Senin, 09 November 2015

[ TRANSLATE ] Oregairu Vol 9 Chapter 0 : Seharusnya, ruangan itu terisi oleh suasana yang biasanya.



x Chapter 0 x








  Angin musim ini serasa terus menggetarkan jendela ruangan Klub. Dengan berada di dekat laut dan tidak ada gedung-gedung tinggi di sekitar sini, angin-angin ini seperti tertiup tanpa henti.

  Suara angin tersebut menarik perhatianku ketika aku melihat ke arah luar jendela.

  Pepohonan terlihat mulai menjatuhkan daun-daunnya dan angin yang kering mulai membawa debu-debu di sekitarnya. Para pejalan kaki terlihat menaikkan kerah mantel mereka ketika berjalan.

  Musim dingin mulai terlihat di sekolah ini. Meski aku juga berada di sekolah ketika musim yang sama datang tahun lalu, tapi aku baru tahu rasanya tertiup angin dingin ini.

  Menemani suara angin dingin ini, terdengar beberapa suara.

  "Tahu kan, sekarang itu udaranya terasa sangat kering? Jadi ketika Yumiko membawa pelembab tersebut, membuat kami merasa nyaman mengikuti pelajaran. Juga belakangan ini, USJ...USA? Atau semacam itu, bisa memberimu listrik loh! Tahu tidak, benda itu?"

  Yuigahama mengatakannya dengan menggerak-gerakkan tangan dan tubuhnya disertai nada suaranya yang enerjik. Yukinoshita melihat ke arahnya dengan senyum dan mengangguk kepadanya.

  "Begitu ya. Itu pasti menarik sekali."

  Yukinoshita biasanya bukanlah tipe gadis yang banyak bicara, jadi jawaban pendek darinya adalah hal yang wajar.





  Tapi posisi dudukku saat ini tidak bisa membuatku melihat senyumannya itu secara langsung.





  Aku lalu mencoba memalingkan pandanganku dari arah lantai. Ketika aku menaikkan kepalaku, Yuigahama terlihat sedang menatapku.

  "Benar, kan! Apa kita bisa beli satu untuk ruangan ini. Benar tidak, Hikki?...Hikki?"

  Dia seperti menghadapkan seluruh tubuhnya ke arahku. Yuigahama bertanya kepadaku sekali lagi, menunggu balasanku. Karena aku tadi sedang memikirkan sesuatu, responku agak telat. Aku mulai menyusun percakapan yang kudengar tadi dan menjawab.

  "...Aku dengar kok. Itu sebenarnya USB. Kenapa kita butuh listrik yang berasal dari Amerika?"

  "Ah, itu maksudku!"

  Yuigahama lalu menepuk kedua tangannya dan menjawab itu. Dan tanpa menunggu respon dariku atau Yukinoshita, dia melanjutkan.

  "HP jaman sekarang bisa diisi ulang energinya dengan menghubungkan ke USB itu atau semacamnya, jadi terasa sangat nyaman, begitu~. Lagipula, belakangan ini baterai HP-ku terlihat lebih cepat habis daripada biasanya!"

  Yuigahama melanjutkan lagi, tapi dia melompat ke topik tentang model HP.

  Karenanya, pembicaraan terus mengalir tanpa henti. Meski begitu, yang terlihat jelas hanyalah kata-kata yang melanjutkan topiknya, sedang hal yang harusnya ada di dasar kata-katanya tersebut tidak terlihat sama sekali.

  Apakah ini karena pepohonan yang terlihat dari luar jendela, bergoyang oleh tiupan angin yang dingin ini terlihat seperti bongkahan es dari kejauhan? Jika aku berjalan satu langkah lagi, aku sepertinya akan tenggelam dalam pemikiranku ini.

  Meski ruangan ini tidak memiliki kalender, aku tidak perlu memeriksa sekarang sudah tanggal berapa. Memeriksa tanggalnya hanya akan membuatmu mengingat kalau tahun ini tersisa beberapa hari lagi.

  Sekarang sudah masuk pertengahan Desember. Dua minggu lagi maka sudah tahun baru. Tahun ini akan berakhir.

  Semuanya akan berakhir dan kamu tidak akan bisa mengambil kembali apa yang sudah hilang di hari-hari tersebut.

  Sama seperti ketika kau menatap ke arah matahari, kau juga menjadi khawatir kalau tahun ini akan segera habis.

  Tentunya, matahari yang menyinari hari ini dan tahun lalu masih terlihat sama.

  Aku, tidak, kami. Kami pastinya menyadari apa yang sudah kita tinggalkan dan oleh karena itu matahari yang mulai tenggelam terlihat menarik emosi kami masing-masing.

  Meski waktu terlihat mengalir, ruangan ini adalah satu-satunya tempat dimana waktu terasa membeku.

  Semenjak pemilihan Ketua OSIS, tidak ada yang berubah ketika kami menghabiskan waktu di ruangan ini. Ketika kami melanjutkan obrolan kami yang terasa tidak pada tempatnya itu, atau bisa kau katakan ini hanyalah sebuah kekosongan dan sekedar menghabiskan waktu, seperti berjalan di lantai es yang tipis.

  "Aku sempat berpikir seberapa dinginnya ini, tapi ini mengingatkanku tentang hal yang lain. Seperti hampir Natal dan semacam itu..."

  Yuigahama lalu memindahkan topiknya lagi.

  Baik diriku dan Yukinoshita berpartisipasi di percakapannya dengan balasan singkat seperti "Yeah, memang dingin", "Ini memang terasa lebih dingin", "Apakah besok akan lebih dingin dari ini?". Seperti tahu kalau respon kami berdua tidak akan lebih jauh dari itu, Yuigahama terus berbicara dengan penuh enerjik.

  "Ah! Kenapa kita tidak meminta Hiratsuka-sensei untuk menaruh semacam pemanas di ruangan ini!?"

  "Kupikir itu agak sulit."

  Yukinoshita tampak tidak terlihat bingung oleh maksud-maksud Yuigahama ketika dia menunjukkan senyumnya.

  "Kalau melihat sifat orangnya, aku cukup yakin kalau dia maunya menerima hadiah dulu dari orang lain sebelum mau memberinya ke orang lain."

  Entah mengapa, aku merasa dia pasti berniat membelikan dirinya sesuatu dulu daripada memberikan sesuatu ke orang lain. Seseorang, tolong lamar dia secepatnya...aku serius ini!

  Mendengar respon kami berdua, Yuigahama mulai kecewa.

  "Begitu ya...kupikir begitu."

  Yuigahama terlihat menurunkan posisi bahunya ketika mengatakannya.

  Apakah semangatnya yang menggelinding dari puncak bukit sudah menemui sebuah dataran?

  Baik diriku dan Yukinoshita pada dasarnya adalah tipe pendiam, sehingga kami biasanya jarang membahas topik-topik terkini. Oleh karena itu, belakangan ini, Yuigahama yang selalu membawa topiknya.

  Biasanya, topik-topik darinya membahas hal-hal terkini dan tidak menyinggung orang di ruangan ini. Bisa dibilang, itu sekedar topik untuk menghabiskan waktu saja.

  Kupikir Yuigahama sudah semakin terlatih untuk membuat pembicaraan menjadi lebih lama dan menghabiskan waktu.

  Tidak, bisa saja itu salah.

  Itu bisa jadi karena sebelum dia bergabung dengan Klub Relawan, dia memang sudah terlatih dalam hal ini. Itu adalah kemampuan yang dia asah hingga hari ini, kemampuan untuk membaca suasana, mengisi sebuah kesunyian, dan berusaha menutupi sesuatu dengan kepalsuan seperti tidak pernah terjadi apapun.

  Ini mirip seperti ketika aku membuka buku tapi tidak membacanya.

  Kata-kata darinya terus terucap dan waktu terus bergerak. Tidak mempedulikan apa yang dia obrolkan dari tadi, aku lalu melihat ke arah jam.

  Jika hari ini sama seperti hari-hari sebelumnya, maka sekarang ini adalah waktu dimana Yukinoshita menyudahi kegiatan klub.

  Seperti menyadari hal itu juga, Yuigahama kemudian melihat ke arah langit di jendela.

  "Tampaknya langit mulai menjadi gelap, ya?"

  "...Kupikir begitu. Bagaimana kalau kita sudahi dulu kegiatan kita hari ini?"

  Seperti menjadikan kata-kata Yuigahama sebagai tanda, Yukinoshita menutup bukunya dan menaruhnya di tas. Kami berdua juga begitu, bersiap-siap untuk pulang ke rumah, dan berdiri.

  Ketika lampu dimatikan, ruangan ini terlihat dipenuhi kegelapan. Kami meninggalkan ruangan itu dan di depan kami hanyalah terlihat kegelapan dan kegelapan. Kami berjalan menyusuri lorong dengan ditemani kesunyian hingga akhirnya kami sampai di pintu depan sekolah.

  Matahari sudah terbenam dan cahaya yang terlihat dari sekolah hanyalah cahaya lampu.

  "Oke, aku akan naik bus!"

  "Yeah."

  Aku merespon ke Yuigahama yang menaikkan tangannya, aku lalu membalikkan badanku ke arah parkir sepeda. Dan yang tersisa, Yukinoshita, melihat kami pergi dan membalas balik.

  "Ya, selamat tinggal."

  Karena sudah gelap, aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Mungkin, dia mengatakannya dengan tersenyum. Yukinoshita lalu membetulkan posisi tasnya dan menegakkan kerah beserta syalnya. Sikapnya yang seperti itu memberikan kesan kalau dia tidak berbeda dari sebelumnya.

  "Sampai jumpa."

  Aku mengatakan itu kepadanya, memalingkan pandanganku dari Yukinoshita dan bergegas ke parkir sepeda.






  Mengapa ketika aku berusaha untuk tidak melihat ke dirinya, wajahnya selalu terbayang di kepalaku dan tidak mau hilang begitu saja.






  Dia yang senyumannya tidak berubah sejak hari itu...







  Aku lalu mengayuh sepedaku.

  Mungkin kau harus membiasakannya melihat dia yang seperti itu, berpura-pura tetap dekat, dan akhirnya kau akan melihat itu adalah hal yang biasa darinya.

  Mungkin, yang kurasakan barusan disebut 'kesanku terhadap dirinya selama ini' akan dikirim ke tempat terdalam di otakku dan aku akan menyebut itu 'kenangan'.

  Tapi itu salah. Waktu adalah sebuah racun yang menyebar secara perlahan. Waktu adalah hal yang akan mengakhiri sesuatu dan membuatmu menyerah akan sesuatu, menghapus secara perlahan hal-hal yang terjadi di masa lalu.

  Ketika aku mengayuh sepedaku melewati pusat kota, perumahan yang sudah didekorasi sedemikian rupa mulai menarik penglihatan mataku. Seperti kata Yuigahama, Natal hampir tiba.

  Ketika aku masih kecil, aku mengenalnya sebagai hari dimana aku bisa menerima hadiah yang kuinginkan. Ya, kurasa hari ini masih tidak banyak berubah, bisa kaukatakan itu adalah versi lain dari Ulang Tahun.

  Tapi, sekarang sudah berubah. Aku bukanlah anak kecil lagi dan tidak ada hadiah yang dipersiapkan untukku.




  Dan yang terpenting...




  Untuk hal-hal yang aku harapkan dan kuinginkan, aku tidak memiliki hal tersebut.




  Dan tampaknya, aku memang tidak diperbolehkan untuk menginginkan sesuatu.







x Chapter 0 | END x




  Hachiman bisa merasakan kalau ada sesuatu yang tidak benar telah terjadi di Klub Relawan.

  ...

  Yui masih Hachiman anggap sebagai nice girl...

  ...

 Wajah Yukino selalu terbayang di kepala Hachiman...

  Tentunya, senyuman Yukino itu merujuk ke senyumannya di kencan pertama mereka, vol 3 chapter 4. Senyum Yukino di kencan itu setelah pulang dari tempat arcade dan memenangkan (membeli) boneka Pan-san.

  ...

  Hal-hal yang Hachiman harapkan... Monolog terakhir...

  Sebenarnya Hachiman berbohong disini, dia sebenarnya memiliki sebuah harapan. Yaitu merayakan Natal bersama orang yang Hachiman kasihi, terdapat di vol 6.5 Special atau vol 9 chapter 11.

  Hachiman sendiri yang klarifikasi hal tersebut setelah scruchie pink darinya dipakai oleh Yukino dan mengatakan selamat Natal untuknya, dengan senyuman yang sama seperti di Lalaport tempo hari.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar