Selasa, 09 Mei 2017

[ FOR FUN ] Oregairu : My Opinion About The Girls...




Karena kesibukan pekerjaan yang terjadi belakangan ini...Oke, sebenarnya saya sibuk main Metar Gear edisi Phantom Pain di laptop. Akhirnya, kita kembali ke artikel pengisi kegiatan bulan ini yang seharusnya saya luangkan untuk terjemahan volume 12, namun tidak terjadi...

Saya ingin membahas para gadis disini, namun ini murni pendapat saya. Karena artikel ini hanya untuk hiburan semata, silakan bagi yang ingin percaya, dan juga silakan bagi yang memiliki opini sendiri.

Agar memudahkan, saya urut para gadisnya berdasarkan kemunculannya di light novel. Err, kita buat pengecualian untuk gadis wanita yang di bawah.

Saya tidak yakin apakah membahas seorang wanita yang usianya diduga 13 tahun lebih tua dari Hachiman adalah tepat disini...Oke lah, anggap saja dia ini wanita dan ini adalah prolog artikel ini!

Fakta kalau apa yang terjadi antara Hachiman dan Yukino di pertengahan volume 9 pernah dialami oleh Hiratsuka-sensei. Namun, fakta pula kalau Hiratsuka-sensei masih single di usia yang diduga 30-an tahun. Artinya, meski masalah Hachiman-Yukino sama dengannya, namun Hiratsuka-sensei memilih pilihan yang salah untuk menyelesaikannya.

Entah apakah Hiratsuka-sensei masih berharap dengan cinta masa lalunya atau bagaimana...Pastinya, siapa saja tolong cepat nikahi dia!

Oke, mari kita lanjut ke artikelnya...




Yukinoshita Yukino
Gadis pertama yang dikenalkan di light novel. Banyak yang bilang hukum "gadis yang diperkenalkan pertama" berlaku disini. Tapi entahlah, saya tidak begitu paham dengan istilah para wibu atau sejenisnya.

Yukino ini korban bully, memiliki masalah kepercayaan dengan namanya teman pria, dan berusaha lari dari pengaruh ibunya dengan tinggal terpisah. Ketika adegan pertemuan pertama terjadi, Yukino tidak memiliki perasaan apapun dengan Hachiman. Sebaliknya, Hachiman mengaku menyukainya pada pertemuan pertama tersebut.

Entah mengapa Watari juga menulis kalau Hachiman menyukai gadis Tsundere.

Yukino ini gadis tsundere, superior di sekolah, berpenampilan menarik, dan *sensor* datar.

Oke, tipikal heroin semacam ini biasanya populer di anime dan light novel. Seperti kata saya di review LN kalau menghadirkan cinta masa lalu adalah skenario murah, maka menghadirkan tipikal gadis dengan karakter seperti Yukino merupakan karakter heroine yang "murah dan umum".

Disini, saya berpendapat kalau Watari berusaha bermain "aman" dalam menentukan karakter gadis utamanya. Ayolah, karakter semacam ini paling mudah diterima sebagai heroine. Semua karakternya di atas bisa dengan mudah dijadikan bahan cerita "murah" untuk mengisi skenario.

Misalnya, si MC bisa membahas *sensor* dan menjadikan bahan "lucu-lucuan". Sifat tsundere juga bisa mengisi beberapa paragraf jika menempatkannya dengan baik.

Sebenarnya, karakter Yukino ini awalnya adalah karakter yang dibentuk oleh Ibunya. Gadis yang tidak memiliki sendiri masa depannya. Namun, keputusannya untuk hidup terpisah dengan keluarganya jelas bermaksud untuk membuat dirinya lebih "merdeka" dari Ibunya. Disini, Yukino berusaha lepas dari pengaruh Ibunya. Namun, cara yang dia lakukan hanyalah lari dari kenyataan, bukan menghadapinya.

Hiratsuka-sensei yang menjadi Guru BK jelas bisa membaca hal ini. Alamat Yukino beda dengan alamat Haruno semasa menjadi siswi disana. Mustahil pula keluarga mereka pindah ke apartemen dengan alasan ekonomi. Jelas, keluarga Yukino tidak pindah. Namun ini bentuk upaya Yukino kabur dari pengaruh Ibunya.

Yang menarik, gadis ini adalah satu-satunya gadis yang masa lalunya "dikorek" dari SD hingga SMA. Situasi pertemanan dan keluarganya juga dibahas dari kecil hingga remaja. Mudah saja, gadis ini material drama utama konflik MC di cerita ini.

Jika memang Hachiman menyukainya sejak pertemuan pertama, artinya tipikal gadis Hachiman ini tidak berubah sejak SMP. Di kelas 2 SMP, Hachiman menyukai ketua kelasnya. Di kelas 3, Hachiman menyukai gadis terpopuler di SMP-nya. Kini di SMA, Hachiman juga menyukai gadis populer lainnya.

Artinya, Hachiman sadar atau tidak, dia sebenarnya tidak berubah. Namun jika dia berubah menjadi penyendiri di SMA, maka ada kemungkinan kalau itu sebenarnya hanya sebatas sakit hati. Pada dasarnya, Hachiman menginginkan untuk punya teman dan pacar, seperti remaja pada umumnya.

Jika genrenya romance, maka skenario murah lainnya tentu dengan menambahkan rival untuk merebut si gadis. Disinilah, muncul Hayama. Interaksi Hayama dan Hachiman akan selalu menarik karena dibalik semua itu mereka menyukai gadis yang sama.




Orimoto Kaori
Entah anda percaya atau tidak, saya menyukai karakter gadis ini. Dan kita juga harus menerima fakta kalau gadis ini adalah gadis kedua yang dikenalkan di light novelnya...

Kaori ini tinggal satu kompleks perumahan dengan Hachiman. Karenanya, Hachiman harus mengambil jalan memutar setiap berangkat ke SMA Sobu hanya demi menghindari Kaori. Ketika Kaori mengajak Hachiman untuk menghadiri reuni SMP mereka, kita dengan mudah menyimpulkan kalau ini sebenarnya juga ajakan Kaori untuk pergi bersama. Bukankah wajar jika berangkat bersama-sama karena mereka tinggal satu kompleks?

Kemungkinan besar, seluruh cita-cita Hachiman yang menarget 200x bolos sebenarnya omong kosong. Yang terjadi adalah, Hachiman sudah menyiapkan alasan jika dia datang terlambat karena sengaja ambil jalan memutar.

Kenapa tiba-tiba Kaori tampak menyukai Hachiman ketika situasinya versi SMA? Mudah, karena Hachiman yang Kaori lihat saat ini memiliki karakter pria "idaman"-nya. Populer, pintar berorganisasi, dan cakap di akademis.

Gadis ini hobinya bersepeda dan mengoleksi sepeda balap. Karena ini hobi yang mahal, maka Kaori sengaja tidak ikut Klub apapun untuk memudahkannya mengambil kerja sambilan.

Hachiman tahu persis koordinat kafe tempat Kaori bekerja sambilan di liburan musim dingin, Kafe Iris. Mudahnya, Hachiman tahu kalau Kaori kerja disana. Entah dia stalk atau bertemu tidak sengaja lalu membuntuti. Ngomong-ngomong, yang terakhir tadi memang menjijikkan.

Sedikit banyak, saya menyukai karakternya karena pengisi suaranya, ahaha. Oke, Kaori ini gadis yang suka bergaul dengan siapa saja, mudah berbicara, dan pekerja keras. Sekali lagi, kita bertemu lagi dengan tipikal karakter yang sering kita baca dalam cerita manga, anime, ataupun LN.

Seperti kata saya, mempertemukan MC dengan cinta masa lalu adalah skenario murah dan selalu efektif. Fakta kalau Watari sudah menyelipkannya sejak awal, ini membuat saya berpikir lebih jauh. Karakter heroine "populer" ditambah sudah menyiapkan skenario cinta masa lalu. Disini, Watari terlihat bermain aman di volume 1-nya.




Yuigahama Yui
Karakter yang pasti selalu muncul di setiap cerita. Gadis dengan karakter "pada umumnya". Gaul, kekinian, sering hangout, pandai berbicara di kelompoknya, body *wuaaaah*, dll. Tipikal karakter semacam ini kadang mengesankan kalau penulis ceritanya tidak benar-benar niat untuk membuat karakter yang "beda".

Terlepas dari karakter Hachiman yang unik, tiga gadis pertama yang diperkenalkan di light novel ternyata karakter umum, populer, alias sering kita lihat di berbagai cerita.

Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan cinta Yui yang semacam ini. Mencintai pria penolongnya. Namun jika hubungan itu hanya satu arah saja, jelas tidak sehat. Hachiman ini pria yang sakit hati oleh masa lalunya, dan cerita cinta Yui ini persis dengan cerita cinta Hachiman ke Kaori di SMP. Yep, awal dari segala luka di hati.

Menjadi sebuah benang kusut ketika Yui mendekati Hachiman dengan sengaja menjadi member Klub Relawan dan berteman dengan Yukino. Yang membuat drama ini semakin panas, Hachiman tahu kalau Yui menyukainya. Belum lagi, di volume 1 Yukino menganggap Yui sebagai temannya.

Apa yang Yui inginkan dari Hachiman dalam cerita ini, cukup sederhana. Yui menginginkan Hachiman untuk berhenti mengorbankan dirinya sendiri demi orang lain. Yui merasa tersakiti jika melihat Hachiman mengorbankan dirinya sendiri. Ironisnya, inilah yang Hachiman lakukan terhadap dirinya selama ini. Mengorbankan dirinya sendiri agar Yui tidak merasa disakiti dengan kenyataan cintanya selama ini.

Masalah lainnya, apakah Yui tahu alasan Hachiman melakukannya? Tidak, dan sampai volume 11 Yui tidak melakukan itu. Tapi Yui ingin Hachiman berhenti melakukannya.

Karakter Yui ini banyak yang masih misterius dalam latar belakangnya. Karena kita sudah masuk cerita terakhir, bisa dikatakan kalau karakter ini tidak akan mendapatkan background story lagi.

Sama halnya dengan Yukino, karakter dengan tipe seperti Yui ini mudah sekali disukai oleh siapa saja. Karakter ini menggambarkan bagaimana gadis SMA kebanyakan, dimana kita sendiri juga pernah mengalami masa SMA itu sendiri. Belum lagi, pengisi suaranya merupakan salah satu pengisi suara populer dalam dunia anime.

Dengan dibuatnya seri [A] dimana Watari katakan sebagai cerita alternatif, dan endingnya adalah Yui, kadang kita harus realistis kalau ending yang sama sangat kecil kemungkinannya terjadi di cerita original. Namun, akan selalu ada orang-orang yang sulit menerima hal itu. Hanya saja, disini bukanlah tempat untuk itu.




Miura Yumiko
Kita harus mengakui kalau karakter semacam ini sering kita lihat dalam kehidupan SMA kita. Yeah, gadis ini tipikal pimpinan grup gadis. Gadis yang selalu menonjol dalam grupnya, menjadi pusat perhatian grupnya, dll.

Pembaca LN ataupun pemirsa anime setidaknya pasti campur aduk dengan karakter ini. Di sisi lain kita tidak menyukai karakter semacam ini, alias dia ini bisa menjadi antagonis yang baik. Sebaliknya, kita yang pernah merasakan SMA juga kadang menyukai tipikal gadis-gadis yang semacam ini. Tidak terkecuali disini, Hikigaya Hachiman.

Percaya atau tidak, Hachiman adalah satu-satunya pria di cerita ini yang mengakui kalau Miura ini adalah gadis yang manis...

Terlihat angkuh, galak, dan meremehkan orang lain. Sebenarnya dbalik itu, dia tetaplah seorang gadis biasa. Miura ini menyukai Hayama, dan Miura mendekati Hayama melalui Tobe, dimana Tobe adalah teman Hayama sejak SMP.

Menjadi rumit ketika Tobe mulai curhat tentang dirinya yang menyukai Ebina, gadis dalam grupnya. Sebenarnya tidak begitu sulit jika Ebina juga menyukai Tobe, masalahnya disini Ebina menyukai pria lain (Hachiman). Karena Miura belum bisa dekat dengan Hayama, maka kehadiran Tobe dibutuhkan.

Miura sendiri senang mengetahui kalau Hayama memilih IPS, artinya itu jurusan yang dia sendiri yakini masih bisa untuk Miura jalani. Namun pertanyaan terbesarnya ada di pundak Hayama, apakah Hayama hanya sekedar menjaga perasaan Miura ataukah Hayama benar-benar berniat untuk berhubungan dengan Miura?






Hikigaya Komachi
Well, tidak perlu waktu lama kalau Hachiman ini ada kecenderungan siscon, tapi bagaimana dengan Komachi sendiri? Melihat gencarnya Komachi berusaha menjodohkan kakaknya dengan gadis lain, saya meyakini Komachi tidak seperti Hachiman.

Mungkin, ini karakter adik perempuan idaman seluruh otaku. Pintar mengurus rumah tangga, perhatian dengan sang kakak, dan berpenampilan menarik. Ngomong-ngomong, anda akan sering melihat tipikal karakter adik perempuan yang semacam ini.

Besar kemungkinan, Komachi tahu apa yang terjadi dengan Hachiman, terutama kejadian dengan Kaori. Hachiman sendiri menyatakan kalau seluruh siswa di SMP-nya tahu kejadian itu, dan ketika Hachiman kelas 3 Komachi sendiri ada di kelas 1. Yeah, kemungkinan besar Komachi tahu kalau kakaknya berubah drastis setelah kejadian tersebut.

Disini, saya melihat betapa pentingnya peran karakter Komachi dalam perkembangan karakter dari Hachiman. Komachi adalah satu-satunya karakter yang dipercaya Hachiman dan posisinya netral.




Ebina Hina
Gadis ini karakter aslinya adalah gadis yang serius dan dingin. Namun, dalam kehidupan sosialnya, Ebina menjadi gadis yang "talkactive" dan fujoshi. Sama seperti Yui, Ebina ini sering melirik ke arah Hachiman.

Ebina selalu menjodohkan Hayama dengan Hachiman dalam fantasynya. Mudah sekali kita menebak kalau Ebina sudah lama sekali punya perasaan spesial kepada Hachiman. Mari kita berpikir jernih disini, dari sekian banyak pria di SMA Sobu, kenapa harus menjodohkan Hayama dengan Hachiman?

Tidak diketahui apa gadis ini ikut Klub atau semacamnya sepulang sekolah, namun dia punya lingkaran pertemanan otaku yang sering tampil di acara Comiket.

Menurut saya pribadi, tipikal karakter heroine yang semacam ini sangatlah menarik, namun beresiko. Tidak semua pemirsa atau pembaca pria menyukai tipikal karakter gadis semacam ini. Namun, lain ceritanya jika gadis yang memiliki karakter semacam ini adalah adik perempuan, misalnya Komachi. Para pemirsa dan pembaca pasti sangat tertarik dengan heroine yang semacam itu.

Sayangnya, tiga gadis pertama yang muncul merupakan gadis-gadis yang sering kita lihat. Watari memang bermain aman dalam area heroine, namun saya kira jika heroinenya memiliki karakter seperti Ebina akan menjadi cerita yang menarik. Faktanya, ini hanyalah karakter support dalam cerita kita.

Gadis ini menyukai Hachiman karena sifatnya yang bisa mengutarakan apapun yang ada di hati. Meski pada kenyataannya, banyak yang dilakukan Hachiman ini sebenarnya bohong. Kalau istilah kekiniannya, yang Ebina ketahui tentang Hachiman hanya sebatas luarnya saja.





Kawa-sesuatu

Menurut saya, pengenalan karakter Saki ini berawal dari sebuah imajinasi liar remaja SMA "Bagaimana jika kita berkenalan dengan seorang gadis berawal dari mengintip celana dalamnya?". Tentunya, karena perkenalannya berawal dengan skenario yang sangat murah dimana anime/ manga/ light novel hentong, ecchi sering memunculkan adegan semacam ini, maka Watari butuh karakter yang kuat untuk disematkan ke Saki.

Saya rasa, gadis dengan karakter paling kuat dan unik di cerita ini ada di Saki.

Pertama, kita membahas keluarganya. Setidaknya, Saki ini adalah yang tertua dari tiga bersaudara. Mereka hidup dari keluarga kelas menengah. Adiknya, Taishi, satu sekolah dengan Komachi.

Menjadi menarik ketika Taishi menyukai Komachi. Taishi terus mempromosikan Hachiman dengan Yukino, mudah sekali menebak ini agar bisa tetap dekat dengan Hachiman sembari mempersempit kemungkinan Hachiman menyukai Saki. Sedang Komachi sendiri, memiliki harapan kalau Saki bisa menjadi pacar Hachiman. Yep, besar kemungkinan kalau Komachi ini tahu Taishi menyukainya.

Lucunya, Saki sejak awal sudah cocok dengan kriteria awal calon istri Hachiman. Bisa memasak, membiayai pengeluaran rumah tangga, dan pintar mengurus anak.

Saki ini berbakat dalam hal fashion. Juga, Saki ini merupakan siswi dengan nilai akademis yang tinggi. Karakternya cukup ketus, sehingga membuat siswa di sekitarnya ketakutan. Belum lagi, Saki ini perokok. Meski begitu, pada dasarnya Saki ini seorang gadis. Pernyataan cinta dari seorang pria tetap saja membuat dirinya bingung setengah mati.

Sebenarnya, karakter Saki ini sungguh unik, dan berpotensi drama jika dieksplorasi lebih dalam. Terutama drama TaishixKomachi dan HachimanxSaki.

Mungkin, jika karakter heroinenya seperti Saki, ceritanya akan menjadi sangat unik. Namun seperti tulisan saya sebelumnya, ini adalah sebuah pertaruhan. Tidak semua orang menyukai gadis yang semacam ini. Kebanyakan menyukai gadis tsundere, gaul, dan memiliki bagian tubuh tertentu yang *menonjol*.

Untuk karakter Saki sendiri, saya memberikan apresiasi kepada Watari.

Namun, perlu kita ingat kalau sampai volume 11, Saki masih berpikir kalau Hachiman di festival budaya kemarin menembaknya...Setidaknya Watari memperhatikan hal ini dan mungkin akan memberikan kejelasan kepada Saki di volume selanjutnya.





Yukinoshita Haruno
Raja Tiran yang terakhir...

Haruno ini adalah karakter yang dibentuk karena dipaksa, karena Ibunya yang mengatakan demikian. Baik Hachiman dan Haruno, mempercayai kalau komunitas bertindak karena memiliki motif, mereka bisa survive karena hanya mempercayai diri mereka sendiri. Karena itu, kedua karakter ini berpikir dengan logika saja. Tentunya, karakter ini memiliki sebuah auto-win. Jika Haruno adalah Ibu mereka, maka Hachiman adalah Komachi.

Bedanya, Hachiman kini mulai mempercayai seseorang sedang Haruno masih meragukan apakah hubungan antara adiknya dan Hachiman itu benar-benar tulus. Karena seperti itulah yang terjadi di keluarganya, Ibu mereka pandai memanfaatkan orang, Haruno sadar betul akan hal itu dan dia meyakini Yukino juga seperti itu.

Karakter semacam ini sangatlah menarik, karena antagonis yang semacam ini bisa memberikan perkembangan karakter secara signifikan bagi MC. Haruno tahu apa yang dirasakan Hachiman versi lama, Haruno tahu apa kelemahan Hachiman, dan disini Haruno menempatkan dirinya dengan baik.

Entah mengapa, jika tipe heroinenya semacam Haruno, saya merasa kurang tertarik.




Isshiki Iroha
Jujur saja, karakter Iroha ini adalah karakter yang sangat mengejutkan dan ternyata meraup sukses. Sampai volume 7, saya merasa kalau tidak akan ada gadis baru lagi yang akan dikenalkan. Saya pikir Kaori saja belum dikenalkan, apalagi gadis baru?

Maksud saya begini, gadis baru ini tidak ada kaitannya dengan masa lalu Hachiman. Lalu, gadis ini baru mulai kenal Hachiman setelah beberapa volume berjalan. Saya beranggapan kalau ada gadis baru diperkenalkan, mungkin posisinya hanya seperti Meguri, hanya muncul jika berkaitan di cerita saja. Misalnya festival budaya dan festival olahraga.

Gadis ini muncul sebagai cameo di volume 7.5 side B, lalu muncul secara resmi di volume 8. Uniknya, gadis ini mulai rutin muncul di volume 9, 10, 10.5, dan 11. Bahkan, volume 10.5 memiliki satu chapter khusus tentang dirinya!

Kemunculan Kaori, meski hanya beberapa adegan, memiliki efek yang sangat dalam bagi Hachiman, tentunya karena Kaori ini merupakan hantu masa lalu Hachiman. Sedang Iroha ini mulai mengenal Hachiman sejak volume 8, alias tertinggal 7 volume!

Karakternya juga mengena. Gadis ini terkenal sebagai gadis genit bagi siswi sekitarnya, licik, dan tentunya adik kelas yang manis. Bagi siapapun, pria yang membaca LN ataupun animenya, tidak akan memungkiri kalau dia setidaknya punya adik kelas yang cantik dan tentunya ingin dekat dengan adik kelas tersebut.

Karakter Iroha ini meski terlambat, tapi mengena. Inilah yang menurut saya mengapa Iroha sangat populer. Belum lagi, Iroha mendekati Hachiman dengan agresif. Bagi yang frustasi dengan perkembangan para gadis-gadis lama yang lambat, Iroha merupakan hal yang menarik.

"Dipanggil Senpai oleh adik kelas yang manis seperti sesuatu banget..."





Shiromeguri Meguri

Kakak kelas yang bisa diandalkan, selalu ramah, dan membuat suasana sekitarnya selalu "hype". Uniknya, Meguri bukanlah karakter populer di SMA Sobu. Ini bisa dipahami karena SMA ini fokus ke prestasi akademis dan non-akademis, sehingga para siswa tidak punya waktu untuk masalah OSIS.

Ini adalah satu-satunya gadis dimana pada pertemuan pertamanya, Hachiman sendiri langsung nyaman dengan gadis ini. Bahkan, ini terus terjadi di pertemuan-pertemuan selanjutnya.

Apa saya satu-satunya orang yang menyukai Meguri dalam cerita ini?

Sebenarnya, karakter Meguri ini tidaklah spesial, karena inilah yang kita harapkan dari karakter seorang Ketua OSIS. Bahkan, Meguri tahu kebenaran tentang insiden Sagami di festival budaya dan mengapresiasi Hachiman.

Gadis seperti ini tipe-tipe pekerja keras, namun berkebalikan dengan Saki, Meguri ini murah senyum dan mudah diterima siapa saja, tidak terkecuali Hikigaya Hachiman. Meguri ini seperti figur kakak perempuan bagi Hachiman.

Saya melihat kalau Klub Relawan butuh "ally" dari kalangan siswa dimana ally tersebut juga punya "trust" terhadap Klub Relawan. Disini, orang yang bisa Klub Relawan percayai muncul dari diri Meguri dan posisinya adalah Ketua OSIS. Juga, dengan memiliki ally di kepengurusan OSIS, maka Watari bisa memiliki materi cerita yang bisa diambil dari kegiatan OSIS, terutama untuk menjadi "link" ke Kaori karena berada di sekolah lain dengan alasan event kolaborasi.





................




Watari memang berhasil menciptakan MC dengan karakter yang kuat dan unik seperti Hikigaya Hachiman. Namun, Watari masih memakai heroine "old school" untuk mengisi karakter para gadisnya. Mungkin, agar memudahkan karakternya diterima oleh pembaca karena karakter Hachiman sendiri bagi pembaca awam memang terasa agak kompleks. Belum lagi, Watari suka menaruh "kode-kode" yang berhubungan dengan volume lainnya sehingga membutuhkan kejelian dari pembacanya.

Tidak heran jika kita semua sering mendengar kalau ada pembaca ingin mencari light novel dengan karakter utama seperti Hikigaya Hachiman, bukan light novel dengan heroine seperti Yukino ataupun Yui. Namun, membuat karakter seperti Hachiman sendiri memang merupakan sebuah perjudian besar tentang apakah pembaca menyukai karakter tersebut atau tidak.

Misalnya, kita berbicara tentang light novel Biblia yang ada di blog ini. Yang menonjol adalah karakter wanitanya, Shinokawa Shioriko. En Mikami, penulisnya, berani menampilkan karakter utama wanita dengan usia yang lebih tua, belum lagi kepribadian Shinokawa yang aneh. Tapi kalau kita berbicara tentang karakter utama pria, maka kita akan menemui "meh". Daisuke Goura adalah pria pada umumnya, tidak ada yang spesial...

Jadi sebenarnya apa yang membuat Oregairu terasa spesial? Kita lewati bagian Hachiman karena ini tentang para gadisnya. Menurut saya, karakter para gadis yang ada di cerita ini merupakan gadis yang sering kita temui dalam kehidupan SMA kita, sehingga cerita yang terbentuk antara Hachiman dan para gadis ini terasa seperti nostalgia masa SMA pembacanya.

Siapa yang tidak punya kakak kelas perempuan dan aktif di OSIS? Pasti sesekali kalian pernah mengobrol dengannya dan merasa kagum!

Apakah anda pernah secara kebetulan atau anda merasa takdir yang membawa anda sehingga bisa bertemu empat mata dengan gadis paling cantik di SMA anda?

Punya impian kencan dengan gadis tercantik di sekolah anda? Kenapa tidak!

Pernah tidak sengaja (atau sengaja?) mengintip pakaian dalam seorang gadis dan akhirnya anda berkenalan dengan gadis tersebut? Huahahaha!

Anda pasti tidak akan pernah mengaku kalau dia adalah teman anda, tapi anda pasti punya teman di SMA yang mau melakukan kegilaan bersama anda, bahkan bersedia di garis depan demi anda? Anda pasti punya teman seperti Zaimokuza di SMA!

Teman pria yang "cantik" dan berpotensi trap? Ada laaaa!

Teman sekelas menyukai gadis yang sama dengan kita? Anda merasa dia lebih tamvan dan berduit dari anda? Acungkan jari anda!

Teman makan teman? Banyaaak!

Guru yang dekat dengan anda? So pasti!

Adik kelas yang manis dan menggoda? Ehemm!

Dibully dan menjadi bahan gosip? Eaaa!

Dan lain-lain...




x x x





6 komentar:

  1. Balasan
    1. Disini kita tidak membahas hal-hal yang berbau supranatural...

      Hapus
  2. untuk ulasanya mantap min sama yang kayak saya pikirkan

    BalasHapus
  3. Apa cuman aku yang tertarik sama Haruno disini dan berpikiran rute cerita Haruno itu tidak kalah menarik? :/

    BalasHapus
  4. Min request kompilasi dong!
    Tentang kenapa hachiman di panggil berbeda beda kayak
    Ebina yang manggil hikkitani, miura hikio, iroha senpai, yui hiki dsb.

    BalasHapus