Jumat, 14 April 2017

[ REVIEW ] Light Novel Oregairu Volume 6.5





Volume 6.5 yang anda baca di blog ini, sebenarnya adalah  volume 6.25 yang berisi 4 chapter, diikuti volume 6.5 berisi 4 chapter, dan volume 6.75 yang berisi 4 chapter. Tapi, semua chapter merupakan kelanjutan volume-volume sebelumnya. Agar memudahkan pembaca, saya menulisnya sebagai sebuah volume yang utuh dan berisi 12 chapter, yaitu volume 6.5.

Jadi apa event utama dalam volume 6.5 ini? Festival Olahraga!

Juga, ini seperti menjadi "penebusan dosa" Sagami di volume 6 sebelumnya. Untuk chapter spesial Natal, saya satukan dengan volume 9 karena timelinenya memang benar-benar tepat setelah volume 9 berakhir.

Jadi, apa kita sudah siap?


Seperti yang pernah saya bahas di volume 7.5, Klub Relawan juga membuka konsultasi online. Disini, datang konsultasi dari Miura yang bercerita kalau Sagami saat ini benar-benar mengganggu suasana kelas 2F. Sederhananya, Sagami menyebarkan kebencian diantara para siswa 2F.

Yukino menganggap request Miura tersebut ada hubungannya dengan request Sagami di volume 6. Festival Budaya berhasil digelar, namun Sagami masih menaruh kebencian kepada Hachiman, dan harapan Sagami untuk berubah lebih baik lewat perannya sebagai ketua tidak bisa dia capai.

Lalu datang konsultasi dari Meguri, dia menginginkan Klub Relawan membantunya dalam memberikan ide-ide agar Festival Olahraga terakhirnya ini menjadi memorable.

Sebenarnya ini hanya alasan palsu dari Meguri, alasan sebenarnya Meguri mengirim email konsultasi tersebut agar Yukino bersedia menjadi ketuanya.

Namun, Yukino berpikir untuk menyelesaikan "misinya" yaitu membantu perkembangan Sagami bisa sekaligus menyelesaikan konsultasi Miura. Karena jika Sagami benar-benar berubah lebih baik, maka Sagami dengan sendirinya akan berhenti menyebarkan gosip di 2F dan ini akan menyelesaikan request Miura.

Namun, Meguri bukanlah orang bodoh yang akan mau menerima usul Yukino dengan menjadikan Sagami sebagai ketua panitia (lagi). Yukino menjamin pekerjaan Sagami akan beres dengan memposisikan dirinya sendiri sebagai wakil ketua. Meguri menerima jaminan Yukino.

Ada hal unik disini, yaitu Hachiman marah ketika tahu Yukino mengajukan dirinya sendiri sebagai wakil ketua. Hachiman tidak ingin Yukino jatuh sakit lagi karena menanggung pekerjaan Sagami seperti di festival budya lalu. Kita tandai adegan ini saja, karena ini baru akan terasa penting ketika kita masuk ke volume 7.

Meguri dan Hiratsuka-sensei (sebagai guru penanggungjawab festival olahraga) membuat skema panitia yang berbeda dengan festival budaya. Mereka berdua belajar dari pengalaman kepanitiaan festival budaya.

Dalam festival budaya, pengurus OSIS hanya menempati posisi pimpinan panitia yang jumlahnya kurang dari 5 orang. Sisanya, 60 panitia berasal dari perwakilan kelas. Kini mayoritas panitia diisi oleh pengurus OSIS, sisanya dari perwakilan Klub Olahraga. Dengan begini, jika perwakilan Klub bolos, maka beban tidak akan seberat festival budaya.

Mungkin bagi pembaca yang belum tahu, karena mayoritas (mungkin seluruh) pengurus OSIS dikerahkan untuk kesuksesan festival olahraga, mereka terpaksa menggeser pemilihan ketua OSIS di awal Desember dimana harusnya dilaksanakan akhir Oktober. Mengapa tidak November? Kelas 2 SMA Sobu ada event darmawisata, sedang pada Desember SMA Sobu tidak memiliki event apapun.

Event SMA Sobu baru mulai pada Januari, Seminar Akademik. Lalu Februari untuk Marathon Chiba.


Jujur saja, saya sempat tertawa ketika mendengar jawaban Hiratsuka-sensei tentang usulan mengadakan perlombaan "mencari barang" seperti beberapa acara TV populer saat ini. Hiratsuka-sensei menjawab kalau orangtua siswa kelas 1 banyak yang belum membayar lunas cicilan "uang gedung", jadi aktivitas dengan resiko membuat siswa terluka atau cedera akan ditolak.

Setelah usul perlombaan dari Zaimokuza dan Ebina diterima, mulailah panitia membagi pekerjaan mereka. Namun, disinilah permasalahannya.

SMA Sobu memang memiliki jalur rekomendasi masuk Universitas lewat prestasi olahraga (dijelaskan dengan baik pada vol 10 chapter 5), dan rekomendasi dari Klub ini sangatlah penting. Contoh paling sederhana adalah Senpai Klub Judo di volume 7.5 Side B. Tidak semua siswa memiliki kemampuan akademis, karena itulah mereka mati-matian mencari rekomendasi Klub Olahraga agar bisa lanjut ke Universitas tanpa ujian tulis.

Masuk kepanitiaan, artinya selama sebulan penuh mereka tidak akan menghadiri kegiatan Klubnya. Ini jelas merugikan bagi mereka yang mengandalkan prestasi olahraga dan dipilih menjadi perwakilan Klub. Berbeda dengan Festival Budaya, disini Klub Olahraga tidak vakum selama persiapan festival olahraga. Disini masalahnya menjadi "ruwet".

Haruka, Yukko, dan Sagami adalah "1 tim" ketika festival budaya. Itu karena mereka punya kepentingan yang sama disana, yaitu bersantai-santai dan ingin fokus ke kelas masing-masing. Sekarang situasinya berbeda. Sagami hendak menjadi ketua yang sebenarnya, jadi dia memperlakukan jadwal dan absensi kepanitiaan dengan serius. Masalahnya, Haruka dan Yukko ini member Klub Basket. Jika mengikuti perintah Sagami maka mereka mau tidak mau akan absen selama sebulan penuh dari kegiatan Klub. Mudah sekali menebak kalau Haruka dan Yukko ini bukan tipe siswa dengan prestasi akademik, kemungkinan besar masuk SMA Sobu lewat rekomendasi olahraga Basket.

Disini, posisi Klub Relawan berada dalam posisi "penonton". Pihak yang sedang berkonflik adalah Sagami vs Haruka+Yukko.


Inilah yang harusnya Yukino lakukan dalam festival budaya, konfrontasi kebenarannya tentang sikap Sagami sebagai ketua. Tapi tidak dia lakukan karena itu akan membuat Yukino kembali di bagian arsip bersama Hachiman.

Karena kini Yukino tidak memiliki masalah dengan Hachiman, maka konfrontasi terjadi.

Haruka dan Yukko menghasut para perwakilan Klub untuk tidak kooperatif dengan panitia, tentu sangat mudah sekali menghasut mereka dengan alasan jam kerja bersamaan dengan latihan Klub.

Sagami diberitahukan dengan jelas kebenarannya oleh Yukino kalau kini Sagami sendirian, kedua orang yang dianggapnya teman hanyalah orang-orang dengan agenda tersembunyi. Sagami yang shock, kemudian berniat untuk menyelesaikan ini dengan berbicara baik-baik kepada Haruka dan Yukko. Panitia berusaha melunak dengan melonggarkan jadwal sehingga para sukarelawan dari Klub punya waktu untuk menghadiri kegiatan Klubnya.

Ada adegan menarik dalam chapter 6, Komachi memutuskan untuk bergabung Klub Relawan jika seandainya dia diterima SMA Sobu.


Sagami tidak berhasil meyakinkan Haruka dan Yukko, malahan mereka bertengkar di lorong kelas 2F.

Ada kejadian lucu dan menggelikan di chapter 8. Ada yang menaruh sampah di loker sepatu Hachiman. Lalu Hachiman memutuskan untuk memindahkan sampah-sampah tersebut dengan diam-diam ke loker sepatu Tobe.

Meski sudah diantisipasi dengan menaruh banyak pengurus OSIS di kepanitiaan, pekerjaan panitia festival ternyata tidak begitu lancar seperti yang mereka kira. Misalnya, banyak yang memanfaatkan untuk bekerja santai sambil berkenalan dengan gadis-gadis cantik...


Adegan menarik lainnya. Saki mulai salah tingkah dengan Hachiman setelah Hachiman menembaknya tempo hari di festival budaya. Saki mengira Hachiman mengejarnya di lorong karena hendak meminta jawabannya...

Saki dimintai bantuan untuk mendesain kostum perlombaan.

Lalu bagaimana dengan masalah Sagami?

Klub Relawan dan Meguri merencanakan untuk konfrontasi langsung ke Haruka dan Yukko. Ketika situasi mulai panas, dimana seharusnya ini "jatah Sagami" untuk menekan mereka, Sagami malah menangis.

Namun, ditemani isak tangisannya, Sagami mengatakan yang sejujurnya tentang bagaimana perasaannya saat itu. Seluruh orang yang ada di ruangan merasa bersalah dengan ketua mereka, dan aksi boikot yang hendak dilancarkan Haruka dan Yukko tidak terjadi. Malahan, mereka tampak seperti penjahat dalam kasus ini karena sudah membuat Sagami seperti itu.



Ada beberapa hal yang ingin saya komentari. Pertama, ilustrasi di atas adalah ilustrasi favorit saya di LN ini!

Oke, kita membahas Hayama. Disini, Hayama menawarkan bantuan kepada kepanitiaan. Alasannya, karena dia yang merekomendasikan Sagami untuk ini. Maksud saya, kenapa waktu festival budaya tidak mengakui ini? Ini sama saja dengan membenarkan dugaan Hachiman kalau Hayama ini sedang berusaha ambil untung. Jika mengakui kalau masalahnya adalah Sagami, maka di festival budaya harusnya Hayama menasehati dan membujuk Sagami. Tapi tidak dilakukan karena mengajukan diri menjadi bagian panitia terasa lebih menguntungkan, lebih dekat dengan Yukino.

Namun di festival olahraga, Sagami-nya yang "waras" tapi Haruka dan Yukko yang tidak. Maka Hayama berusaha membantu lewat jabatannya sebagai ketua perkumpulan Klub Olahraga SMA Sobu, menawarkan untuk menjembatani panitia festival dengan para Klub yang mengirim perwakilannya.


Untuk bagian perlombaannya, tidak banyak yang bisa saya ceritakan. Tapi, pidato dari Zaimokuza (yang dimotivasi Hachiman) benar-benar menggelitik.

Tim merah kalah di perlombaan Botaoshi, oke sebenarnya tidak kalah.

Sebelum Botaoshi dimulai, skor tim merah memang di bawah putih. Tapi jika memenangkan Botaoshi, lomba terakhir, maka tim merah pemenangnya. Awalnya, panitia memutuskan kalau tim merah menang. Namun dalam upacara penutupan, Sagami menyatakan kalau lomba terakhir tadi hasilnya dianulir karena berbagai alasan, sampai waktu yang tidak ditentukan.

Jadi, apa sebenarnya inti dari volume 6.5 ini?

Dalam volume 6, di awal volume Hachiman beranggapan kalau festival budaya itu adalah momen dimana para remaja melakukan hal-hal bodoh, berkencan dengan gadis yang dia sukai dengan suasana meriahnya festival budaya, dan sebagainya. Disini, Hachiman benar-benar mengalaminya.

Tapi dalam awal volume 6.5, Hachiman beranggapan bahwa dia tidak punya satupun ingatan tentang festival olahraga yang berkesan. Maka, kali ini adalah sebuah festival olahraga yang sangat berkesan bagi Hachiman. Tidak hanya dibumbui drama Sagami, tapi juga kita bisa merasakan semangat masa muda dari anak-anak SMA Sobu ini di adegan perlombaannya.

Lalu bagaimana dengan Sagami dan Hachiman sendiri? Di awal chapter 7, Sagami masih saja memusuhi Hachiman. Namun disinilah intinya, Sagami tidak se-intens sebelumnya karena kini dia mungkin punya sedikit krisis kepercayaan terhadap orang-orang di sekitarnya. Request Sagami di vol 6 selesai, dan request Miura selesai.

Jadi apa yang saya rasakan berubah disini? Hmm, Yukino dalam volume 6.5, selalu duduk di samping Hachiman seperti tidak terjadi apapun. Namun di volume 6, Yukino menjaga jarak tempat duduknya.

Namun, kita mendapat jawaban mengapa Hachiman mengubah pikirannya di detik-detik terakhir ketika Yui menanyakan kapan Hachiman akan membayar hutang kencannya di vol 6 chapter 7.

"Manusia tidak akan semudah itu berubah. Hanya ketika orang itu sudah terperosok ke jurang yang paling dalam dan putus asa atau dia hidup dengan menanggung seluruh penderitaan orang-orang di sekitarnya, maka orang itu bisa berubah."

Tapi, itu menurut Hachiman tentang Sagami. Tapi menurut Yui dan Hayama, seorang gadis bisa berubah karena cinta...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar