Sabtu, 07 Januari 2017

[ TRANSLATE ] Oregairu Vol 1 Chapter 6 : Rupanya, akan ada kegiatan bersama Totsuka Saika -5






  “Mustahil”

  Itulah respon pertama Yukinoshita.

  “Mustahil, huh...Tapi, umm.”

  “Hal mustahil barusan sangatlah mustahil.”

  Sekali lagi, aku ditolak.

  Ini bermula ketika aku menceritakan permintaan Totsuka dan meminta saran dari Yukinoshita.

  Rencanaku yang sebenarnya adalah agar aku bisa berhenti secara wajar dari Klub Relawan dan bergabung dengan Klub Tenis. Lalu, secara perlahan, aku akan bolos dan akhirnya berhenti dari Klub Tenis...Tapi sekarang, rencana itu ditolak.

  “Maksudku begini, aku paham mengapa Totsuka memintaku bergabung dengan Klub Tenis – sederhananya begini, aku akan menakut-nakuti mereka sehingga mereka bisa menjadi lebih aktif di Klub Tenis. Bukankah jika ada member baru yang bergabung ke Klub, akan membuat mereka merasa tersaingi?”

  “Apa kau pikir kau bisa bertahan hidup dalam grup yang seperti itu? Apa kau pikir mereka akan menerima begitu saja makhluk sepertimu?”

  “Uguu...”

  Itu ada benarnya...Aku tidak akan berhenti begitu saja dari Klub Tenis, tapi jika aku melihat member mereka yang hanya bermalas-masalan, mungkin akan menghajar mereka satu-persatu dengan raket.

  Yukinoshita lalu tersenyum, tapi suaranya tampak seperti mengembuskan napasnya yang berat.

  “Kau tidak tahu rasanya bagaimana berada di dalam sebuah grup, benar tidak? Kau ini adalah seorang ahli penyendiri.”

  “Kau orang terakhir yang harusnya mengatakan kata-kata itu...”

  Tapi, Yukinoshita terus berbicara dan tidak mempedulikan komplainku.

  “Kuakui mungkin mereka akan bersatu-padu jika memilikimu sebagai musuh bersama...Tapi kerjasama mereka itu hanya sebatas untuk mengusirmu keluar, dimana itu tidak akan meningkatkan kemampuan mereka bermain Tenis. Karena itulah, yang kau katakan tadi bukanlah solusi. Aku sendiri punya bukti atas pernyataanku barusan.”

  “Begitu ya...Tunggu dulu, memangnya buktinya apa?”

  “Ya. Aku kembali dari luar negeri waktu sewaktu SMP dulu, dimana aku harusnya berada di lingkungan yang baru, tapi para gadis di kelasku...Atau tepatnya, semua gadis di sekolah berusaha untuk menyingkirkanku. Meski begitu, tidak ada seorangpun yang berhasil mengalahkanku disana. Dasar kumpulan orang tidak berguna...”

  Sumpah, aku merasa seperti melihat api hitam yang menyala-nyala dari belakang Yukinoshita.

  Kampret, kurasa aku baru saja menginjak ranjau darat...

  “U-Uh, yeah, kurasa masuk akal juga...Maksudku, kalau ada gadis yang semanis dirimu, memang hal-hal semacam itu bisa terjadi...”

  “...E-Eh, benar. Kalau dibandingkan gadis yang lain, hanya karena mereka menganggap tampilanku lebih baik dari mereka, bukan berarti mereka harus menyerah begitu saja dan tidak berusaha sedikitpun, namun hal-hal semacam itu normal terjadi disini. Sebenarnya, Yamashita-san dan Shimamura-san juga cukup cantik...Mereka juga populer dengan para anak laki-laki. Tapi mereka hanya unggul di tampilan saja. Ketika berhubungan dengan akademis, olahraga, seni, bahkan dalam tata-krama, mereka bahkan tidak bisa menyamaiku. Dan jika mereka sudah pontang-panting seperti itu masih saja tidak bisa mengalahkanku, maka yang bisa mereka lakukan hanyalah memegangi kakiku dan berusaha menarikku hingga terjatuh...”

  Sejenak, Yukinoshita tampak kehilangan kontrol dirinya, tapi tidak lama kemudian dia kembali ke dirinya yang sebelumnya dan mulai mengatakan sesuatu dengan cepat tentang bagaimana hebat dirinya secara bersambung dan terkontrol.

  Bisa dikatakan, kata-katanya itu mengalir seperti sungai, mungkin lebih mirip aliran Air Terjun Niagara...Mengatakan semua itu tanpa menurunkan tempo dalam mengucapkannya benar-benar mengagumkan.

  Mungkinkah itu hanya sekedar alasan Yukinoshita untuk menyembunyikan ekspresi wajahnya yang memerah? Mungkinkah dia sebenarnya memang benar-benar punya sisi yang manis di dalam dirinya...

  Yukinoshita kemudian mengatur napasnya, mungkin karena dia baru saja berbicara dengan tempo yang lama. Wajahnya juga masih memerah.

  “...Bisakah kau tidak mengatakan sesuatu yang aneh? Aku benar-benar dibuat ketakutan olehmu.”

  “Ahh, untunglah...Seperti dugaanku. Kau ternyata tidak manis sama sekali.”

  Jujur ya, Totsuka jauh lebih manis dari semua gadis yang kukenal...

  Kamfret, apa-apaan barusan?

  Oh, benar...Totsuka harusnya menjadi topik kita disini.

  “Tapi Totsuka kurasa cukup senang jika ada sesuatu yang bisa meningkatkan performa Klub Tenisnya...”

  Ketika aku mengatakan itu, Yukinoshita membuka matanya lebar-lebar dan menatapku.

  “Cukup aneh...Sejak kapan kau menjadi orang yang peduli dengan orang lain?”

  “Hei, ayolah...Itu adalah momen dimana pertamakalinya ada orang yang meminta saran dariku, tahulah...”

  Pada akhirnya, menjadi orang yang dimintai bantuan memang membuatku merasa senang. Plus, Totsuka tampak manis...Tanpa sadar, bibirku mulai tersenyum dengan sendirinya. Yukinoshita lalu memotong, seperti hendak menghentikan senyumku barusan.

  “Dulu, aku juga sering dimintai saran tentang asmara.”

  Dia membusungkan dadanya dengan bangga ketika mengatakannya, tapi entah mengapa ekspresinya tampak suram.

  “...Meski sebenarnya ketika seorang gadis meminta saran soal asmara, yang terjadi adalah mereka sedang menerapkan sebuah strategi untuk mengikat orang lain.”

  “Huh? Apa maksudmu?”

  “Jika aku memberitahu siapa orang yang kusuka, maka orang-orang yang disekitarku akan mulai hati-hati dalam bersikap, benar tidak? Itu seperti memberitahu area kekuasaanmu. Setelah kau tahu batas wilayahnya seperti apa, jika kau melintas tanpa ijin, maka kau akan diperlakukan seperti seorang pencuri dan diusir keluar. Bahkan jika sebenarnya yang terjadi adalah pria yang mereka sukai itulah yang menembakku, mereka tetap mengusirku. Apa kau serius hendak memberitahuku pengalamanmu soal itu...?”

  Aku marasakan kembali api hitam yang berkobar setelah Yukinoshita mengatakan “para gadis meminta saran”. Aku memang berharap ada cerita yang lumayan bagus darinya, tapi yang barusan itu benar-benar tidak enak untuk di dengar.

  Kenapa sih dia selalu berusaha menggagalkan impianku yang sudah lama aku impikan ini? Apa dia sedang menikmati ini?

  Yukinoshita tiba-tiba tertawa sinis, seperti hendak mengusir sebuah memori kelam tentang dirinya.

  “Sederhananya, jangan pernah berpikir kalau mendengarkan masalah orang lain dan berharap bisa menolongnya akan memberikan sesuatu yang bagus. Bukankah ada pepatah – Bahkan induk Singa sendiri akan melempar anak-anak mereka  di jurang dan membunuhnya.”

  “Membunuh anaknya sendiri hanya akan membuat tujuannya dipertanyakan kembali...”

  Lagipula, yang benar menurutku adalah – Bahkan ketika mereka memburu anak mereka sendiri, Singa akan kehabisan tenaganya.

  “Jadi, apa yang akan kau lakukan jika kau menjadi diriku?”

  “Aku?”

  Yukinoshita yang tampak kebingungan, mulai mengedip-ngedipkan matanya dan memasang pose berpikir untuk sejenak.

  “Kurasa aku akan membuat mereka terus berlari hingga mati, lalu membuat mereka berlatih mengayunkan raket hingga mati, lalu setelah itu membiarkan mereka bertanding satu sama lain hingga mati.”

  Dia mengatakan itu sambil memasang sebuah senyuman. Itu menakutkan sekali.

  Tiba-tiba, pintu terbuka dan menimbulkan suara yang mengagetkanku.

  “Heyoo~~!!”

  Kebalikan dari Yukinoshita, Yuigahama  masuk ke ruangan dengan ekspresi yang ceria.

  Yuigahama memasang senyum bodohnya yang biasa. Dia tampak seperti orang yang tidak memiliki beban sama sekali.

  Tapi, ada seseorang yang berada di belakangnya, dengan ekspresi serius tapi lembut.

  Matanya yang menghadap ke bawah seperti merasa kurang percaya diri, dan dia tampak memegangi lengan blazer Yuigahama. Kulitnya tampak putih pucat. Dia mengingatkanku dengan sebuah halusinasi yang samar-samar, ketika kau melihatnya di bawah cahaya yang terang, maka sosoknya akan hilang seketika.

  “Ah...Hikigaya-kun!”

  Dia lalu tersenyum kepadaku setelah melihat diriku disini, dan kulitnya yang awalnya pucat kini menghilang. Ketika dia tersenyum seperti itu, aku akhirnya tahu siapa dirinya. Kenapa dia tampak suram sekali...?

  “Totsuka...”

  Dia lalu bergegas ke arahku, dan kali ini, memegangi lengan seragamku.

  Hei, hei, itu melanggar aturan...Meski aku tahu kalau dia adalah seorang pria.

  “Hikigaya-kun, apa yang kau lakukan disini?”

  “Ah, aku adalah member Klub ini...Kalau kau sendiri?”

  “Aku kesini membawa klien baru, fufu~~”

  Yuigahama tiba-tiba menunjuk ke arah dadanya berkali-kali seperti membanggakan sesuatu.

  Gue enggak tanya lo...Gue pengen denger jawabannya dari bibir Totsuka yang manis...

  “Hei, ayolah~~! Bukankah aku juga bagian dari Klub ini? Jadi kupikir aku ingin melakukan tugasku. Juga, Sai-chan tampak seperti punya sesuatu untuk dikatakan, jadi kubawa dia kesini.”

  “Yuigahama-san.”

  “Yukinon, kau tidak perlu berterimakasih kepadaku. Sebagai member Klub, setidaknya inilah yang bisa kulakukan~~”

  “Yuigahama-san, aku tidak tahu sejak kapan kau menjadi member Klub ini...”

  “Aku tidak termasuk?!”

  Eh, dia bukan?! Itu cukup mengagetkanku...Kupikir sangat jelas kalau dia secara perlahan memang menjadi bagian dari Klub ini.

  “Benar sekali. Kau tidak pernah mengirimkan surat permohonan untuk menjadi anggota Klub dan Guru Pembina kami juga tidak mengetahui tentang keanggotaanmu disini, jadi jelas kau bukan member Klub ini.”

  Yukinoshita memang cukup ketat kalau membahas soal aturan.

  “Aku akan tulis! Kalau kau maunya begitu, maka aku akan menulis jutaan surat kalau perlu! Biarkan aku bergabung!”

  Yuigahama tampak mulai meneteskan air matanya ketika mengambil secarik kertas dari tasnya dan mulai menulis “surat permohonan anggota”

  Kampret, setidaknya beri huruf besar di judulnya!

  “Jadi, Totsuka Saika-kun...Benar? Apa keperluanmu disini?”

  Yukinoshita tidak mempedulikan Yuigahama yang menulis dengan terburu-buru dan langsung fokus ke Totsuka. Totsuka tampak mulai gugup karena tatapan dingin Yukinoshita.

  “U-Umm...Aku ingin...Ingin membuat Tim Tenis kami...Menjadi lebih baik, kurasa begitu...?”

  Awalnya, Totsuka melihat ke arah Yukinoshita, tapi semakin jauh kalimatnya keluar, dia mulai memindahkan pandangannya ke arahku. Totsuka sendiri lebih pendek dariku, jadi dia agak melirik ke atas untuk melihat reaksiku.

  Tolong jangan terus menatapku...Jantungku bisa berdetak lebih kencang, Kampret betul, tolong lihat tempat lain sana!

  Ketika aku memikirkan itu, meski aku sendiri tahu kalau dia tidak berniat untuk menyelamatkanku, Yukinoshita menggantikanku untuk menjawabnya.

  “Aku tidak tahu apa yang Yuigahama-san ceritakan tentang kami, tapi Klub Relawan ini bukan semacam tempat untuk mendapatkan keajaiban. Kami disini hanya membantu usaha klien kami. Jadi apakah Tim Tenis-mu itu akan menjadi lebih baik atau tidak, semuanya kembali kepada dirimu.”

  “Be-Begitu ya...”

  Bahu Totsuka tampak menurun; dia tampak kecewa. Yuigahama pasti bercerita sesuatu yang aneh-aneh kepadanya sehingga ekspektasinya menjadi tinggi...

  “Mana stempel-ku, mana stempel-ku...”

  Yuigahama menggumamkan itu sambil mencari-cari sesuatu di tasnya. Akupun menatapnya, dan dia-pun menatap ke arahku.

  “Huh? Ada apa?”

  “Jangan pura-pura bodoh...Kau menjanjikannya aneh-aneh, dan sekarang yang kami lakukan adalah menghancurkan impian anak muda yang rapuh ini.”

  Yukinoshita malah yang mengatakan kata-kata tersebut ke Yuigahama, tapi Yuigahama hanya memiringkan kepalanya seperti kebingungan.

  “Hmm? Hmmm? Tapi, maksudku, kupikir Yukinon dan Hikki pasti bisa melakukan sesuatu...Apa itu salah?”

  Yuigahama mengatakan itu dengan santainya. Ini tergantung bagaimana kau mendengar pernyataannya barusan, kau bisa mendengar sedikit nada tantangan di dalamnya.

  Dan sayangnya, disini ada seseorang yang bisa mendengar nada yang sedikit barusan.

  “...Hmph. Karena kau mengatakan itu, Yuigahama-san...Kalau masalah makhluk yang disana bisa melakukan sesuatu atau tidak, itu masalah yang lain. Tapi kalau kau menantangku seperti itu...”

  Yukinoshita tampak tertawa. Ahh, sepertinya ada yang menekan salah satu tombol aneh di dirinya...Yukinoshita Yukino adalah tipe orang yang akan mengambil semua tantangan yang tersedia dan menggunakan seluruh kekuatannya untuk mengalahkan mereka – kampret, bahkan dia tetap akan mengalahkan mereka berkeping-keping jika tidak ditantang. Dia adalah tipe orang yang tidak ragu untuk menghancurkan orang yang sudah damai sedamai Gandhi, misalnya diriku.

  “Ya sudah, Totsuka-kun, aku akan menerima requestmu. Yang harus kulakukan adalah membantumu meningkatkan permainan Tenismu, benar?”

  “Y-Ya, benar. Ka-Kalau permainanku meningkat, kupikir semua orang akan berusaha lebih keras.”

  Mungkin dia merasakan tekanan oleh tatapan Yukinoshita, tapi Totsuka sendiri menjawabnya sambil bersembunyi di belakangku. Wajahnya hanya muncul sekilas saja dari bahuku, dan aku bisa merasakan ketakutan yang dia alami.  Aku seperti melihat kelinci hutan yang sedang ketakutan...Dan itu membuatku ingin memakaikan kostum Bunny Girl kepadanya.

  Tentunya, ketika Ratu Es menawarkanmu bantuan, sangat normal untuk merasa takut. Yang kurasakan seperti melihat Yukinoshita mengatakan sesuatu semacam “Aku akan membuatmu kuat, tapi itu jika kau mau memberikan jiwamu kepadaku!”

  Apa dia penyihir atau semacamnya?

  Aku ingin menenangkan Totsuka, jadi akupun berinisiatif untuk melindunginya.

  Ketika posisiku berdekatan dengan Totsuka, aku bisa merasakan aroma shampoo dan deodorannya. Baunya sangat mirip dengan gadis-gadis SMA...Kampret, memangnya dia pakai shampoo apa?

  “Ya sudah, aku setuju-setuju saja kalau kita membantunya, tapi apa yang akan kita lakukan?”

  “Apa kau tidak ingat? Bukankah aku baru saja memberitahumu? Kalau kau tidak bisa mengandalkan ingatanmu, mungkin kau harusnya mencatat saja jika ada momen yang serupa?”

  “Tunggu dulu, jangan bilang kalau yang kau katakan tadi itu serius...”

  Seingatku, Yukinoshita tadi mengatakan akan memaksa orang-orang untuk bekerja sampai mati, dan Yukinoshita kali ini tersenyum kepadaku...Dia seperti sudah membaca pikiranku barusan. Kampret, senyumnya sungguh mengerikan...

  Kulit Totsuka yang putih terlihat bertambah pucat saja, dan tubuhnya tampak bergetar hebat.

  “Apa aku...Akan mati...?”

  “Jangan khawatir. Aku akan melindungimu.”

  Aku mengatakan itu dan menepuk bahu Totsuka. Ketika aku melakukannya, Totsuka tampak memerah.

  “Hikigaya-kun...Apa kau serius mengatakan hal barusan?”

  “Nah, maaf...Itu hanya spontanitas saja.”

  Aku akan melindungimu! adalah salah satu dari tiga kalimat favorit pria. Kalau kau penasaran, nomor satu adalah Serahkan padaku, kalian jalan lebih dulu! Ngomong-ngomong, jika aku bukanlah lawan sepadan Yukinoshita, maka mustahil aku bisa melindungi siapapun darinya. Hanya saja...Jika aku tidak mengatakan sesuatu untuk membuat Totsuka merasa lebih baik, maka perasaan tidak nyaman ini tidak akan pernah hilang.

  Totsuka lalu menggumam.

  “Aku kadang benar-benar tidak mengerti Hikigaya-kun...Tapi...”

  “Hmm, jadi Totsuka-kun ada jadwal latihan seusai jam sekolah, benar? Kalau begitu, mari kita mulai latihan spesialnya ketika jam makan siang. Bagaimana kalau besok kita berkumpul di lapangan Tenis?”

  Yukinoshita memotong Totsuka dan mulai membuat rencana untuk besok dan seterusnya.

  “Siap~~!”

  Yuigahama lalu menyodorkan surat permohonan setelah menjawab itu. Totsuka sendiri juga mengangguk. Jadi...Itu artinya...

  “Jadi...Aku harus ikut juga?”

  “Normalnya begitu. Lagipula, kau sendiri tidak punya acara ketika jam makan siang, benar tidak?”

  ...Super sekali.







x Chapter VI Part 5 | END x


 

  Di vol 3 chapter 4, kencan Lalaport, Hachiman akan mengakui kalau Yukinoshita memang gadis yang manis.

  Tapi kita tahu sebenarnya kalau ini bullshit karena Hachiman sudah menyukai Yukino sejak pertemuan pertamanya.

...........

  What the hell???!!! 

  Kalau Hachiman mengatakan aroma Totsuka persis seperti aroma gadis-gadis SMA kebanyakan, tahu darimana aroma para gadis SMA seperti itu?

  Fvckin Stalker and Maniac!

.........

  Dalam kuisioner konseling, Hiratsuka-sensei ingin memakaikan Totsuka kostum suster. Disini, Hachiman ingin memakaikan Totsuka kostum Bunny Girl...

..........

  Serahkan kepadaku, kalian jalan lebih dulu!

  Kata-kata tersebut sangat populer di anime Saint Seiya ketika Saga 12 Kuil Ksatria Emas Athena.

.........



  

1 komentar:

  1. Banyak yang dipotong dialognya, kalau di anime ini episode 3

    BalasHapus