Minggu, 19 Februari 2017

[ REVIEW ] Oregairu Season 1 Arc IV : Perkemahan Desa Chiba



Perkemahan Desa Chiba ini adalah event yang diadakan di bulan Juli. Arc ini meliputi satu volume 4 secara penuh, dan anda bisa membacanya disini. Banyak adegan dari light novel yang tidak ditampilkan dalam animenya, namun tidak sebanyak Arc V. Kalau anda cuma ingin membaca review murni tentang animenya, saya sarankan anda untuk membaca review di tempat lain saja...

Jadi, ada apa dengan event ini?

Kepala Sekolah SMA Sobu, meminta seluruh Klub yang ada di SMA Sobu untuk membuat kegiatan sosial yang membuat SMA mereka bisa berinteraksi dengan masyarakat luar SMA Sobu. Hiratsuka-sensei berpikir kalau awal liburan musim panas, yaitu bulan Juli dirasa sebagai momen yang tepat untuk melakukannya.

Hiratsuka-sensei memiliki teman sesama guru yang mengajar di sebuah SD dekat Stasiun Chiba, dan mereka membutuhkan sukarelawan untuk kegiatan perkemahan musim panas mereka di Desa Chiba. Hiratsuka-sensei mengambil peluang ini, dengan mewajibkan seluruh member Klub Relawan ikut serta. Kekurangan sukarelawan lainnya, Hiratsuka-sensei yang merupakan Wali Kelas 2F, memberikan pengumuman kalau akan ada nilai ekstra di Sastra Jepang bagi siswa didiknya yang mau menjadi sukarelawan. Didapatlah Grup Hayama dan Miura, plus Totsuka.





Pre-Anime

Diceritakan dalam volume 4 chapter 1, Hachiman sudah menjalani rutinitas hariannya dalam beberapa hari di liburan musim panas. Bermalas-malasan dan sesekali pergi keluar untuk pergi ke toko buku. Yeah, mungkin perkemahan ini terjadi di tengah atau akhir Juli.

Dalam jalan-jalan tersebut, Hachiman bertemu dengan Totsuka, namun tidak berinteraksi dengannya karena dia sedang bersama member Klub Tenis di sebuah pusat perbelanjaan. Totsukuuuuuuuh~

Lalu, Hachiman bertemu Miura dan Yui yang sedang menunggu Ebina untuk hang out. Disini, Yui berpikir kalau Hachiman dan dirinya kini sudah reset hubungan, paska insiden nice girl di vol 2 chapter 5. Yui menerima info dari Komachi kalau ulang tahun Hachiman adalah 8 Agustus, menggunakan info tersebut untuk kamuflase kencan sebagai perayaan ulang tahun. Namun, Hachiman memilih untuk tidak memberikan jawaban, dan hingga volume tentang liburan musim panas usai, ini tidak pernah terjadi.

Terakhir, Hachiman bertemu Yukino di toko buku. Sebenarnya, buku yang hendak Yukino baca (beli?) adalah album foto tentang kucing.




Dalam volume 2 chapter 1, Hiratsuka-sensei dan Hachiman bertukar nomor HP. Janji Hiratsuka-sensei untuk mengirim SMS dan membalas cepat ternyata diluar dugaan, maksud saya, terlalu overdosis. Hiratsuka-sensei hendak memberitahu Hachiman mengenai perkemahan desa Chiba, namun Hachiman tidak ingin kegiatan bermalas-malasannya diganggu.



Kali ini, kubu Hiratsuka-sensei memakai pendekatan berbeda, menggunakan Komachi. Sedang Komachi sendiri, melihat event perayaan ultah Yui di tempat Arcade sebagai kesuksesan, menyetujui rencana tersebut.



Sebenarnya, animenya salah memberitahu posisi Yui dalam gambar di atas. Posisi Yui tepat di belakang Hachiman, yang berada dalam posisi tempat duduk Yui adalah Yukino. Di light novelnya, Hachiman bisa melihat jelas Yukino dari posisinya, sedang Yui tertidur dengan bersandar ke Yukino. Jika posisi Yukino di belakang Hachiman, maka Hachiman tidak bisa melihat Yukino.

Oke, Hachiman pernah berkemah di Desa Chiba dalam event perkemahan SMP. Yukino sendiri, baru kembali dari program beasiswa di SMP luar negeri semasa kelas 3 SMP, sehingga tidak sempat mengikuti perkemahan yang semacam itu. Mudah sekali kita tebak, Yukino memilih beasiswa di luar negeri karena tidak tahan dibully di SD dan orang yang mengaku temannya, Hayama, mengkhianatinya.

Agak ironis di animenya Hachiman terlihat memakai pakaian yang sama. Sebenarnya, Komachi sudah membawakan tas khusus berisikan pakaian ganti Hachiman selama di perkemahan.



Ada yang janggal dengan kehadiran Hayama? Ayolah, ini mudah sekali!

Sukarelawan selain Klub Relawan, mendapatkan nilai ekstra di Sastra Jepang. Hayama tidak membutuhkan itu karena dia super pintar. Tapi ada satu hal dimana Hayama harus datang, well kita akan tahu alasannya di adegan-adegan berikutnya (tidak ada di anime).



Jadi setelah acara absensi dan perkenalan panitia-peserta perkemahan, adalah acara pengenalan lingkungan. Peserta dibagi sesuai grupnya dan diminta untuk mencari rute khusus dimana ada tanda-tanda yang tersembunyi disana. Rumi, tampak terbuang dari grupnya.



Disini, Hachiman berpikir kalau Yukino bisa menemukan Rumi sebagai penyendiri atau orang terbuang karena Yukino juga penyendiri. Sebenarnya, Yukino menyadari Rumi itu karena seperti itulah gambaran dirinya semasa SD, terutama gosip itu.



Sebenarnya, ada adegan penting di light novel yang tidak ditampilkan disini. Ketika Yukino, Yui, Miura, Totsuka, dll pergi mengambil bahan makanan untuk pesta barbeque, Hayama dan Hachiman berusaha menjaga nyala api panggangannya. Disini, Hayama hendak bertanya tentang Yukino ke Hachiman. Mudah sekali ditebak, Haruno memberitahu Hayama kalau dia melihat Yukino berkencan dengan Hachiman di Lalaport, vol 3 chapter 4. Hayama hendak bertanya ke Hachiman tentang kebenaran itu, mengingat Haruno memang sering becanda. Momen terpotong oleh kehadiran Totsuka.

Sangat mudah, Hayama menjadi sukarelawan kesini untuk konfirmasi langsung tentang hal tersebut. Jadwal Yui pasti  terisi dengan perkemahan dan memberitahu grupnya kalau itu aktivitas Klub. Hayama yang tahu itu, menganggap kalau Hachiman dan Yukino pasti akan ada disana. Mulailah Hayama mengajak Tobe, Miura, Ebina ikut serta.

Bagaimana kalau Miura Cs memang butuh nilai ekstra dan merekalah yang mengajak Hayama? Mustahil!

Karena dalam vol 2 chapter 1, Yui sendiri menjelaskan kalau grupnya tidak belajar untuk ujian tengah semester. Kalau grupnya sendiri tidak menganggap nilai akademis penting, maka mereka tidak punya alasan untuk menjadi sukarelawan, kecuali yang mengajak itu adalah Hayama. Lalu, Miura berpikir kalau ini adalah momen yang bagus untuk berduaan dengan Hayama. Buktinya, dalam debatnya dengan Yukino, Miura menekankan kalau dia kesini untuk bersenang-senang. Juga, dalam rapat pertemuan awal, satu-satunya orang yang beralasan demi nilai ekstra hanyalah Hayama, dan itu tidak masuk akal karena dia peringkat 2 dalam pelajaran Hiratsuka-sensei.



Lagi-lagi, Rumi memisahkan diri dari teman-temannya. Disini, kita melihat ada dua pendekatan berbeda. Yui berusaha mengajak Rumi kembali ke komunitas sosial dimana Yui pikir kalau disitulah Rumi harusnya berada. Sedang Yukino dan Hachiman, tidak menolak keputusan Rumi untuk berada diluar komunitas karena itu adalah keputusannya.



Masalah menjadi ramai, ketika Hayama membawa topik Rumi dalam obrolan makan siang. Yukino bersikeras, kalau Klub Relawan akan membantu Rumi jika dan hanya jika, Rumi sendiri yang datang meminta bantuan mereka. Hachiman lalu mempertegasnya, ini karena kadang ada orang yang ingin hidupnya menjadi bagian dari komunitas sosial dan berjuang untuk menjadi bagian di dalamnya. Namun, bagaimana jika orang tersebut memang sejak awal nyaman sebagai penyendiri? Bukankah itu artinya mereka hanya ikut campur dalam jalan hidup Rumi?

Meski begitu, Hayama bersikeras untuk membantu Rumi.



Tentu saja Hayama akan bersikeras untuk membantu Rumi, karena situasi Rumi mirip Yukino semasa SD. Hayama ingin menunjukkan (deja vu) kalau dia sudah berubah kepada Yukino. Hayama ingin menunjukkan kalau dia tidak ingin melihat orang dibully lagi dan diam saja. Tapi Yukino tidak begitu saja percaya, karena itulah yang terjadi dengannya semasa SD, alias kata-kata Hayama hanya lip service.

Melihat Yukino tampak sebagai orang yang selalu mendebat Hayama, Miura naik pitam, dan ini membuat suasana meja makan menjadi panas. Disini, Hachiman sudah mulai melihat kalau dulu pasti ada sesuatu antara Yukino dan Hayama yang membuat mereka berdua menjadi panas...Tapi apa?



Sebenarnya, ada adegan Totsuka melihat Hachiman telanjang di tempat pemandian staff perkemahan...What the fvck!

Hachiman, Totsuka, Hayama, dan Tobe tinggal di kabin perkemahan yang sama. Sementara Miura, Yui, Ebina, dan Yukino menginap di kabin yang sama namun berada di tempat yang berbeda.

Tobe yang merasa sulit tidur, membuka obrolan tentang siapa gadis yang mereka sukai. Tobe mengatakan kalau dia menyukai Ebina, dan sempat curhat soal itu ke Miura. Ini cikal bakal masalah di volume 7, Miura tahu kalau Tobe akan ditolak dan itu akan membuat usahanya mendekati Hayama menjadi sulit. Namun ini memberikan sebuah info lagi, Totsuka berpikir kalau Tobe menyukai Miura, karena mereka sangat dekat.

Mereka lalu membahas Yui, namun Tobe mengatakan kalau Yui itu gadis yang bodoh. Namun, disini clue pentingnya, dalam monolog Hachiman, disana Hachiman menekankan lagi kalau Yui masih menjadi nice girl baginya. Ini ironis karena Yui berpikir kalau hubungan mereka sudah direset, tapi Hachiman tetap berpikir kalau Yui nice girl, alias Hachiman masih berpikir kalau Yui tetap mencintainya karena masalah kecelakaan itu, dan itu benar adanya.

Dan ini hal yang terpenting, Hayama mengatakan kalau inisial gadis yang disukainya itu adalah "Y". Jika Yumiko, maka drama vol 7 dan vol 10 tidak akan pernah terjadi. Kita tahu siapa itu...

Mendengar tentang Hayama menyukai gadis inisial Y, Hachiman merasa stress dan tidak bisa tidur. Tampaknya, Hachiman punya dugaan siapa gadis yang dimaksud, namun dia berharap bukanlah gadis itu. Bagaimana kalau Yui gadis yang dimaksud Hayama? No, Hachiman sudah mengatakan dengan jelas kalau Yui itu nice girl sebelum Hayama mengatakan inisial Y.



Saya tidak tahu mengapa Watari hanya memberikan kesan berbeda ketika Hachiman melihat sosok Yukino dalam adegan di atas...



Hachiman melanggar tabu yang dia buat sendiri, yaitu tidak ikut campur masalah pribadi orang lain. Hachiman menggunakan momen debat di meja makan itu sebagai awal bertanya tentang ada apa antara Yukino dan Hayama di masa lalu. Yukino menjelaskan kalau mereka dulu teman semasa kecil, karena orangtua Hayama sering membawa Hayama ke rumahnya. Kini, firma ayah Hayama sering menjadi rekan perusahaan keluarga Yukino.

Tapi ini jelas tidak membuat apa yang terjadi antara Hayama-Yukino di masa lalu menjadi jelas. Jika hanya masa lalu semacam itu, bukankah Yukino tidak ada alasan untuk bersikap dingin ke Hayama yang dia anggap teman semasa kecil?



Ini adalah momen yang baik untuk membandingkan kesan Hachiman terhadap Yui.



Bandingkan dengan kesan Hachiman melihat Yukino. Err, maksud saya bukan via anime, tapi light novel (promo nih!)



Saya tidak yakin masih ada peluang...



Disini, Rumi mengatakan kalau dia tidak ingin dirinya terus menjadi orang yang menyedihkan seperti ini. Rumi berharap kehidupan SMA-nya kelak akan berubah. Dia juga merasa tidak enak dengan Ibunya yang berharap dia punya banyak teman.



Mudah sekali menebak alasan Hachiman membulatkan tekadnya untuk menolongnya. Selain air mata, harapan Rumi untuk memiliki kehidupan SMA yang berbeda, merupakan harapan Hachiman semasa SMP setelah dirinya dipermalukan oleh insiden Kaori. Hachiman memang gagal (menurutnya), namun Hachiman berpikir kalau dia harus melakukan sesuatu.



Namun, yang ditangkap Yukino berbeda. Yukino ingin tahu apa yang hendak Hachiman lakukan dengan situasi Rumi, karena situasi Rumi sendiri mirip situasinya semasa SD dulu. Hachiman ini orang yang mengajaknya berteman, dan teman pria terakhirnya semasa SD hanyalah seorang pengkhianat dengan agenda terselubung. Apa yang hendak Hachiman lakukan dengan hal ini?



Kata-kata Hachiman tentang teman yang menusuk dari belakang, sebenarnya berlaku juga di grup Miura, Hayama, dan Klub Relawan.

Miura sebenarnya tidak peduli dengan situasi Ebina, dia hanya peduli dengan peluangnya dekat dengan Hayama. Sedang Hayama sendiri, menusuk Tobe di darmawisata Tokyo. Bagaimana dengan Klub Relawan? Yukino di vol 1 chapter 7, mengatakan Yui adalah temannya. Namun kenyataannya, Yui berteman dengan Yukino untuk mendekati Hachiman.



Err, selain adegan terpesona di atas, sebenarnya ada adegan lain di LN. Para peserta Jerit Malam tampak tidak takut dengan penyihir Totsuka, iblis Yui, dll. Tapi mereka tampak ketakutan melihat Hachiman, menurut mereka Hachiman adalah zombie...



Ketika adegan ini terjadi, sebenarnya Hachiman mengatakan sesuatu yang menjadikan core masalah di volume 9.

"Jika hal yang kecil saja bisa membuat hubungan mereka hancur, itu artinya sejak awal hubungan mereka adalah hubungan yang rapuh."

Ini menceritakan tentang Yukino-Hachiman di volume-volume selanjutnya. Mereka berdua mempercayai kalau mereka terikat sebuah benang yang tidak biasa. Tapi Hachiman bertindak diluar ideologinya pada darmawisata dan pemilihan ketua OSIS, Yukino seakan-akan melihat Hachiman yang berbeda. Belum lagi, datangnya Isshiki Iroha.



Momen dimana harusnya grup Rumi memilih orang terakhir untuk dibuang, digagalkan oleh Rumi.

Ini meninggalkan pertanyaan penting: Mungkinkah Rumi ini sebenarnya seorang penyendiri?



Kekhawatiran Hiratsuka-sensei kalau metode Hachiman ini berbahaya karena menaruh orang tersebut di tepi jurang yang dalam...Ternyata benar-benar terjadi di volume selanjutnya.

Agar grup Miura dan Hayama tidak pecah, maka Hachiman-lah yang menaruh dirinya sendiri di tepi jurang tersebut. Masalahnya, membuat skenario palsu semacam itu membuat kecewa orang-orang yang menyukainya. Akhirnya, Hachiman-lah yang jatuh dan terperosok di dasar jurang tersebut.



Sebenarnya, status grup Rumi masih tanda tanya, tapi Yukino memuji Hachiman. Menurut saya, apa yang Yukino rasakan, setidaknya Hachiman ini benar-benar mencoba untuk menyelesaikan masalah Rumi, tidak hanya diam dan sekedar mengucapkan kata-kata.

Opini saya, ini adalah titik balik Yukino dengan Hachiman. Hachiman kini tampak sebagai pria yang menarik, dimana seharusnya dia ada ketika SD dulu.



Ada adegan LN yang tidak ditaruh disini. Yui lalu berusaha menekankan lagi ke Hachiman kalau mereka masih punya janji untuk hang-out. Tapi, Hachiman dalam adegan ini mengatakan dalam monolognya kalau jawaban atas permintaan Yui itu sudah dia miliki.

Ini ada di vol 5 chapter 5, Hachiman menolaknya atau sengaja mengajak Komachi agar tidak menjadi kencan.



Adegan ini harusnya terjadi di kabin, ketika Hayama dan Hachiman hendak tidur, sedang Tobe dan Totsuka sudah terlebih dahulu tertidur. Hayama menceritakan kalau dulunya dia melihat orang yang dibully itu tepat berada di depannya dan memilih diam. Lalu Hayama melakukan pengandaian, bagaimana jika Hachiman satu SD dengannya?

Jawabannya mudah, Hachiman pasti akan menolong Yukino dengan segala cara. Yukino akan dekat dengan Hachiman. Ini menjelaskan mengapa Hiratsuka-sensei menaruh Hachiman di Klub Relawan, untuk menolong Yukino. Menjadi masuk akal ketika Hayama mengatakan kalau Hachiman itu adalah rivalnya, vol 10 chapter 7.



Ada adegan yang tidak ditayangkan di animenya. Supir limo Haruno itu, mendekati Hachiman dan membungkuk di hadapan Hachiman. Dalam vol 1 dan vol 3, Hachiman menceritakan kalau Sopir dan Pengacaranya datang ke rumah sakit dan meminta maaf. Jika itu pertemuan pertama Hachiman dengan sang Sopir, maka tidak masuk akal si Sopir membungkuk ke Hachiman.

Sederhananya, itu mobil dan sopir yang sama ketika kecelakaan setahun lalu. Karena setahun lalu Haruno sudah tidak ada di SMA Sobu, mudah saja menebak kalau penumpangnya hanyalah Yukino.



Hachiman memilih untuk pura-pura tidak tahu ketika Yui menanyakan tentang mobil tersebut. Namun Hachiman tidak bisa mengelak lagi ketika Haruno memberikan pernyataan jelas kalau itu mobil yang sama, di vol 5 chapter 6.

Yang saya rasakan, ini benar-benar pukulan jab  dan upper-cut telak kepada perasaan Hachiman. Bagaimana mungkin, orang yang pernah Hachiman ajak menjadi teman, gadis pertama yang Hachiman pikir love at first sight (vol 7 chapter 3), dll...Ternyata penumpang mobil yang menabraknya.

Disini, harusnya Hachiman bersikap adil dengan menganggap semua kebaikan Yukino kepadanya, termasuk pujiannya semalam, sebagai simpati karena Hachiman korban tabrakan mobilnya, persis dengan apa yang terjadi dengan Yui di vol 2 chapter 5 dan vol 3 chapter 6. Tapi Hachiman memilih untuk menyalahkan dirinya sendiri, vol 5 chapter 8.

Dalam volume 6 chapter 5, melihat Yukino masuk perangkap Sagami, Haruno, dan Hayama...Hachiman memutuskan untuk melupakan apapun yang pernah terjadi antara Yukino dan dirinya sebelum pertemuan pertama mereka di Klub Relawan, dan mencoba membantu sebisa dirinya. Ini aneh...

Namun ini menjadi masuk akal jika sebenarnya Hachiman menyadari kalau Yukino menerima request Sagami itu karena hendak menghindari interaksi dirinya dengan Hachiman di seksi Arsip dalam Panitia Festival Budaya.

Masalah masa lalu mereka berdua, menjadi "clear" di vol 6 chapter 6, Hachiman memutuskan untuk mencari tahu apa jawaban sebenarnya tentang hubungan mereka berdua, tidak lagi tentang masa lalunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar