Senin, 25 Juli 2016

[ REVIEW ] Macross ▲ Episode 15 : Parting Resolution



  Episode 15 ini, menekankan kepada materi cerita dan latar belakang karakter support di anime ini. Well, agak berbeda dengan episode 14 lalu, anda akan melewatkan beberapa poin penting dalam cerita utama jika skip episode ini.







Panjang ceritanya jika kita membahas cerita dari Casim, Herman, Bogue, dll secara satu persatu. Tapi, kita mendapatkan inti cerita yang sama, mereka semua memiliki alasan untuk berperang karena insiden ledakan senjata dimensional 7 tahun lalu ketika ada perang UN vs Windermere.

Disini agak sedikit tricky, karena para Aerial Knight ini memiliki latar belakang yang hampir sama untuk membenci UN, yaitu karena perang 7 tahun lalu. Jika seandainya ada sebuah fakta kalau perang 7 tahun lalu adalah rekayasa beberapa oknum yang melibatkan Windermere dan UN, maka situasi ini bisa berbalik arah.



Roid melihat gambar dan data dari Mikumo dan Freiya. Jika ada sebuah kesamaan yang menghubungkan Freiya, Mikumo, dan Roid, maka itu adalah insiden di Al-Shahal. Di momen yang sama pula, Messer tewas dalam pertempuran.

Waktu itu, Freiya dan Mikumo bisa merasakan shock dari bercampurnya suara mereka berdua dengan suara Heinz di dekat reruntuhan protoculture Al-Shahal. Lebih tricky lagi, Roid tidak menceritakan apapun kepada Keith yang menyusulnya masuk ke dalam mobil.



Keith berusaha menekankan kepada Roid kalau dirinya hanyalah prajurit, dia hanya mengikuti kemana angin berhembus. Kita semua tahu kalau ini hanyalah omong kosong. Keith adalah seorang maniak perang, dan pertempurannya melawan Hayate sudah membuat Keith kehilangan mata kanannya. Keith pasti akan kesetanan jika bertemu Hayate di pertempuran.

Lebih menyedihkan lagi, ada flashback yang menceritakan kalau Keith dan Roid juga terlibat dalam perang 7 tahun lalu, mereka seperti bertempur bersama-sama. Kurang lebih, mereka berdua ini seperti kawan seperjuangan. Tapi, mereka berdua tidak benar-benar tahu motif terselubung masing-masing orang. Roid punya agenda tersendiri, Keith punya agenda tersendiri.



Ada sebuah pidato berapi-api dari Roid dalam upacara penobatan tahta Raja Windermere kepada Heinz. Pidato dibuka dengan sebuah siaran, dimana ditayangkan sebuah pesawat UN yang menjatuhkan semacam bom nuklir ke Windermere. Kurang lebih, Roid berusaha mengatakan kalau itulah yang sebenarnya terjadi 7 tahun lalu.



Rekaman itu jelas membuat warga Windermere emosi, Roid mengambil momentum itu untuk menjelaskan wasiat Gramia, yaitu menguasai seluruh galaksi. Jelas ini mendapatkan dukungan penuh dari warga Windermere yang sudah melihat rekaman tersebut.

Disini kita mulai melihat permainan Roid. Kita semua tahu, Gramia hanya berkeinginan untuk membebaskan gugus galaksi Starwind dari kekuasaan UN, dan Planet Ragna adalah target terakhir mereka. Kini, Roid menggunakan nama Gramia untuk melanjutkan peperangan dan menguasai seluruh galaksi. Apa agenda sebenarnya dari Roid ini?



Heinz menyanyikan lagu khasnya...

Saya menyukai suara dari Melody Chubak kali ini, lagu yang sangat cantik...



Mimpi aneh Mikumo di episode sebelumnya terjawab, bangunan yang ada di depan Mikumo di mimpinya adalah reruntuhan protoculture yang berubah bentuk setelah mendengarkan lagu dari Wind Singer. Tapi, disini anehnya. Maksud saya, Freiya tidak memiliki ekspresi serupa dengan Mikumo, dimana ada kemungkinan kalau Mikumo adalah satu-satunya orang yang sadar akan hal ini.



Ternyata, perubahan bentuk dari reruntuhan protoculture tersebut bisa amplify suara Wind Singer ke seluruh galaksi, tidak terbatas ke sektor Starwind. Ini artinya, akan ada ancaman Var ke seluruh galaksi.



UN tidak tinggal diam, mereka mengirimkan armadanya ke Windermere. Masalahnya, mereka sedang berhadapan dengan Keith yang dipenuhi dendam dan disupport oleh Wind singer...



Hanya muncul di episode ini, dan langsung lenyap seketika...RIP...Ahahaha



Roid terlihat sedang mengobrol dengan Berger, perwakilan Yayasan Epsilon yang mendanai sistem amplify Wind Singer di Windermere. Disini kita tahu kalau UN mengajak Windermere berdamai, dan Roid menolak tawaran tersebut. Menurut Roid, yang diincar oleh UN sebenarnya akses ke reruntuhan protoculture, jadi tidak masalah apakah Windermere yang menguasainya atau tidak, apakah dengan jalan damai atau tidak, selama mereka punya akses ke reruntuhan, maka UN tidak mempermasalahkan itu.

Disini, kita mencium agenda terselubung. Apa yang Roid katakan ini bertentangan dengan apa yang Roid katakan dalam pidatonya tadi. Dalam pidato, Roid mengatakan kalau berperang dengan UN dan merebut seluruh galaksi adalah wasiat Gramia. Sedang disini, Roid mengatakan kalau berperang dengan UN untuk menjaga agar reruntuhan protoculture tidak dijamah oleh UN. Apapun motif Roid, dia hanya terobsesi oleh reruntuhan itu, mengarahkan Windermere untuk berperang hanyalah untuk mendukung agendanya. Ada sebuah fakta tersembunyi tentang reruntuhan protoculture ini yang belum kita ketahui.

Disini agak sedikit tricky, Berger ini sendiri adalah perwakilan yayasan Epsilon. Mari kita terapkan teori konspirasi disini.

Roid dan Berger adalah rekanan, Berger mewakili Epsilon. Dengan kata lain, Roid ini adalah rekan dari Epsilon. Tujuan tim ini adalah menyebarkan sindrom Var, agenda lainnya...misterius.

Walkure adalah sebuah tim yang dinaungi oleh Macross Elysion, suara mereka merupakan anti dari sindrom Var.

Ada orang yang lebih tinggi lagi dari Kapten Ernest, yaitu Lady M. Kapten Ernest yang merupakan atasan Arad dan Kaname, patuh kepada Lady M.

Apakah anda tahu lambang dari epsilon? Yep, lambangnya " ∑ ". Lambang Walkure sendiri adalah " W ". Dan lady M ini memiliki inisial " M ". Apa kesamaan ketiganya? Lambang identitas unit mereka semua merupakan huruf " M " yang diputar. Saya mencurigai kalau Lady M bermain di belakang layar, dan Roid - Walkure hanyalah pion dalam permainan ini.



Seperti biasa, ending anime ditutup adegan yang menggantung...Salah satu pilot yang berhasil diselamatkan oleh tim Delta ternyata kenal dengan ayah Hayate setelah mendengar nama lengkap Hayate, Wright Immelman...Hmm...



x x x



*) Jujur saja, saya tidak tahu apakah pembaca menyukai review saya atau tidak mengenai anime ini. Review saya, seperti terus menceritakan teori konspirasi dari episode 1 hingga saat ini. Well, mungkin itulah ciri khas review ini!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar