Sabtu, 19 Mei 2018

[ TRANSLATE ] Biblia Vol.3 Epilog : Seorang Raja Dengan Telinga Keledai | Part 2 | Poplar Publishing




2011/03/08 Kejadian Hari Ini - Shinokawa Ayaka

Malam ini, menu makan malamnya adalah hamburger. Meski sebenarnya sudah cukup enak, aku merasa kalau rasanya akan lebih enak lagi kalau jamurnya diberi lebih banyak. Yah, itu menurutku sih.

Shiroriko sendiri tidak banyak makan, tapi Goura sendiri makan seperti seekor serigala. Dia benar-benar kelaparan.

Goura dan Shioriko menutup toko seharian dan pergi bersama-sama sejak pagi. Pulangnya, mereka berdua langsung ke ruangan kerja Ayah, membuka-buka semua benda disana, seperti mencari sesuatu.

Apa kau pikir mereka sudah mengetahuinya?

Shioriko sendiri mungkin tidak tahu, tapi kurasa Goura menyadari sesuatu. Mungkin, Goura akan memberitahu Shioriko untuk menanyakannya kepadaku.

Tapi bagaimana mungkin mereka bisa mengetahuinya? Apa gara-gara tulisanku disini? Kalau memang benar begitu, maka ini mirip cerita itu. Aku pernah menceritakan sebelumnya, yaitu Seorang Raja Dengan Telinga Keledai.

Si Penata Rambut tahu rahasia Raja kalau dia punya telinga keledai, karena tidak kuasa menahan keinginannya untuk menceritakan itu ke seseorang, akhirnya dia menceritakan itu ke sebuah lubang yang berada di dekat sungai. Rerumputan tumbuh di lubang tersebut, dan setiap kali ada angin berembus, rerumputan itu seperti mengulangi kata-kata Si Penata Rambut.

Pada akhirnya, rahasia itu terkuak dan Sang Raja tidak bisa menyembunyikan telinga keledainya...Sepertinya, situasi sudah tidak bisa kembali seperti dulu lagi. Aku yakin kalau Sang Raja merasa sangat tertekan. Kupikir Si Penata Rambut yang selalu membicarakan rahasia tersebut ke sebuah lubang juga patut dicurigai sebagai penyebar rahasia itu.

Bagaimana jika yang sebenarnya Si Penata Rambut inginkan adalah seseorang yang mau mendengarkan dirinya? Kalau dia selalu pergi kesana karena alasan tersebut, maka aku bisa memahami apa yang dirasakannya.

Kurasa aku harus berhenti menulis ini jika Shioriko mengetahui tentang ini. Aku selalu mengirimkan tulisan ini kepadamu semenjak Ayah meninggal, tapi kau tidak pernah membalas, tidak satupun. Aku serasa hanya menulis laporan kegiatan sehari-hari saja.

Belakangan ini aku membaca ulang tulisan-tulisanku, dan aku merasa ini mulai mirip sebuah diary yang menceritakan apa yang terjadi sejak musim gugur tahun lalu. Karena ini adalah tulisanku yang terakhir, kupikir ini adalah saatnya untuk menulis surat yang pantas untuk kau baca.



Ibu, bagaimana kabarmu?

Shioriko dan diriku baik-baik saja. Aku selalu berusaha keras di sekolah dan rumah, dan Shioriko juga bekerja keras melanjutkan usaha toko bersama Goura.

Aku punya satu permintaan untukmu.

Tolong katakan sesuatu ke Shioriko. Lewat email atau kartu pos...Terserah apa caranya.

Aku tahu dia sangat merindukanmu, melebihi diriku. Aku yakin dia ingin bercerita banyak soal kejadian-kejadian di toko kepadamu.

Shioriko mulai mirip denganmu ketika masih muda. Belakangan ini, aku mulai sulit membedakan siapa model lukisan yang ada di lantai dua tersebut.

Aku tidak tahu bagaimana untuk saat ini, tapi dulu, kupikir dia tidak akan senang kalau ada yang bilang dia mirip denganmu.

Kau masih ingat Shioriko tidak memakai kacamata sewaktu SMP? Dia memakainya lagi setelah kau pergi. Dia melakukannya demi diriku. Dia mencoba menyangkalnya ketika aku mengatakan itu, tapi sebenarnya aku tahu kebenarannya.

Aku sering menangis di TK dan rumah setiap harinya setelah kepergianmu, dan suatu hari, Shioriko mulai memakai kacamata seperti milikmu. Kupikir dia berusaha menjadi figur sepertimu sehingga aku tidak merasa kesepian.

Dia melakukannya meski dia sendiri marah denganmu waktu itu...Aku menyukai sikapnya waktu itu.

Tidak apa-apa jika kau tiba-tiba pulang tanpa pemberitahuan atau entah apa itu. Shioriko mungkin akan marah, tapi akan kulakukan sesuatu soal itu. Aku akan memasakkan sesuatu untuk semuanya...Tahu tidak? Masakanku enak loh!

Aku tidak tahu apa suratku ini akan sampai kepadamu atau tidak.

Aku sudah berhenti berharap kalau kau akan membalas suratku ini, tapi Bu, aku bahagia kalau tahu kau membaca suratku.

Bercerita ke sebuah lubang semacam ini memang terasa sepi.

Saatnya bagiku untuk tidur, karena aku ada latihan di pagi hari, selamat malam.

Kuharap kau tetap sehat apapun yang terjadi saat ini.

Selamat malam.



Ayaka terdiam sebelum klik tombol kirim. Seperti biasanya, dia khawatir kalau emailnya ini tidak akan sampai ke tujuan. Ayaka memiliki semacam ritual ketika situasi seperti ini terjadi. Dia akan membuka laci meja dan mengambil sebuah buku yang berada disana.

Cra Cra Diary karya Sakaguchi Michiyo, sebuah buku yang dititipkan Ayahnya untuknya.

Buku itu dipercayakan kepadanya untuk diberikan ke Shioriko ketika tiba saatnya.

Dia membuka sampul pelindung bukunya dan menuju halaman terakhirnya, dimana ada sebuah tulisan yang ditulis menggunakan bolpen.

shinokawa@chieko-biblia.com

Berulang kali dia memeriksa apakah tulisan alamat tujuan email tersebut sama persis dengan yang di buku.

Ayaka merasa lega lalu menutup buku tersebut.

Setelah itu, dia mengirimkan email tersebut.





x Volume 3 | END x

14 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. makin jarang update makin sepi nih

    BalasHapus
  3. Where Are You Min, Oregairu Ga dilanjut kah? :(

    BalasHapus
  4. terimkasih sdh melanjutkan menterjemeahknnya.. lama juga baru liat ternyata bulan 5 baru d lanjutkan... thanks very much ^^

    BalasHapus
  5. Lanjutin Oregairu yang bolong dong min, gpp deh gaada Analisisnya

    BalasHapus
  6. oregairu min, please
    chapter 3 heheh

    BalasHapus
  7. Kapan min lanjutin oregairu nya?

    BalasHapus
  8. The best lah blog ini... semoga mimin nya di beri kesehatan & semangat terus buat update. Terutama lanjutin oregairu🙏

    BalasHapus