Rabu, 01 Juli 2015

[ TRANSLATE ]Oregairu Vol 7.5 Short Story 3 : Ternyata, metode belajar Hikigaya Hachiman selama ini tidaklah salah


  Translate volume 7.5 berakhir di Short Story 3, kemungkinan (kalau tidak capek) saya akan lanjut ke Volume 6.5 Chapter 1. Saya tidak punya basic pendidikan bahasa Inggris ataupun menulis blog. Jadi saya tidak tahu apakah dari tata bahasa sudah cukup benar ataupun cara menulis blognya benar, karena saya pelajari semua otodidak. Saya belajar bahasa Inggris dari kebiasaan menonton film dan bermain game online server luar negeri. Segala kritik dan saran silakan ditulis di kolom komentar, saya sangat mengapresiasi dan mohon maaf apabila lama untuk reply karena kesibukan. Mohon maaf apabila kualitas translate masih kalah dengan senior-senior translator fansub LN ataupun Anime. Selamat menikmati side story Oregairu ini ^^!






  Festival Budaya berakhir bersamaan dengan puncak dari musim gugur, udara dingin seperti menemukan jalan untuk masuk ke ruangan Klub Relawan. Selain udara dingin, ada pula yang masuk ke ruangan Klub dengan nama " E-mail Konsultasi Warga Kota Chiba ".

  Hari ini, kita menerima surat yang 'tidak penting'. Yang sedang membacanya, Yuigahama, tiba-tiba menaikkan nada suaranya diawali dengan kata "uwah".

[ ? ? ? ] 
Hachiman-sensei...aku ingin menulis light novel yang laris manis (dengan nada semangat).

  Setelah mendengarkan Yuigahama membacakan e-mail tadi, Yukinoshita berbicara kepadaku tanpa menutup buku bacaannya terlebih dahulu.

  "Hikigaya-kun. Sepertinya ada yang request kepadamu."

  Terima kasih sudah request kepadaku! Aku Hachiman ( Simbol * Peace )!

  Jika aku tidak berusaha agar tetap ceria, kurasa tadi emosiku bisa meledak. Bisakah kau setting e-mail tadi ke website yang menyediakan jasa menolak atau sejenisnya? Dengan kesal dan marah terhadap sisi gelap dunia IT, aku menulis jawaban brutalku pelan-pelan.

[ Reply ]
Ada empat komponen light novel laris: "Yang pertama adalah ilustrasinya, yang kedua adalah perusahaan penerbitnya, ketiga dan keempat sebenarnya tidak ada. Tetapi ada faktor kelima yaitu tetap teguh di jalan yang anda yakini benar." Itu yang bisa kukatakan mengenai requestmu. Gunakan info di atas sebagai modal awalmu, dan berusahalah sebaik mungkin.

  Yukinoshita membaca jawabanku dengan sekali lihat dan ekspresinya seperti sedikit ragu. Lalu dia mengangkat kepalanya seakan penuh dengan tanda tanya.

  "Lalu kerja keras si penulis sendiri kamu kategorikan apa?"

  "Ya bisa kamu tulis di faktor ketiga atau keempat tadi yang kosong, bukan?"

  Ketika aku menjawab itu, aku sepertinya melihat sesuat yang janggal seperti yang Yukinoshita duga. Yuigahama mengangkat wajahnya.

  "...Apakah lebih baik kita kosongkan saja nomor tiga dan empatnya?"

  "Kalau cuma ingin menjual novel, nomor 1 dan 2 tadi sudah cukup dan sisanya kosongkan saja. E-mail tadi cuma bertanya 'novel laris', bukan 'novel yang menarik'. Dua hal tadi tidaklah sama."

  Ketika aku mengatakannya, Yuigahama sepertinya sangat terkesan dan mengatakan "wow" sementara Yukinoshita hanya mengangguk saja. Memang benar, sesuatu yang menjual dan sesuatu yang menarik adalah hal yang berbeda. Oleh karena itu aku menyukai konsep tersebut! GaGaGa Bunko! Aku memang nantinya akan mencari pekerjaan dimana aku tidak tidak bingung bagaimana menjual sesuatu.

  Bukannya dia merasa puas karena satu request sudah diselesaikan, lebih tepatnya dia merasa masalah tadi kurang menarik baginya, Yukinoshita tidak seperti biasanya langsung membahas e-mail selanjutnya.

  "Jadi, E-mail selanjutnya? Dari kota Chiba, nama pengirim : Bukannya aku tidak mau menulis nama karena ini cuma e-mail konsultasi, bukan?

Bukannya aku tidak mau menulis nama karena ini cuma e-mail konsultasi, bukan? ]
Adik laki-lakiku akan menghadapi ujian masuk SMA tahun ini, jadi aku ingin tahu metode belajar yang efisien.

  Isi e-mail yang 'to the point' dan nama penulis yang 'keras', jangan lupa kalau dia menyebutkan juga adik laki-lakinya. Entah bagaimana, sebuah bayangan wajah yang familiar muncul di kepalaku.

  "Yukinoshita, kau ahlinya masalah seperti ini, bukan?"

  Ketika aku tertanya kepadanya, Yukinoshita menaruh tangannya di dagu dan mulai berpikir.

  "Efisien...Ini bukan sesuatu yang bisa terpikirkan olehku. Karena aku biasanya melakukannya dengan cara yang biasa...Apapun itu, bukankah memiliki 'cara licik' seperti itu lebih tepat kalau disebut keahlianmu?"

  "Aku terkejut mendengar pernyataanmu tadi..."

  Dia memang mengatakan hal itu dengan jujur, tapi bukankah gadis ini agak sedikit kasar...? Bukannya aku tidak pernah punya cara licik, tapi bukankah aku juga bisa dikatakan 'berusaha keras' ketika memikirkan metode licik itu?

  "Meski diluar sana ada banyak orang punya cara berbeda untuk menghadapi ujian, sebenarnya cara itu tidak jauh berbeda satu sama lain kalau kita jeli."

  "Dan orang-orang seperti itu mengatakan bahwa tidak ada cara cepat untuk belajar."

   Yukinoshita mengatakannya dengan sungguh-sungguh. Kalau kau memikirkan lebih jauh masalah cara belajar efisien, mungkin kau akan berakhir dengan kesimpulan yang sama dengannya.

  "Baiklah, kupikir akan kujawab pertanyaan itu dengan info tadi."

  Dan ketika aku sedang memikirkan kata-kata apa yang akan kutulis, Yuigahama berdiri dan tiba-tiba hendak mengatakan sesuatu yang ditahannya dari tadi.

  "Tunggu sebentar, kenapa kalian tidak bertanya kepadaku!? Aku pernah ikut ujian masuk SMA juga! Aku memang pernah ikut ujiannya kok!?"

  Yukinoshita tidak mempedulikan komplain Yuigahama dan terus menatap layar komputer sambil berkata pelan "ah".

  "Ada e-mail susulan dari pengirim yang sama."

Bukannya aku tidak mau menulis nama karena ini cuma e-mail konsultasi, bukan? ]
...Aku juga ingin tahu cara supaya belajar tidak terasa membosankan.

"Lebih kurang begitu isinya."

  "Nah, kalau ini baru bagianmu, Yuigahama! Kami mengandalkanmu untuk memberikan masukan tentang masalah ini!"

  "Hikki, senyummu tadi bikin aku sedih! Lagipula, aku sudah berpikir tentang jawaban pertanyaan tadi!"

  Dengan sedikit emosi, Yuigahama merebut laptopnya, dan perlahan-lahan menulis jawaban e-mail tersebut.

[ Reply ]
Bagaimana kalau kalian belajar bersama-sama?? Kalau kau cuma memberitahunya 'belajar sana!', dia mungkin tidak akan mau melakukannya. Oleh karena itu, Kawasaki-san, jika kamu belajar bersamanya, dia akan berpikir 'aku akan ikut belajar juga ah~'. Jika kau mengajari hal-hal yang tidak dia mengerti, itu juga akan sangat efektif membantunya belajar. Juga, setelah kalian selesai belajar, jika kau bercerita kepadanya tentang cerita-cerita lucu di SMA, itu akan menjadi penyegar kalian ketika belajar! Lakukan yang terbaik!

  Setelah menyelesaikan jawabannya, Yuigahama membuat suara "fufu"...Setidaknya, aku tahu kenapa dia sepertinya bangga berhasil menjawabnya. Bahkan diriku sendiri juga sedikit terkejut melihat jawaban yang ditulisnya. Nampaknya, hal yang sama juga terjadi ke Yukinoshita.

  "...Sungguh diluar dugaan kau memberi jawaban jujur seperti itu."

  "Kurasa, untuk Yuigahama menulis jawaban seperti ini memang diluar normal..."

  "Kau harusnya menyebutnya dengan kata 'jarang'!?"

  Dan ketika kulihat dengan tatapan panjang, Yuigahama mencoba memeluk dada Yukinoshita dan seolah-olah akan menangis berteriak "waaah", faktanya jawaban tadi adalah sebuah jawaban yang membuatku berpikir sejenak bahwa Klub ini sudah tak tertolong lagi.

  

  



Tidak ada komentar:

Posting Komentar