karena melihat para wajah baru di rapat, kenyatan yang kejam menghantam mereka sehingga mereka mencari bantuan Hiratsuka. Disini, kita punya adegan manis Hiratsuka yang memberi mereka tiket Disney Land. Kita kesampingkan dulu itu, tolong perhatikan betul percakapan Yui dan Yukino. Berapa kali kita lihat adegan Yui memaksa Yukino untuk melakukan sesuatu? Meski begitu, ada yang berbeda kali ini. Membicarakan pekerjaan itu sendiri, meski situasinya agak mirip, tapi maknanya berbeda. Un, Un, itulah Oregairu!

  Bersamaan dengan tiket tahunan Yukinon, mari kita menuju kerajaan mimpi dan sihir, Disney Land, panggung untuk cerita kita! Orang-orang menunggu Hachiman di stasiun Maihama, tidak hanya Yukino dan Yui, tapi Hayama dan yang lain. Jadi inilah yang dimaksud kekhawatiran Yui dan juga 'orang rahasia' yang hendak Iroha undang.

  Pertama-tama, yang kita perhatikan tentang Disney Land adalah grafisnya.

  Aku tidak ingin terlalu detail, tapi ini sangat luar biasa. Semuanya terlihat luar biasa, sangat luar biasa. Terutama [Pan-san Bamboo Fight]. Banyak sekali detail meskipun deskripsi di LN sangat sedikit. Disini, aku tidak heran kalau mereka mempromosikan Merry-chan, kucing mungil dan Pan-san.

  Hal yang paling mencolok di bagian ini mungkin adegan ketiganya mengambil gambar dan setelahnya hanya mereka berdua saja yang berjalan bersama.

  Ketika aku menulis adegan yang hangat itu, aku kadang memasukkan beberapa detail penting. Kupikir kalian akan merasa mendapatkan sesuatu jika mencoba menelusurinya. Ngomong-ngomong, kurasa tidak akan melukai siapapun jika kita punya adegan hangat seperti itu.

  Maksudku lihat saja, cerita ini latarnya berada di sebuah kerajaan impian dan sihir! Dunia yang tidak bisa kau lihat setiap harinya! Pasti kita akan merasakan suasana festival!

  Contoh paling jelas adalah adegan di toko Pan-san antara Hachiman dan Yui. Kurasa kita tidak perlu penjelasan detail tentang adegan ini.

  Juga ada adegan besar lainnya. Kali ini, adegan dari Hachiman dan Yukino mengendarai kereta Sprite Mountain.

  Karena adanya parade, mereka terpisah dari yang lain, dan sebelum mereka naik, Hachiman merasa kalau Yukino tidak begitu terbiasa naik kereta. Kali ini, Yukino mengatakan dia mungkin baik-baik saja, karena dia baik-baik saja ketika bersama Yuigahama-san. Tanpa membahas itu lebih jauh, mari kita ke adegan selanjutnya.

  Lalu, keretanya berjalan, dan alasan mengapa Yukino gugup ternyata terungkap. Sekali lagi, karena trauma oleh perbuatan Harunon. Hachiman sangat terkejut dengan keterbukaan yang dia dapatkan ketika kereta hendak mencapai titik sebelum jatuh. Sebelum jatuh, kuharap kalian akan mengingat kata-kata yang Yukino katakan.

  Keduanya keluar dari Sprite Mountain, dan beristirahat sebentar. Lalu, Hachiman membeli sesuatu untuk diminum dan Yukino seperti menyembunyikan sesuatu di tasnya. Apa sih itu? Kau kau pernah naik atraksi kereta, kau pasti tahu apa yang dia sembunyikan. Jika kau pernah mengalami kejadian itu, kepalamu seperti pusing bukan main, benar tidak?

  Yukino, setelah beberapa adegan berlalu, akhirnya memberitahu Hachiman di akhir adegan. Pembicaraan seperti ini mungkin tidak akan pernah terjadi di hari-hari yang normal. Karena mereka berada di tempat yang abnormal, maka kejadian ini bisa terjadi.

  Di sisi lain, kau bisa katakan kalau dia MENCERITAKAN TENTANG DIRINYA kepada Hachiman. Mungkin ini tidak akan pernah terjadi jika mereka tidak berada dalam suasana yang spesial. Ngomong-ngomong, ini adalah sebuah kemajuan.

  Masalahnya adalah makna kata-kata Yukino. Jika kita memikirkan itu dari sudut pandang lingkungan dia berada dan hubungannya dengan orang lain, kita tidak bisa menemukan banyak hal dari kata-katanya. Meski itu terdengar abu-abu, tapi ketika cerita terus berjalan, apa yang dia takutkan dan khawatirkan itu akan kita lihat dengan sejelas-jelasnya.

  Akhirnya, kita sampai di akhir episode 9. Para kembang api akhirnya dimulai. Kembang api ini juga sangat berkesan dalam seri ini. Bunga kembang api itu sangat megah, dan juga bunga ini akan pudar dalam gelapnya malam. Karena cahaya-cahaya tersebut sangat terang dan cantik, sekali mereka jatuh, bayangan yang mereka tinggalkan akan terlihat gelap. Lagipula, bayangan-bayangan ini adalah adalah potongan-potongan masa muda yang mereka habiskan.

  Ngomong-ngomong, mari kita lanjutkan di lain kesempatan. Ini hanyalah obrolan biasa. Di kesempatan yang akan datang, kita akan bertemu dengan si manis Rumirumi yang menyebut Hachiman menakutkan! Un, un, ini memang Oregairu!

  Kalau begitu, kita akhiri disini. Aku juga akan menulis tentang kesanku di episode selanjutnya juga!

  Suatu hari di bulan September, sambil meminum Max Coffee.




x  x  x




  1. Watari mengatakan kalau setiap orang bisa menterjemahkan beda-beda soal adegan di pinggir jalan raya, tapi harusnya secara garis besar sama.
  2. Yui yang memberitahukan Hachiman agar bisa membaca perasaan orang lain itu adalah cuplikan adegan volume 7 chapter 9, atau episode 2 zoku.
  3. Watari mengatakan kalau Hachiman ini tahu betul apa yang dia rasakan, dan Hachiman tidak bisa mengatakan itu, sehingga tersiksa karenanya.
  4. Satu jawaban ketika Hachiman memikirkan kata-kata sensei tersebut ada di volume 9 chapter 6: Aku menginginkan sesuatu, sesuatu yang dulu tidak aku percayai ada, tapi aku merasa pernah memilikinya.
  5. Sebenarnya membaca volume 8 LN sudah menjawab apa nomor 4.
  6. Watari mengatakan kalau masalah antara Yukino dan Hachiman adalah mereka berdua selalu salah paham dalam menilai makna kata-kata masing-masing.
  7. Watari menilai Yui ini bisa membaca suasana, tapi menggunakan basa-basi untuk membuat suasananya berjalan.
  8. Watari bertanya kepada siapa permintaan Hachiman soal genuine itu ditujukan? Kalau kita telaah, hal genuine itu adalah keinginan Hachiman agar bisa memahami seseorang. Hachiman tidak butuh dirinya dipahami, dia hanya ingin memahami. Kalau anda lihat nomor 6 dan 7, jelas kepada siapa hal genuine itu ditujukan. Well, ini Watari sendiri yang bilang.
  9. Menurut Watari, Yukino berusaha memahami makna kata-kata Hachiman soal genuine meski kesulitan. Sedang Yui menerimanya begitu saja, tidak berusaha memahami apa yang diinginkan Hachiman.
  10. Pantat yang bagus ini pernah dibahas Watari di volume 6 chapter 8, waktu itu ketika Yukino dan Hachiman diseret masuk ke atraksi Indiana Jones kelas 3B, senpai kelas 3B ada yang mencolek-colek pantat Hachiman. Ah sudahlah...
  11. Watari mengatakan Yukino heroinenya...Ah sudahlah, ini Watari yang mengatakan, bukan saya. Skip saja, saya tidak ingin memancing keributan.
  12. Meski terlihat normal, situasi hubungan mereka bertiga di klub sebenarnya menunjukkan adanya jarak diantara mereka.
  13. Ada petunjuk dari Watari yang 'merasakan suasana festival' dan setelah itu 'adegan di toko Pan-san antara Hachiman dan Yui'. Disitu, Yui menanyakan kembali soal janji hutang kencan Hachiman, dan Yui mengajak Hachiman untuk membayarnya di Disney Land berdua di lain waktu. Ketika hendak meminta kejelasan soal kapan hal tersebut akan dilaksanakan, Hachiman kembali mengulur-ulur hutang kencan tersebut. Hutang kencan tersebut berawal dari suasana festival mereka di volume 6 chapter 7, festival budaya.
  14. Hachiman terkejut dengan keterbukaan Yukino sebelum kereta jatuh...Kita semua tahu ada kejadian: apa memegang apa, dan siapa merasakan apa di hatinya.
  15. Tampaknya kata-kata Yukino tentang : "Hikigaya-kun, suatu hari nanti, tolong aku ya..." merupakan kata-kata penting dalam cerita utamanya. Mengingat, ini belum pernah dibahas sampai volume 11 selesai. Bisa jadi ini akan muncul di volume 12.
  16. Yukino menceritakan dirinya kepada Hachiman...Ah sudahlah, pembaca sudah tahu maksudnya.
  17. Sebuah kemajuan antara Yukino-Hachiman...Kita tahu kalau Yukino tidak akan menceritakan satupun hal tentang dirinya kecuali Hachiman sendiri yang bertanya. Tapi kali ini, Yukino sendiri yang menceritakan dirinya sendiri. Apakah ini ada hubungannya tentang permintaan Hachiman agar tidak ada salah paham lagi diantara mereka? Ah sudahlah...
  18. 'Cerita terus berjalan', lalu kata-kata Yukino soal 'mungkin aku bisa menyelamatkan sesuatu'. Watari sendiri mengatakan pemirsa atau pembaca akan melihat itu dengan jelas di cerita-cerita mendatang. Sebenarnya kita bisa melihat itu dengan jelas di volume 9 chapter 9 atau episode 10 zoku. Hachiman yang terpojok oleh gerombolan pengurus OSIS SMA Kaihin dibela oleh Yukino, rapat el galactico di community center.
  19. Nomor 18 itu di LN juga didukung monolog Hachiman kalau dia merindukan masa-masa itu dimana Yukino selalu ada untuknya. Volume 9 chapter 9.
  20. Nomor 18 itu juga membantah keyakinan Hachiman di volume 3 chapter 4 ketika kencan dengan Yukino di Lalaport (tidak ada di animenya), kalau tidak akan pernah ada gadis di dunia ini yang mau berkorban untuk dirinya.




  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar