Jumat, 20 Desember 2019

[ TRANSLATE ] Oregairu Vol.14 Chapter 2 : Pada Akhirnya, Akan Tiba Masanya Kita Terbiasa Dengan Hubungan Yang Semacam Ini - 2





Sinar matahari sore mengisi lorong ini, lorong yang menggemakan suara dua langkah orang yang berjalan disana.

Pada jam pulang sekolah, tiba-tiba Yuigahama mengejarku keluar kelas dan kini sedang berusaha menyamakan langkahnya denganku. Akupun ingin berkata kenapa kau malah ikut?, namun kuurungkan.

“Apa Chuuni juga ada di Klub?” tanya Yuigahama.

“Mungkin,” jawabku.

Dulu, aku meminta Zaimokuza dan dua member dari Klub Gamers untuk menciptakan website dan media sosial untuk usulan acara palsuku, dan sepertinya sampai sekarang masih mereka pantau perkembangannya. Aku hendak memberitahu mereka kalau misi mereka telah selesai dan berharap mereka mau datang ke pesta malam ini.

Semakin dekat dengan Gedung Khusus, semakin sunyi hiruk-pikuk aktivitas sekolahnya, dimana saat ini kami terhenti di salah satu sudut tempat Klub Gamers berada. Kubuka pintunya, dan Zaimokuza menyambut kami.

“Hm, Hachiman. Kau akhirnya datang? Yahallo!” katanya, sambil mengibaskan mantelnya. Adik Sagami dan Hatano yang merapikan kacamatanya muncul dan menyambut kami.

“Oh, yahallo semuanya.”

“Hello, dan yahallo.”

Ya, terimakasih sapaan kerennya! pikirku. Aku ingin mengatakannya keras-keras, tapi yang kudapat malahan ekspresi ketakutan dari belakangku.

“...”

Kulihat dan...Uh oh, Gahama-san tampak ketakutan...Dia jelas tampak bad mood, lalu dia menatapku.

“Hikki, tolong hentikan mereka.”

Dia berbisik kepadaku dan menarik lenganku. Dia tidak sesedih ini ketika Totsuka mengatakannya...Jelas sekali! Karena Totsuka manis! Dan mereka tidak.

Akupun memberikan gestur untuk duduk dengan mengarahkan tanganku sebagai penunjuk. Setelah dia duduk, akupun duduk di kursi terdekatnya.

“Oke, jadi aku ada sesuatu yang ingin kukatakan kepada kalian saat ini,” kataku.

Mereka bertiga menoleh kepadaku.

“Aku melaporkan kalau rencana Malam Perpisahan tempo hari telah sukses, dan itu karena partisipasi kalian. Meski sebentar, namun kerjasama kalian sudah luar biasa. Kalian sudah banyak sekali membantuku, jadi aku ucapkan terima kasih.”

Kutundukkan kepalaku, dan Yuigahama melakukan hal yang sama.

“Karena itulah, per hari ini, manajemen event Malam Perpisahan Palsu dinyatakan resmi bubar.”

Adik Sagami dan Hatano terkejut melihatku yang menundukkan kepala, tidak lama kemudian mereka tersenyum.

“Begitu ya.”

“Baguslah.”

“Betul sekali, jadi satu tirai dari sebuah kasus berhasil diturunkan! Begitulah kata Yoshiteru...” gumam Zaimokuza yang sedang menatap kejauhan.

Tanpa mempedulikan dirinya, aku pura-pura batuk dan memasang wajah serius.

“Karena sudah resmi bubar, maka dewan eksekutif manajemen otomatis bubar. Setelah ini, dilarang menggunakan yahallo dalam sapaan.”

Tiba-tiba semua terdiam, kacamata dari Adik Sagami dan Hatano tampak turun dari posisinya.

“Ehh...?”

“Mu-Mustahil...”

“Kenapa kalian sampai kecewa begitu...?” Yuigahama memasang wajah menyedihkan dan kesal.

Ban yahallo mulai memberikan efek, dan ini membuat orang-orang terkejut. Kuputuskan untuk mengambil keuntungan dari situasi ini. Ketika kau hendak menipu orang, waktu terbaik adalah ketika mereka sedang diliputi keraguan.

“Oke, kukira cukup sampai disini, ayo kita semuanya pergi ke karaoke,” kataku, mengatakannya dengan santai sekali.

Kedua member Klub Gamers menatapku dengan tatapan suram.

“...Dengan siapa?”

“Dengan teman-temanmu?”

“Hachiman kan tidak punya teman.”

“Kalian tolong berkaca...”

Zaimokuza menjawab sembarangan, ternyata dia masih hidup. Akupun mulai menatapnya serius, tapi dia hanya membalasnya dengan tawa.

“Muhaha, pastinya.”

“Chuuni, bukankah kau ini teman mereka berdua?”

Yuigahama menanyakan itu karena terkejut, tapi memang tidak ada maksud tertentu dalam intonasinya. Kedua member Klub Gamers terdiam.

“Eh?”

“Ehh...”

Kenapa kaget? Bukannya kau akan kesal kalau dikira bukan temannya? Bukankah kau harusnya senang?

Itulah yang kupikirkan. Kulihat mereka berdua, tampak terkejut dan menggumamkan “mereka?” dan “berdua?”; sepertinya mereka berdua shock karena tidak diingat oleh Yuigahama. Kacamata mereka berdua malah turun lebih jauh lagi seperti baru saja membaca pikiran tuannya.

Hmm, bisa kupahami. Melihat bagaimana sikap Pangeran Gahama belakangan ini, mereka mungkin berpikir kalau mereka sudah berteman...Tapi faktanya, sampai sekarang saja dia tidak pernah memanggil lengkap namaku, jadi aku sekarang  sedang menunggu verifikasi kalau sebenarnya dia lupa namaku.

“Sudah, sudah, ayo kita pergi ke karaoke setelah ini.” Kataku sambil terburu-buru, berharap mereka menurut sebelum mereka bisa berpikir logis kembali.

Tapi, Adik Sagami dan Hatano hanya menggerutu saja, sepertinya mereka merasa kalau ajakanku tadi penuh tanda tanya. Hatano kemudian mendorong kacamatanya ke atas seperti Chemistry di Kawabata’s Sunglassess.

“Tunggu dulu, setelah ini? Tidak masuk akal kau mengundang kami tiba-tiba seperti ini...”

Hal yang sama, dilakukan Adik Sagami yang baru sadar. Dia lalu merapikan poninya seperti Raven, dan merapikan kacamatanya, dia lalu menatapku dengan antusias.

“Dia memang sedikit gila...”

“Masa Cuma sedikit?” Zaimokuza tiba-tiba bergabung dan menghinaku bersama keduanya.

Seperti tidak tahan akan situasinya, Yuigahama menambahkan,

“Umm, ini semacam pesta. Jadi apakah kalian ada  rencana nanti malam? Kudengar kalian ada waktu luang hari ini...” dia lalu menatapku dengan tajam.

“Mereka jelas-jelas tidak ada waktu luang...”

Kemudian, dia menyenggol-nyenggol lututku untuk bertanya langkah selanjutnya.

Kunaikkan bahuku, memang ini mengecewakan, ekspresi wajahku kini mulai mirip burung owl yang mengamati mangsanya...

Akupun mulai mencari-cari alasan yang bisa kuberikan kepada Yuigahama. Kemudian, aku melihat kedua member Klub Gamers sedang mengelap kacamatanya.

“Uhh...Kalau sudah direncanakan begitu, ya sudah.”

“Hmm, ya sudah, bukannya aku ini selalu ada waktu luang atau sejenisnya, tahu tidak?

Mereka memalingkan pandangannya dan menaruh kembali kacamatanya di atas wajah mereka yang memerah. Nadanya agak aneh, seperti anak ABG yang mencoba meniru nada suara pria dewasa di radio.

“Serius? Yay,” Yuigahama mengatakan itu sambil tersenyum.

Wooy! Kalian kok sikapnya berbeda kepada Yuigahama?

Begitulah pikirku. Tapi menurutku, aku mungkin akan melakukan hal yang sama kalau dalam posisi mereka, dan itu mulai membuatku tersenyum kecut.

“Karaoke? Kalau begitu kita ke karaoke, dan kita butuh benda-benda bercahaya itu,” kata Zaimokuza, dan mereka berdua mengangguk. Tapi, Yuigahama tampaknya tidak mengerti apa yang sedang terjadi.

“Benda bersinar...Oh, seperti Ikan yang bercahaya.”

“Bukan.”

Kenapa kau malah yakin kesimpulanmu benar? Apa kau tidak merasa aneh kalau seandainya itu benar, apa yang akan terjadi? Bayangkan kalau orang-orang di konser melambai-lambaikan ikan makarel dan gizzard, itu akan mengganggu sekali. Memangnya mau ritual ilmu hitam?

Adik Sagami dan Hatano tentunya tidak butuh penjelasan untuk itu.

“Aku tidak bawa stick penla hari ini.”

“Aku mungkin akan beli lume stick di Daiso.”

Percakapan itu membuat Yuigahama memiringkan kepalanya karena kebingungan. Yep, gadis ini butuh bantuan dengan bahasa asing!

“Penla? Lume?”

“Itu istilah untuk Penlight dan Cyalume Glowstick.”

Entah mengapa, pengisi suara anime menyebut penlight dengan penyebutan PENLA dan idol otaku menyingkat cyalume sebagai CYA (menurutku).

Orang-orang akan berpikir Kenapa kau bawa benda kecil bercahaya itu ke karaoke?  Orang-orang sejenis akan berkumpul dan mereka akan menggila seperti di sebuah acara konser.

Tidak heran kalau para otaku cocok dengan karaoke. Kalau kau periksa histori pemutaran lagu di tempat karaoke, biasanya kalau tidak lagu-lagu jaman jadul, ya lagu-lagu anime. Karaoke jelas merupakan tempat menghabiskan waktu luang bagi otaku dan orang-orang tua, dan jika kau butuh tempat untuk mengakrabkan diri, karaoke adalah salah satu tempatnya.

Sekarang, masalahnya adalah salah satu grup yang hadir di karaoke bahkan tidak menganggap mereka sebagai kenalannya, apalagi ingat namanya...Karena mereka bertiga masih sibuk dengan apa yang hendak mereka lakukan nanti, kurasa aku tidak perlu berbicara apapun lagi. Kalau aku berbicara, malah membuat mereka semakin ragu untuk datang.

Sebelum suasananya berubah, aku harus pergi. Kuberi aba-aba ke Yuigahama untuk berdiri dan pergi.

“Nanti kukabari kalau kita sudah dapat tempatnya.”

“Sampai jumpa nanti ya!” kata Yuigahama.

Ketika kita hendak berdiri, tiga pria berkacamata menghentikan kita.

“Oh, satu pertanyaan lagi. Apakah kita akan menghapus situs ini?”

Kulihat, Adik Sagami menunjuk ke sebuah layar komputer. Di layar tersebut ada website acara palsu kita. Karena itu hanyalah konsep sekali pakai saja, dan hanya untuk “menyadarkan” Yukinoshita dan kelompoknya, dan situs itu berhasil. Tidak ada alasan untuk terus berada di internet. Malahan, menghapus itu sebelum menimbulkan kebingungan adalah hal yang tepat.

Semua yang tertulis maupun tidak tertulis disana, sudah usai. Karena itulah, harus dihapus. Tidak, harusnya dihapus sesegera mungkin.

“Kalau kalian ada waktu luang, hapus saja.”

Yang kukatakan malahan berkebalikan dari yang kupikirkan. Bahkan bila kita memilih untuk tidak menghapusnya sekarang, itu akan hilang di lautan internet, karena tidak dimaintenance. Tapi, kalau aku menghapusnya karena keinginanku, aku merasa kalau aku hanya ingin meyakinkan diriku kalau hari-hari yang menyakitkan itu tidak pernah terjadi sama sekali. Itulah yang membuatku ragu.

Akupun hanya bisa tersenyum kecut, melihat diriku yang seperti ini. Aku tidak tahu bagaimana Adik Sagami dan Hatano mengartikan kata-kataku tadi, tapi setelah menatap satu sama lain, mereka tampaknya paham apa maksudnya.

Akupun mengangguk dan membalikkan badanku. Dengan begitu, kualihkan pandanganku dari monitor—dari tatapan para gadis yang berdiri di depan laut pada sore hari.





x Chapter 2 Part 2 | END x

11 komentar:

  1. Apa hubungannya ikan bersinar sama tempat karaoke?


    Selain mandangin totsuka ternyata dia mandangin yg lain jg
    Hmm normal sihh
    Thanks min

    BalasHapus
  2. Aku rindu analisis mu min...

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Kayaknya bakal jadi masalah ini nunda hapus website 😅

    BalasHapus
  5. Bayangkan kalau orang-orang di konser melambai-lambaikan ikan makarel dan gizzard, itu akan mengganggu sekali. Memangnya mau ritual ilmu hitam?
    Si yuigahama lucu sekali

    BalasHapus
  6. Min volume 13 nya tolong pliss

    BalasHapus
  7. Min volume 13 nya tolong pliss

    BalasHapus